One Heart

One Heart
21. Bolos


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


"Buk! tolong buk! perut saya!" Teriak Kenzo tiba-tiba. Sehingga kelas yang awalnya hening menjadi panik.


"Kamu kenapa, Kenzo?" tanya Buk Hanna—guru mereka.


"Perut saya sakit banget, buk," jawabnya sambil meringis kesakitan.


Buset akting si monyet boleh juga, batin Andrew kagum.


"Keknya penyakit lama Kenzo kambuh deh, buk!"


Perhatian Buk Hanna teralihkan oleh perkataan Andrew. "Tau darimana kamu, Andrew? Memangnya kamu dokter?!"


"Bukan, Bu. Saya dukun," jawab Andrew asal.


Seketika satu kelas menertawakan jawaban Andrew. Awalnya Kenzo ingin tertawa tapi segera ia tahan. Bisa berantakan rencana mereka nanti.


Buk Hanna melirik Andrew sinis, "Mending kamu diem kalau tidak mau saya hukum!" ancamnya.


"Perut bagian mana yang sakit, Ken?" tanya Buk Hanna kembali.


"Ini, buk, sebelah kanan. Sakit banget!" Jawab Kenzo kembali meneruskan aktingnya.


"Jangan-Jangan sakit lo makin parah Ken!" Teriak Andrew membuat suasana menjadi tambah panik.


"Ya sudah, berdiri kamu, saya antar ke UKS." Buk Hanna membantu Kenzo berdiri.


Melihat hal itu, Andrew panik sendiri. Bisa-bisa rencana mereka berdua gagal. Cepat-cepat ia memutar otak untuk menemukan alasan yang tepat.


"Eh, buk! Saya aja deh yang anterin Kenzo," ucapnya tiba-tiba.


Buk Hanna mengerutkan keningnya, "Kenapa? saya bisa, kok. Kamu di sini aja, jaga kelas, jangan sampai kelas ribut."


"Buk! buk!" panggil Kenzo.


"Kenapa lagi?"


"Saya kalau udah sakit seperti ini, nggak bisa di UKS, buk. Bener kata Andrew tadi, penyakit lama saya kumat, buk," jelas Kenzo berharap gurunya itu percaya.


Buk Hanna menghela nafasnya, "Sakit apasih kamu, Kenzo?"


"Ginjal, buk," jawab Kenzo ngasal.


"Ha? Serius kamu?" Buk Hanna sudah terkejut atas pengakuan muridnya itu.


"Bener, buk. Saya sahabatnya dari kecil, jadi saya sudah tau, buk," timpal Andrew.


"Yasudah, kamu bawa nih Kenzo kerumah sakit. Tapi inget, habis nganter Kenzo, kamu harus balik lagi ke sekolah."

__ADS_1


Andrew tersenyum puas dalam hati, "Baik, buk."


Setelahnya, mereka keluar kelas dengan suasana hati yang senang.


"Nah jadi gitu ceritanya!" jelas Kenzo dan Andrew.


Sedangkan yang lain hanya terpaku mendengar cerita keduanya.


"Serius, bang?" tanya El.


"Serius apa?"


"Bang Kenzo punya penyakit ginjal?"


Kenzo menoyor kepala El, "Anying! Jangan doain beneran dong!


"Aamiin, kan, ya?" Galen menaik-turunkan alisnya.


"Sialan! Kalian semua mah jahat banget," gerutu Kenzo.


"Tapi keren juga sih akting kalian," komentar Cyra.


"Betul! Jarang-jarang, lho, Buk Hanna jadi baik gitu." Earth menyetujui perkataan Cyra.


Kenzo dan Andrew ber-tos ria.


"Jadi, kita mau kemana, nih?" tanya Krist.


"Serunya kemana, ya." Cyra tampak berpikir.


"Gas!"


...💌💌💌...


Mereka tiba di puncak pada pukul dua siang. Setelah memarkirkan mobil, mereka semua keluar untuk makan siang.


"Warung mana, ye, yang enak." El mulai memilih warung mana yang akan mereka tongkrongi.


"Yang sepi aja, biar cepet," kata Cyra.


"Itu sepi." Earth menunjukkan warung disebelah kanan mereka.


"Mau pesan apa, mba, mas?" tanya pemilik warung.


"Mie rebus aja, deh, bu," jawab Andrew.


"Minumnya?"


Kali ini Andrew menatap teman-temannya, "Kalian mau minum apa?"


"Teh es, aja," jawab Earth.


"Mohon ditunggu, ya..." ucap ibu itu.


"Sejuk, ya," kata Galen.

__ADS_1


"Beda banget sama Jakarta."


"Nggak nyesel gue harus akting kayak tadi,"


"Itu mah lo nya aja yang kebelet bolos, bang," ucap Cyra yang dibalas Kenzo ketawa.


"Tapi, bang, Buk Hanna gimana kabarnya tu? Lo kan nggak balik ke kelas." Earth penasaran bagaimana keadaan guru mereka.


"Pasti marah-marah, lah," jawab Andrew santai.


"Santai bener lu," kata El.


"Terus gue harus panik? yakali seorang Andrew panik karena guru," ujar Andrew bangga.


Krist menggeleng kan kepalanya sembari tertawa kecil, "Bangga banget lu."


"Harus!"


"Yeay! Mienya udah dateng!" sorak El heboh. Membuat semua temennya menjadi malu membawanya pergi.


"Lo jangan malu-maluin dong, El. Dilihat tuh sama banyak orang," bisik Andrew.


"Berapa kali, sih, gue bilang, Elano mah apa adanya," balas Elano cuek lalu mulai memakan mienya.


"Terserah lo, deh, El," ucap Cyra.


"Yang penting cewek-cewek nggak ilfeel liat lo kek gitu," timpal Kenzo.


"Gue siram kuah mie, ya, bang!"


"Makan nggak boleh berisik!" lerai Earth.


...💌💌💌...


"Kebun teh—"


"Gas!"


Cyra memutarkan bola matanya malas, "Gue belum selesai ngomong, ya!"


Earth menyengir, "Intinya lo mau ngajak kita ke kebun teh kan?" tanya Earth membuat Cyra mengangguk.


"Nah ayo kita kesana!" ajak Earth menarik tangan Cyra lembut.


"Ini kita ditinggal?" tanya Kenzo.


"Biarin aja mereka berdua, biasanya juga mereka sama kita mulu," kata Andrew.


"Bang Andrew jadi bijak, ya, semenjak deket sama Alisha," cetus Galen membuat Andrew melotot.


"Udah, ah! Gue mau ambil gambar dulu," kata Krist meninggalkan temennya.


"Ikut dong! Kita mau jadi modelnya!" teriak mereka semua mulai mengejar Krist.


...__________________...

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2