One Heart

One Heart
16. Holiday (2)


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Beberapa menit lagi matahari akan menunjukkan sinarnya. Earth beserta sahabat-sahabatnya sudah stay di pinggir laut dengan posisi duduk di bebatuan.


"Setelah sekian lama akhirnya gue liat sunrise juga," ujar El bersemangat.


"Jadi selama ini lo nggak liat gitu di Jakarta?" tanya Galen.


"Ya... liat. Maksud gue tuh liat sunrise nya dengan suasana kek gini, lho... Liatnya di tepi laut. Jelas! Ngerti kaga lo?" jelas El sedikit jengkel.


"Ribut mulu lo berdua!" ujar Cyra yang merasa terganggu dengan keributan yang dibuat.


"Maaf-maaf," cicit El dan Galen.


"Rey!" Panggil Kenzo.


"Apaan?" tanya Rey menghampiri.


"Tolong fotoin kita dong! Boleh nggak?"


"Ih, belum mandi juga masa foto-foto? Nggak ikutan deh gue," tolak Cyra.


"Tetep cantik kok." Earth berkata sembari merapikan rambut Cyra yang berantakan diterpa angin.


"Di mata Earth dalam keadaan apapun Cyra juga tetep cantik," celetuk Andrew.


"Bener banget! Haha..." respon mereka menyetujui perkataan Andrew. Sedangkan Earth dan Cyra mendengus mendengarnya.


"Apasih nggak jelas lo semua!" sentak Cyra kemudian memalingkan wajahnya. Berusaha menutupi rona kemerahan yang timbul.


"Salting cie... salting ..." goda El.


"Demi apasi?! Cyra salting?!" heboh Kenzo. "An!" panggilnya ke Andrew. "Lo liat Cyra salting dong! Anjir selama kenal tuh anak baru kali ini salting! Haha...."


"Iya! Gue juga baru kali ini liat Cyra salah tingkah. Biasanya juga Earth yang salting." Andrew tertawa.


Rey tertawa, "Kalian baru kali ini kan? gue mah sering!" sombongnya.


Cyra yang diperlakukan seperti itu semakin ingin menceburkan diri kedalam laut yang ada dihadapannya.


"Jangan gitu dong! tambah malu nih kesayangan gue." Earth memeluk Cyra yang spontan menelusup kan kepalanya ke ceruk leher Earth.


"Ah! Gue iri!" teriak El.


"Niat mau ngeliat sunrise malah liat orang pacaran," gumam Krist kemudian mulai menyibukkan diri dengan kameranya.


"Makanya cari pacar!" ejek Earth.

__ADS_1


"Emang Lo sama Cyra pacaran?!" balas Elano.


Earth tersenyum sombong mendengarnya. Nggak tau aja lo, batin Earth.


Galen berdecak kesal, "Jadi foto nggak, nih?!"


"Jadi! pokoknya Cyra harus ikut!" paksa Kenzo.


"Ya udah, cepetan!"


Sekolompok remaja itu kini mulai mengambil posisi masing-masing dan mulai menampilkan mimik wajah terbaik.


Cekrekk


"Done!" ucap Rey berniat mengembalikan kamera ke Krist.


"Ha? Udah?" tanya Cyra.


"Iya, udah. Kenapa?" tanya Rey heran.


"Nggak terasa! Lagi dong fotonya," kata Cyra mulai bergaya lagi.


"Gaya lo kaga mau foto," cibir Kenzo.


"Bacot! Ayo foto lagi!"


"Iya-iya!"


"Krist kasih kameranya lagi ke Rey!" perintah Cyra.


"1... 2... 3...."


Cekrekk...


"Lagi, Rey!"


Dan akhirnya lebih dari 10 kali mereka berfoto. Itu semua berdasarkan perintah Cyra.


"Awalnya doang kaga mau foto," ucap El.


"Eh, akhirnya dia yang semangat banget," timpal Galen.


"Karena disitu gue cantik makanya gue mau!" balas Cyra tak mau kalah.


Earth hanya tertawa melihat sifat Cyra yang seperti itu. Setidaknya sahabat-nya itu melupakan kesedihannya tentang kedua orang tua mereka.


"Kan udah gue bilang, dimata Earth lo itu tetep cantik," ucap Andrew.


"Dimata Earth doang, kalo kalian? gimana?" tanya Cyra.


"Cantik kok!" jawab mereka serentak.


"Tuh kan! Lo sih nggak percaya. Lo itu cantik, Cyra." Earth menatap Cyra.

__ADS_1


"Drama part 2 dimulai," gumam Krist.


"Gue duluan ke hotel, ya?"


"Lho? cepet banget Rey. Nggak ikut breakfast bareng kita dulu?" tanya Andrew ke Rey.


"Nggak. Gue mau ngurusin perusahaan di sini dulu," jawab Rey kemudian pergi meninggalkan sekelompok remaja itu.


"Orang sibuk mah beda," kata Galen.


"Nggak kek lo yakan? kaum rebahan," ejek Kenzo.


"Sialan!"


"Woi, Earth!" panggil El.


"Jangan teriak dong! Earth didepan lu noh!" Marah Krist.


El hanya menyengir, "Ya, maaf. Nggak tau kenapa gue tuh tiba-tiba penasaran sama hubungan Earth dan Cyra. Kalian nggak penasaran apa, ya?"


"Kan sahabat?" respon Galen heran.


"Salah!" jawab Kenzo dan Andrew bersamaan.


"Anjir! kalo nggak sahabat berarti—"


"Pacaran lah!" jawab Krist cepat.


El dan Galen melongo mendengar jawaban Krist. Dari mana Krist tau? pikir mereka.


"Lo tau darimana?" tanya El sekaligus mewakili Galen.


"Apa cuma kita berdua yang nggak tau?" tanya Galen lagi.


Earth dan Cyra tertawa melihat ekspresi yang ditampilkan El dan Galen.


Earth menghampiri El dan Galen, memposisikan diri berada diantara kedua sahabatnya itu. "Gue sama Cyra emang udah pacaran. Dari lama malah. Masa kalian nggak tau, sih? Kalau Bang Kenzo dan Bang Andrew mah udah lama taunya. Dari SMP malah," jelasnya.


"Krist?"


"Kalau Krist gue nggak heran, sih, dia tau. Mengingat dia pinter," jawab Cyra sedikit mengejek.


Galen dan El sedikit tidak terima atas perkataan Cyra tapi demi rasa penasaran mereka abaikan.


"Ceritain pokoknya!" tuntut El


"Panjang ceritanya!" kata Earth.


"Breakfast dulu yuk baru cerita," ajak Cyra. "Gue laper nih," tambahnya.


"Oke! Abis itu gue tagih, ya! Awas kalo nggak!" ancam El dan Galen.


..._______________________...

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2