
...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...
...Terima kasih:)...
...❝ Happy Reading❞ ...
...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...
"Bye-bye Bali. Kapan-kapan kita ketemu lagi, ya," pamit Galen.
Kini mereka telah berada di dalam pesawat. Sebentar lagi pesawat menuju Jakarta akan terbang.
"Sedih amat muka lo," komentar Kenzo.
"Sedih gue, bang. Entah kapan gue bisa ke Bali lagi."
"Besok juga kalau lo mau ke Bali juga bisa, nyet!" celetuk El.
Galen mendengus, "Bukan masalah uang curut! Tapi masalah waktu. Udah kelas 11 jangan main-main lagi. Tobat bego!"
"Gue yang kelas 12 aja b aja, tuh!" sombong Kenzo.
"Gue yang udah kerja aja nggak sombong, tuh!" celetuk Rey yang mendengar sedikit percakapan Remaja itu.
"Ya— ya lo jangan disamain dengan kita-kita lah." Kenzo berbicara datar.
Rey hanya tertawa menanggapinya.
"Earth! diem-diem aja lu!" sapa El.
"Sibuk bucin jangan ganggu!" larang Rey.
"Lo juga Krist! Jangan sibuk sama dunia sendiri terus, jodoh lo diambil orang noh!"
Krist menatap sinis El, "Apaan, sih, lo! Nggak jelas banget!"
"Bang An, jangan lupa pj ya!"
Andrew menatap horor El sedangkan Alisha yang mendengarnya hanya tersipu malu. Alisha pulang bareng mereka. Entah bagaimana caranya mereka mengajak, yang pastinya Alisha kini bersama mereka.
"Mending gue tidur daripada ditemenin sama dua curut," gumam El segera menyumpal kedua telinganya dengan Airpods.
"Yang dia maksud curut itu kita berdua, bang?" tanya Galen kepada Kenzo.
"Bodo amat! gue mau tidur!" jawab Kenzo.
Galen menoleh ke kiri, disebrang nya ada Earth yang tengah menonton bersama Cyra. Lalu ia menoleh ke depan, ada Andrew yang sedang asik bercanda gurau dengan Alisha. Melirik kesamping Kenzo dan El sudah tertidur. Rey jangan ditanya, cowok itu pasti sibuk dengan dokumen dokumen.
__ADS_1
"Sialan lo semua!" umpatnya.
...💌💌💌...
"Kerumah gue dong, Ra," pinta Earth setelah selesai membantu Cyra merapikan barang-barangnya.
Cyra mengangkat sebelah alisnya, "Ngapain? gue mau tidur. Capek. Udah malem juga."
"Gantian bantuin gue lah! Enak aja lo mau tidur!"
"Mager." Cyra merebahkan tubuhnya di sofa.
"Nggak asik banget lo!" Earth menarik tangan Cyra agar cewek itu beranjak dari sofa.
"Iya-iya!" Pasrah gadis berambut pelangi itu.
Earth tersenyum manis menyambut kepasrahan Cyra.
Setibanya dirumah Earth, kedua remaja tersebut heran dengan kondisi rumah Earth. Tumben sekali televisi menyala dan ada beberapa makanan di meja makan.
"Siapa yang dateng?" tanya Cyra.
Earth menggeleng sebagai jawaban nya.
"Oh, udah pulang ternyata, kamu."
"Kapan mama pulang?" tanya Cyra basa-basi.
"Kemarin, Cyra," jawab nya ramah.
"Papa mana, ma?" tanya Earth mencari Papanya.
"Papa kamu masih ada kerjaan di Bali."
Earth dan Cyra terkejut sekali lagi. "Bali?!"
Mama Earth mengerutkan keningnya, "Iya, Bali. Ada yang salah?"
"Oh eng-enggak, Ma. Soalnya kita kemarin liburan kesana, Ma," jelas Earth.
"Oh, ya? Kenapa nggak bilang? Kan kita bisa ketemu," rajuk mamanya.
"Mama nggak tau kita liburan ke Bali?" tanya Cyra heran.
Mama Earth menggeleng, "Mama kemarin ada dapet laporan dari Rey kalau kalian lagi liburan bareng temen-temen. Tapi mama nggak terlalu dengerin perkataan Rey. Mama lagi sibuk waktu itu."
Cyra dan Earth tersenyum tipis, "Oh gitu, ya, Ma."
__ADS_1
"Kalian baru sampai kan? Kok nggak istirahat dulu? Ayo makan sama Mama. Udah lama kita nggak makan bareng. Mama kangen banget sama kalian berdua." Earth dan Cyra hanya pasrah mengikuti.
...💌💌💌...
Suasana canggung menghiasi makan malam tersebut. Dan itu dirasakan oleh Mama Earth.
"Kok canggung, ya. Apa karena kita udah lama nggak makan bareng kali, ya," katanya sebagai pembuka pembicaraan.
"Mungkin, Ma," jawab Earth malas yang dihadiahi senggolan Cyra.
"Apa?"
"Jangan gitu ah!" jawab Cyra pelan.
"Kan emang bener perkataan gue."
Mama Earth yang memperhatikan interaksi kedua remaja itu bertanya. "Kalian kenapa? masakan mama nggak enak, ya?"
Cyra menggeleng kuat, "Enak kok, Ma!"
"Nih Cyra makannya banyak." Cyra menyuapkan sesendok penuh nasi ke dalam mulutnya dan hal itu membuat Earth menjadi gemas sendiri.
"Jangan gitu," bisik Earth.
"Kenapa?"
"Gue jadi pengen gigit pipi lo, sayang..."
Plakk
Cyra menggeplak kepala Earth yang langsung disambut ringisan oleh cowok-nya itu.
"Kalian kenapa, sih?! Berantem terus kalo udah deketan." Mama Earth heran, bagaimana bisa mereka bersahabat kalau setiap hari tidak akur.
"Earth usil banget, Ma!" Cyra mengadu.
"Eh, nggak, ya, Ma! Earth mah baik mulu sama Cyra. Cyra nya aja yang galak banget." Earth tak mau kalah.
Mama Earth tertawa, "Udah-udah lanjutin makan kalian. Kalian berdua sama saja."
"Iya, Ma."
Perlahan suasana canggung lenyap oleh candaan yang dibuat oleh Earth dan Cyra.
..._______________________...
*T**bc*,
__ADS_1