
...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...
...Terima kasih:)...
...❝ Happy Reading❞ ...
...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...
"Yo! what's up kesayangan gue!" sapa Kenzo sembari memeluk Earth dan Cyra.
Kenzo dan Andrew dengan santainya memasuki kelas Earth dan Cyra, yang mana kedatangan mereka mengundang perhatian sekelilingnya. Mengingat mereka juga cukup famous di lingkungan Smk Fighter.
"Apaan, sih, lo, Bang. Lebay banget!" cibir Cyra.
"Cantik-cantik nggak boleh judes, Neng!" balas Kenzo sambil mencolek dagu Cyra.
"Bang," tegur Earth datar.
Kenzo menampilkan cengiran khasnya, "Bego lu, Ken! Bisa-bisanya lo lupa pawangnya masih sebangsa singa!" gumamnya.
Andrew menggelengkan kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu. Tak ada habisnya jika menyangkut persoalan cewek.
"Tumben kesini, bang?" tanya El.
"Emang nya gue nggak boleh ke kelas cewek gue?!" balas Kenzo sewot.
"Buset, dah, sewot amat lu!" ujar Galen.
Semua yang ada disitu menatap Kenzo heran, cewek mana yang dimaksudkan oleh Kenzo.
"Cewek lo emang siapa, Bang?" tanya Krist.
"Itu..." Tunjuk Kenzo menggunakan dagunya.
"Gue?!" tanya Cyra cengo.
Andrew menggeplak kepala Kenzo, "Bisa nggak, sih, lo sehari aja nggak usah ngegodain anak orang?!" tanya Andrew kesal.
"Tau lo, Bang! Gue kira beneran ada cewek lo di kelas ini." Galen ikutan kesal.
"Ah, elah! Lo pada baperan amat... Hidup itu nggak usah dibawa serius kali ah!" ujar Ken dengan gaya soknya.
"Belagu lo!"
"Diem!"
Elano menghela napas melihat Galen dan Kenzo masih saja berdebat.
"Earth..." panggilnya.
Earth menoleh, "Apaan?"
"Diem-diem aja lo."
Earth hanya bergumam sebagai responnya.
Galen menyenggol Kenzo kemudian berbisik, "Mampus! hidup lo keknya nggak aman lagi deh, Bang."
"Nggak apa-apa... Lo tenang aja, abang ganteng lo ini masih banyak stok nyawa di kulkas. Oke?" balasnya berbisik.
"Kalian ngapain bisik-bisik ?" Heran Krist melihat para sahabatnya itu.
"Kepo!" Kenzo menjulurkan lidahnya yang dibalas dengusan oleh Krist.
"Jadi?" tanya Earth.
"Apanya?" tanya Kenzo.
Earth berdecak kesal, "Tujuan lo berdua dateng kesini!" jelas Earth datar.
"Oh, iya, lupa!" balas Kenzo cengengesan, kemudian menatap Andrew,"Kita ngapain disini, Rewrew?"
"Rewrew-rewrew kepala lo!" sinis Andrew.
"Hehehe... maap-maap."
"Asu!" umpat Andrew.
"Jadi kita berdua dateng kesini mau ngajak adek-adek tersayang gue liburan! YEAY!" teriak Andrew heboh.
__ADS_1
"YEEEE!" Kenzo tak kalah heboh, bahkan ia sampai menggebrak-gebrak meja. "Selesai ujian kita langsung cuss liburan! YEAY!" lanjutnya.
Krik... Krik...
Tapi respon adik kelas mereka berbanding terbalik dengan yang diharapkan.
"Kok kalian nggak seneng, sih?" tanya Kenzo kesal.
"Bener! Nggak ada bahagia-bahagianya!" Andrew ikutan kesal.
"Ya, ki-kita ikutan seneng... sih, bang. Tapi—"
"Tapi nggak gitu juga kali!" Earth memotong ucapan Elano.
"Liat tuh sekitaran lo berdua! Nggak malu diliatin?" tanya Krist.
Kenzo mencibir, "Yaudah! Terserah kalian!" rajuknya.
"Mau liburan kemana emang?" tanya Cyra yang sedari diam.
"Nah! Maka dari itu gue dan Andrew ada disini!" jawab Kenzo.
"Mau liburan kemana pun ujung-ujungnya tetep gue yang bayarin, Bang." Sinis Earth.
"Nggak lo doang kok." Kenzo tersenyum, "Cyra juga bakal bantuin lo, Earth. Iyakan, Sayang?" tanyanya.
"Sekali lagi lo panggil Cyra sayang, nggak ada kata liburan buat lo tahun ini!" ancam Earth.
Ancaman Earth sukses membuat Kenzo menutup rapat mulutnya. Sedangkan yang lainnya hanya tertawa melihat Kenzo.
"ANDREW! KENZO! NGAPAIN KALIAN MASIH DISINI?!"
"AMPUN, BUK!"
...💌💌💌...
Bell sekolah sudah berbunyi, menandakan berakhirnya pelajaran untuk hari ini. Kini Earth dan yang lainnya bersiap akan pulang.
"Ntar malem jangan lupa, ye," ingat Kenzo.
"Aman... gue pasti dateng," balas Krist.
