One Heart

One Heart
06. New Style


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞ ...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Pagi ini yang sangat di tunggu-tunggu oleh Earth dan Cyra. Kini, di hadapan mereka, telah terparkir dua mobil pengeluaran terbaru dengan warna yang berbeda.


"Ini kuncinya," kata Rey sembari menyerahkan 2 kunci mobil. "Sesuai dengan kemauan kalian, warna hitam untuk Cyra dan yang putih untuk Earth,” tambahnya .


Earth dan Cyra mengangguk mengiyakan.


Sungguh aneh mereka, Earth yang notabenenya cowok malah memilih warna putih. Sedangkan Cyra, malah memilih warna hitam.


Sebenarnya mereka membeli tiga. Warna hitam, putih, dan silver. Khusus yang silver, mobil itu untuk di pakai oleh mereka jika pergi berdua. Milik bersama, kata Earth. Dan Cyra setuju-setuju saja dengan pendapat sahabatnya itu.


"Thankyou, Rey. Lo emang yang terbaik!" ucap Cyra excited.


"Sama-sama, cantik," balas Rey seraya tersenyum manis.


"Ngomong-ngomong lo udah bilang belum ke pihak sekolah tentang gue sama Cyra?" tanya Earth.


Rey mengangguk, "Udah, kalian tenang aja. Pihak sekolah tau kok siapa kalian. Dan mereka nggak akan nyebarin siapa kalian sebenarnya," jelasnya dengan baik.


"Good, lo pulang gih! hari ini cuma ini doang tugas lo. Ntar kalau gue atau Cyra butuh sesuatu baru gue hubungin," ucap Earth.


"Yaudah, kalo gitu gue balik," pamit Rey.


"Btw, thanks, Bro!"


"Yoi! Jangan ngancurin sekolah lo berdua," canda Rey.


"Sialan!" Earth dan Cyra kompak mengatai Rey.


Sedangkan Rey hanya tertawa sambil berjalan menuju mobilnya yang terparkir.


Rey itu bisa dibilang orang kepercayaannya Earth dan Cyra. Semua kebutuhan mereka itu di urus oleh Rey. Rey juga sudah bekerja dengan keluarga mereka sejak Earth dan Cyra masih kecil. Tidak heran jika Earth dan Cyra menganggap Rey itu sebaga seorang kakak.


Dan juga Rey itu 5 tahun lebih tua dari Earth dan Cyra. Bukannya Earth dan Cyra tidak sopan memanggil Rey hanya dengan sebutan nama, itu Rey sendiri yang meminta. Ia tidak mau di panggil 'kakak' oleh Earth dan Cyra. ‘Geli anjir, jangan panggil gue abang atau kakak!’ Kira-kira begitulah respon Rey jika Earth dan Cyra itu memanggilnya kakak.


Setelah Rey pergi, Cyra menatap Earth dengan penuh makna. "Balapan, kuy!" tantang Cyra.


"Dengan senang hati, Queen," balas Earth sambil mengedipkan sebelah matanya.


Dengan secepat kilat keduanya segera masuk ke dalam mobil masing-masing.


"Pak! buka full gerbangnya dong! Cyra sama Earth mau balapan, nih!" Cyra berteriak kepada para penjaga.


Tanpa menunggu lama gerbang besar rumah Cyra telah terbuka lebar.


"Pak, bantuin Cyra lagi, ya... Bapak hitung sampai lima. Habis itu langsung minggir kalau bapak masih sayang nyawa, oke?!" kata Cyra lagi, sedangkan Earth hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku kekanakan Cyra.


"Baik, nona Cyra," kata salah satu bodyguard disana. Tak lama, pria itu mulai menghitung. Pada hitungan ke lima, ke dua mobil tersebut langsung melesat meninggalkan perkarangan rumah dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan.


...💌💌💌...


Sementara di SMK Fighter, lingkungan sekolah tersebut awalnya tenang dan tentram. Hanya saja itu tidak berlangsung lama, karena dua mobil berwarna putih dan hitam itu melewati gerbang sekolah dengan tidak mengurangi kecepatannya. Sehingga memicu teriakan warga sekolah yang hampir saja tertabrak.


Berbagai umpatan terlontar untuk dua mobil itu. Namun, setelah pemiliknya keluar, suasana kembali hening. Tidak menyangka yang keluar dari mobil tersebut adalah Earth dan Cyra. Dan hal yang lebih membuat mereka tidak percaya lagi yaitu cara berpenampilan Earth dan Cyra yang sangat berbeda.


