One Heart

One Heart
13. Happy Monday


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Senin kembali datang. Aktivitas kembali dilakukan. Seperti halnya upacara, kini Smk Fighter kembali melaksanakan kegiatan yang wajib dilakukan setiap Senin.


"Adik kelas kesayangan lo udah dateng belum?" tanya Zee.


Saat ini mereka berada di gerbang sekolah. Memeriksa penampilan siswa-siswi. Dan juga menunggu anak-anak yang datang terlambat.


"Adik kesayangan apaan coba," dengus Malvin.


Zee terkekeh, "Ya, abisnya selama mereka sekolah disini, lo sibuk ngurusin mereka doang."


"Mau gimana lagi, Zee. Mereka buat onar mulu." Malvin tampak berpikir, "Lo juga sama kali dengan gue. Malahan lo yang sering omelin mereka, gue jadi kasian."


"What?! Lo kasian?" tanya Zee tak percaya.


Malvin mengangguk ragu, "Hmm."


"Orang kek gitu nggak perlu kali lo kasihani kali. Mereka aja nggak pernah, tuh, kelihatan ngehargain lo sebagai kakak kelas ataupun ketua osis."


Malvin tersenyum kecil, "Lo inget nggak awal MPLS?" Malvin menerawang kejadian dahulu, "Waktu itu Cyra tiba-tiba marah karena gue bawa-bawa orang tuanya. Dari situ gue ambil kesimpulan kalau mereka itu kurang kasih sayang. Tapi itu baru pemikiran gue, sih," jelasnya.


"Jadi menurut lo mereka bandel gitu karena pengen diperhatiin?"


"Nah! Itu lo pinter!" puji Malvin.


Zee mendengus mendengar omongan Malvin.


"Tuh mereka dateng!" tunjuk Malvin setelah melihat beberapa BMW masuk ke perkarangan sekolah.


"Ganti mulu warna mobil tu bocah," gumam Zee.


...💌💌💌...


Earth dan Cyra keluar dari mobilnya masing-masing. Tak lama kemudian para sahabatnya juga ikutan datang. Padahal tiga menit lagi upacara segera dimulai.


Kenzo datang menghampiri Earth dan Cyra, "Wow! Ganti mobil atau warna doang, nih?" tanyanya.


"Warna doang kok," jawab Earth.


"Masa? Kok gue nggak yakin." Andrew datang menimpali.


"Anjir! Mobil baru dong!" Heboh El setelah memeriksa mobil Earth dan Cyra.


Earth dan Cyra hanya nyengir, "Ya, kita nggak mau pamer aja," bela Earth.


"Songong amat lu!" dengus Galen.


"Bilang aja lu iri," ejek Cyra.


"Lu, ya, Ra!" Tunjuk Kenzo.


"Kenapa?"


"Kalau ngomong suka bener!"


Tawa mereka pecah seketika, kecuali Galen. Hanya pasrah dibully.


"Eh! Ngapain gue iri? Detik ini juga bisa kali gue beli mobil baru," ujarnya tak mau kalah.


"Iyain," jawab Krist. Kemudian berkata, "Btw couple mulu, ya, mobilnya," ledeknya.

__ADS_1


"Harus dong!" tegas Earth.


"Bucin mah beda," cibir mereka semua.


"Ya ampun... Masih ngumpul disini ternyata!" Zee datang bersama Malvin.


"Lah? Emang kenapa kalau kita ngumpul disini?" tanya Cyra.


"Coba, deh, liat jam kalian!" teriak Zee yang otomatis membuat mereka semua melihat pergelangan tangan masing-masing.


"Jam 7, kak," jawab Galen.


Malvin menaikkan alis nya sebelah, kemudian bertanya, "Yakin lo jam 7?"


"Lewat 15 menit, kak." El menjawab dengan polos.


Melihat wajah sok polos adik kelasnya itu membuat Zee ingin segera mencekik mereka semua, termasuk Kenzo dan Andrew. "Anj—" ucapnya terpotong mengingat ini masih pagi untuk berbuat dosa.


Melihat Zee yang sudah terbawa emosi, kini Malvin yang mengambil alih. "Sabar, Zee," katanya sambil mengusap bahu Zee. Kemudian ia menatap kearah Earth dkk, "Dan untuk kalian semua! Cepet ambil barisan! Bentar lagi upacara mau dimulai!"


"Tas kita gimana dong?" tanya Kenzo.


"Gantung aja noh di pohon!" celetuk Zee.


"Sembarangan aja lu ngomong!" sinis Cyra. Sedangkan Zee hanya menjulurkan lidahnya.


"Udah-udah kalo kalian gini terus bisa-bisa kita semua kena hukum sama guru!" Malvin menengahi. "Letakkan aja tas kalian di pinggir sana!" perintahnya.


"Tas kita mahal," ucap Kenzo.


"Ken, Please. Jangan buat gue emosi sama lo pada," balas Malvin datar.