Sontak yang lainnya melihat kearah Elano. Tumben sekali anak itu tidak bisa hadir.
"Kenapa?" tanya Cyra.
"Lo Elano kan?" tanya Andrew tidak percaya.
"Trus menurut lo gue siapa? Ha?!" kesal El.
"Yakan biasanya lo paling semangat liat gue balapan."
"Mau gimana lagi? Gue bener-bener nggak bisa," jelas nya.
"Ya, udah, deh, kalo gitu," balas Galen.
Elano mengangguk.
"Kuy parkiran! Udah sore juga," ajak Earth.
Baru selangkah mereka berjalan teriakan Elano terdengar.
"Iya, bener. Gue bener-bener nggak bisa nggak dateng. HAHA..." teriaknya kemudian berlari meninggalkan para sahabatnya. Takur digebukin.
"Udah gue duga," ucap Kenzo datar.
"Orang kek gitu nggak usah terlalu dipercayain, bang," Kata Krist.
"Lo bener."
"Nggak jelas banget tu anak."
"Ya, udah lanjut jalan lagi. Tuh si El udah nyampai."
"HEI! Tunggu!" teriak seseorang.
Cyra berdecak kesal, "Aduhhh apalagi, sih?! Kapan sampainya kalo gini!"
Earth merangkul Cyra. "Sabar, Ra. Siapa tau penting."
__ADS_1
"Hmm."
"Kenapa, Vin?" tanya Andrew.
Ternyata yang meneriaki mereka Malvin dan Zee. Sang ketua osis dan wakil ketua osis Smk Fighter.
"Gue Cuma mau bilang, besok kita bakalan ujian semester. Dan gue harap nggak ada satu pun dari kalian yang buat masalah besok!"
"Lah? lo kira kita ini biang masalah apa?" balas Cyra.
"Heh, rambut gulali! Sadar diri dong! Nama kalian itu udah menuhin satu buku hitam di BK! Dan sekarang?! Lo nggak terima dibilang biang masalah?!" tanya Zee marah.
"Wesss santai dong kakak cantik. Ntar kalo ngomel-ngomel jelek lo, kalau jelek nanti kak Malvin nggak mau lagi sama kakak. Gimana, tuh?" balas Earth. Memang hanya Earth dan Cyra yang tidak mau kalah dengan ketos dan waketos itu.
"Ihh lo bisa diem nggak, sih?" pekik Zee kesal.
"Udah-udah!" Malvin melerai perdebatan tersebut, kalau tidak dilerai nggak akan habisnya. Apalagi Cyra dan Zee.
"Oke! Itu doang kan, Vin?" tanya Kenzo yang sedari tadi diam.
"Satu lagi!" ujar Cizee.
"Apalagi, kak Zee?" tanya Krist malas. Dirinya sudah terlalu lelah berlama-lama di sekolah.
"Besok jangan datang terlambat."
"Bawel lo, ah!"
"Cyra! Bisa nggak, sih, lo iyain omongan gue sekali aja?!"
Cyra mengangguk mengiyakan, "Bisa-bisa. Kalau lo bilang gue cantik, gue bakal iyain omongan lo," jawabnya sambil tersenyum.
Yang disana hanya melongo mendengar jawaban Cyra. Ada saja jawaban gadis itu untuk melawan Cizee.
"Kita udah boleh pulang nggak nih?" tanya Earth.
"Iya. udah pegel nih kaki gue berdiri mulu!" tambah Galen.
Malvin mengangguk, "Silahkan pulang. Dan inget jangan cari masalah apapun selagi kalian masih menggunakan seragam sekolah!"
"iye-iye."
"Lo jangan iyain aja, Ken." Zee berucap. "Lo sama Andrew itu kakak kelas kelas mereka, udah seharusnya ngasih contoh yang baik. Jangan malah ikutan onar!" tambahnya.
"Iya kakak Cizee yang cantik... Maafin kami berdua ya..." ucap Andrew dan Kenzo serentak.
Zee hanya mendengus mendengarnya, "Serah kalian, deh! Gue udah capek ngeliat tingkah kalian semua! Ayok, Vin. Pulang!" ucapnya sambil menarik tangan Malvin.
"Huuuu... kalah kan, lo!" sorak Cyra.
"Lo kek dendam amat sama kak Zee, Ra," ucap Krist.
"Dia duluan tuh yang nyari masalah sama gue."
"Woi! Kalian lama banget, sih?! Ngapain berdiri disitu?" teriak El menghampiri mereka.
"Lo, sih, main ninggalin kita."
"Hahaha... Maaf, abisnya gue takut digebukin sama kalian."
"Digebukin apaan njir!" kesal Galen.
"Ya, udah ayok pulang! Gue mau prepare untuk nanti malem," ajak Andrew.
"Nanti kalau lo menang lagi, jangan lupa traktir gue ya, Bang," pinta Cyra.
"Untuk lo aman, Ra."
"Kita-kita jangan lo lupain juga, Bang!" Earth tak mau kalah.
Andrew hanya tertawa melihat tingkah laku adik-adik kelas nya itu, "Tenang... kalian semua bakal gue traktir. Oke?!"
"Oke, abangku," balas Kenzo.
"Geli, Ken."
"Hahaha..."
..._______________________...
__ADS_1
Tbc,