Bagaimana bisa? Dua hari yang lalu mereka masih keliatan seperti anak yang lucu nan polos. Tetapi, hari ini, oh, tidak! Mereka tidak bisa berkata-kata, hanya ekspresi tidak percaya yang dapat mereka pancarkan.


Kalian mau tau bagaimana penampilan mereka saat ini? Baiklah, mari deskripsikan. Earth dengan rambut Icy silvernya yang sengaja dibuat berantakan, serta Cyra dengan rambutnya yang panjang itu diwarnai seperti warna pelangi. Tidak lupa dengan segala macam aksesoris yang dipakai oleh mereka. Ya, kira-kira seperti itu lah penampilan mereka yang dapat di deskripsikan.


...💌💌💌...


"Earth! Kok bisa samaan, sih, sampai gerbangnya?!" pekik Cyra kesal. Mereka sampai di pintu gerbang secara bersamaan, dan Cyra tidak bisa menerimanya.


Earth hanya tertawa. Kemudian berkata, "Lo tau nggak sih, Ra? kemampuan kita itu hampir setara. Ya, walaupun lo masih dibawah gue dikit," ucap Earth tertawa renyah.


Cyra hanya mendengus kesal mendengarnya. Tapi, pandangan terhenti ke telinga Earth.

__ADS_1


"Bumi," panggilnya.


Earth yang merasa aneh dengan Cyra langsung bertanya, "Kenapa lo, nyet? Kesurupan pagi-pagi kan nggak lucu!"


"Shit!" umpat Cyra. “Enak aja lo bilang gue kesurupan,” lanjutnya. Tetapi pandangannya tak lepas dari telinga Earth, "Anting lo bagus juga, ya, ternyata," pujinya.


"Kan yang milih, elo, Ra. Ya, pasti bagus dong! Apapun yang lo pilih buat gue. Pasti yang terbaik!" ucap Earth tulus.


"Jadi terharu njir. Hahaha...." Cyra terbahak.


Earth mendengus, “Ngerusak suasana aja lo, monyet!”


“Nggak usah lebay!” ucap Cyra sewot.


"Terserah, lo,” jawab Earth mengalah.“Kuy liat mading! Biar tau kita dikelas mana," ajak Earth.


Cyra mengangguk setuju, "Yuk!"


...💌💌💌...


Kini mereka berdua berjalan menuju mading, tak memperdulikan penglihatan dan perkataan orang-orang yang ada di sekitar mereka.


Siswa-siswi yang berada disana bertanya-tanya. Bagaimana bisa Earth dan Cyra berpenampilan seperti itu di lingkungan sekolah, mereka tidak takut di hukum apa bagaimana. Kira-kira seperti itu yang ada di dalam pikiran mereka semua.


"Ngomong-ngomong, rambut lo cakep juga," puji Earth di sela-sela perjalanan mereka.


"Selera gue nggak rendahan. Lo tau itu,” jawab Cyra fokus kedepan.


Earth mengacak-ngacak rambut Cyra gemas. Warnanya itu lho...


Saat sampai di depan mading, Earth hendak mencari nama mereka berdua. Tapi langkahnya terhenti, karena ada yang memanggil dirinya dan Cyra.


"WOW! Nggak nyangka gue, nekat juga style kalian."


"Apasih yang di takutin mereka, Ken. Anak sultan mah bebas...." ledek satunya.


“HAHAHA….” Tawa keduanya pecah.


Ya, siapa lagi yang berani meledek mereka dengan embel-embel 'sultan'. Tidak ada yang berani, kecuali Andrew dan Kenzo.


Andrew dan Kenzo hanya tertawa. Karena sudah berhasil membuat 2 anak itu kesal.


"Btw, kalian sekelas nggak?" tanya Kenzo.


"Ya, pasti sekelas dong!" jawab Earth songong.


"Songong amat gaya lo!" cibir Kenzo.


"Lo mah nggak percayaan banget, bang." Earth berniat maju mau melihat mading. Ingin membuktikan kepada Kenzo kalau ia dan Cyra sekelas. Ketika hendak maju, Andrew langsung menghentikan langkahnya.


"Gue aja yang liat, ntar baju lo kotor lagi di senggol anak-anak," katanya.


“Lo ngeledek gue, ya?!” Earth menatap sinis Andrew.


Andrew terkekeh, “Just kidding, bro.”


"Cepetan liat, bang!" desak Cyra.


"Iye-iye. Sabar, neng."


Setelah mencari-cari, akhirnya nama Earth dan Cyra ketemu, tapi...


"Anjir! Kalian nggak sekelas," kata Andrew setengah teriak.


Earth dan Cyra kaget, bagaimana bisa? Bukannya semua sudah di urus oleh Rey. Earth langsung maju untuk membaca lagi, memastikan perkataan Andrew itu.