Sebelum Kenzo membalas perkataan Malvin lagi, Andrew dan Krist buru-buru menarik cowok itu. Dan mereka mulai mengikuti upacara dengan terpaksa.


...💌💌💌...


"Hidup gue keknya nggak nyampai sore, deh."


Sejak upacara selesai El dan Galen tidak berhentinya mengeluh, yang mana omongan mereka berdua itu membuat kepala Earth dan Krist pusing. Sedangkan Cyra, gadis itu terlihat biasa-biasa saja. Sepertinya ia sudah terbiasa menghadapi tingkah laku sahabat-sahabatnya itu.


"Stop drama! Ayo masuk ke lab!" setelah mengatakan itu Cyra meninggalkan mereka berempat. Earth dan yang lainnya hendak menyusul, namun mereka urungkan setelah mendengar teriakan Andrew dan Kenzo memanggul mereka.


"Gue pinjem perlengkapan praktek kalian dong!"


"Ya ampun bang Andrew!" kaget El. "Udah tau minggu ini ujian praktek, malah nggak bawa," lanjutnya.


"Tau tuh! mana ini hari pertama lagi," timpal Galen.


"Simpen aja omelannya, nanti sore gue denger," balas Andrew. "Ada nggak?" tanyanya lagi.


Adik kelasnya itu serentak menggeleng, "Kita juga mau pake kali, bang," jawab Earth.


Krist mengangguk membenarkan, "Kecuali jam ujian praktek kita beda, mungkin masih bisa lo minjem."


"Kelar hidup lo, mana guru penanggung jawabnya galak banget lagi." Kenzo menakut-nakuti Andrew.


"Mmm, bang," panggil Earth.


"Apa?"


"Kita masuk dulu, ya?" tanyanya ragu. "Nanti bisa telat ujian kita. Cyra juga udah lama nungguin di dalem. Ngambek dah tu anak," jelas Earth.


"Nah si Bumi bener! Bisa mampus kita kalau Cyra ngambek," saut El.


"Ye si anjir malah takut sama Cyra bukan sama guru," kata Kenzo.


"Papay! bang," pamit El dan Galen sambil melambaikan tangan nya.

__ADS_1


"Good luck!" Krist memberikan semangat.


"Semoga lu dibolehin masuk, ya, ke ruangan." Earth menepuk-nepuk bahu Andrew.


Setelah mereka semua masuk, tinggallah Andrew dan Kenzo didepan ruangan praktikum kelas 10.


"Yok berdoa semoga lu kaga kena marah sama guru pj nya," kata kenzo sambil menadahkan tangan. Berdoa.


"Sialan!" Andrew meraup wajahnya. Kemana lagi ia dapat meminjam peralatan untuk praktikum hari ini.


...💌💌💌...


Cyra dan teman-temannya baru saja selesai melakukan praktikum. Kini mereka sedang menunggu abang kelasnya. Bermaksud menanyakan bagaimana nasib Andrew.


"Alhamdulillah, gue masih diberikan umur yang panjang."


"Alhamdulillah."


"Sehari aja nggak usah drama bisa nggak?" sarkas Cyra.


El dan Galen menundukkan kepalanya sedikit, "Ampun, nyonya!"


"Ih... pengen gue tabok, ya, lo berdua!" geram Cyra yang segera melayangkan tangannya.


"E-eh sabar, Ra! Sabar..." tenang Earth sambil menahan tangan Cyra yang hendak memukuli.


"Tabok aja, Ra," kompor Krist kemudian tertawa.


"Lama-lama rese juga lu, Krist!" ujar El.


"Serah gue dong!"


"Najis!" tukas Galen.


Krist hanya memutarkan bola matanya. Tidak lama yang ditunggu juga datang dengan wajah lesu.


"Gimana, bang?" tanya Krist memulai percakapan.


"Nggak gimana-mana," jawab Andrew.


"Nggak gimana-mana apanya?! Jelas-jelas elu kena marah tadi. Gue sedikit kasian karena muka lo ngeles amat." Kenzo menjelaskan sambil tertawa terbahak.


Kenzo menghelas napas panjang, sial sekali hari ini. "Udah ah, yok cabut! Gue butuh refreshing."


"Kemana?" serentak mereka bertanya.


"Udah ikut aja."


"Di traktir kaga?" tanya El, dasar kaum gratisan.


"Iye gue traktir. Terserah lo mau beli apa."


"Nah gitu dong!"


"Yaelah, bang! Baru juga praktikum hari pertama. udah frustasi aja lo," kata Cyra.


Andrew memutarkan tubuhnya menghadap Cyra, "Mau gue traktir kaga?"


Cyra menyengir, "Mau-mau!"


"Kalau mau mending diem!"


Cyra mengembungkan pipinya, "Oke-oke!"


Earth tertawa melihat ekspresi Cyra, kemudian cowok itu merangkul bahu gadis itu, dan  mengantarkannya ke mobil. Setelahnya ia masuk ke mobilnya sendiri. Dan mereka semua meninggalkan perkarangan sekolah. 


..._______________________...

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2