"Kok bisa, sih?! Bukannya Rey udah urus tentang itu." Cyra berkata kesal.


Bagaimana bisa mereka beda kelas, sungguh itu hal yang luar biasa bagi mereka berdua. Sebab, mereka berdua itu tidak dapat dipisahkan, sejak Taman Kanak-kanak saja Earth dan Cyra selalu satu kelas. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka.


Mungkin kalian bisa berkata ini berlebihan. Tapi bagi mereka ini keterlaluan, sekolah itu mau ditutup apa bagaimana? Berani-beraninya mencari gara-gara.


"Bang anterin gue ke ruangan kepsek!"

__ADS_1


"Mau ngapain lo?" tanya Andrew curiga.


"Udah lo anterin gue sekarang,” jawab Earth tenang.


"Jangan bilang lo mau protes," tebak Kenzo.


"Udah cepetan anterin gue. Kalau kalian nggak mau gue bisa cari sendiri!" ujar Earth pergi.


"E-eh lo mau cari masalah apa lagi?! Earth tungguin kita!" Cyra, Kenzo, dan Andrew segera mengejar Earth. Tidak ingin pemuda itu mencari masalah di hari pertamanya.


...💌💌💌...


"Permisi, pak... ada siswa yang ingin menemui bapak," ucap salah satu guru kepada kepala sekolah.


"Suruh masuk saja, buk," balasnya sambil tersenyum.


"Baik, Pak."


Earth yang tiba-tiba datang segera menjejerkan berbagai pertanyaan.


"Tunggu dulu, kamu siapa emangnya? Berani-beraninya mengatur saya. Keputusan sekolah itu sudah mutlak. Terima saja kamu berada di kelas itu!"


Kepala sekolah tersebut heran dengan perkataan Earth. Berani sekali muridnya bersikap seperti ini kepada dirinya, dan penampilannya. Apa-apaan seperti itu, urakan sekali.


"Ha? Bapak nggak tau saya?" tanya Earth, "Tunggu sebentar," lanjutnya. Kemudian dia menghubungi seseorang dan menyuruhnya datang ke sekolah. Tidak butuh waktu lama, orang yang ditunggu datang juga menghampiri Earth.


"Rey! Bukannya lo bilang udah beres? Ini kenapa gue sama Cyra bisa beda kelas? gimana, sih, lo!" ucap Earth kesal.


Rey menghela napas pelan, kemudian menyuruh Earth menunggu diluar.


“Lo tenang dulu, biar gue yang urus.”


Earth mengangguk lalu keluar dari ruangan kepala sekolah.


"Gimana?" tanya Cyra, Kenzo, dan Andrew kompak.


Earth mengangkat bahunya tanda ia tidak tahu, "Rey yang ngurus di dalem. Gue di suruh keluar."


"Lo, sih, main lari aja, nggak mikir dulu," kata Kenzo.


"Ya, gimana gue nggak kesel, masa gue beda kelas sama Cyra. Ntar kalo dia butuh apa-apa gimana?"


"So sweet amat lo berdua," ledek Andrew.


"Masih mending gue sama Cyra. Dari pada lo, bareng bang Kenzo mulu. Homo!" tukas Earth gamblang.


"Bangsat lo, Earth! Gue masih normal, ya!" ucap Kenzo tak terima.


"Adek kurang ajar lo!" Andrew ikutan marah.


"Calm, Bro." ucap Earth sambil tertawa.


"Earth cuma bercanda kali, Bang. Lagian itu kan nggak bener, ngapain lo berdua marah," bela Cyra.


Earth mengangguk setuju, "Nah bener apa yang dibilang Cyra gue."


"Udah lah. Gue nyerah kalau ngelawan kalian berdua. Kompak banget." Andrew akhirnya mengalah.


Selagi mereka bercanda, Rey datang menghampiri mereka berempat.


"Earth, Cyra. Kalian sekarang bisa masuk ke kelas. Bentar lagi bell berbunyi, mungkin kalian akan upacara terlebih dahulu," jelas Rey.


"Jadi kita berdua udah sekelas nih?" tanya Earth memastikan.


Rey tertawa, "Udah, kalian nggak perlu khawatir lagi. Semuanya udah beres. Gue balik dulu. Belajar yang bener," pamitnya.


"Oke. Makasih, Rey."


"Sama-sama."


"Nah udah beres kan? Sekarang kalian udah sekelas. Jadi, lo nggak perlu marah-marah lagi." Sindir Kenzo.


"Iya-iya," balas Earth sinis.

__ADS_1


..._______________________...


Tbc,


__ADS_2