One Heart

One Heart
12. Satnight


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Earth setengah berlari dari rumahnya menuju rumah Cyra. Ia membawa snack sekantong penuh. Mereka berencana untuk melakukan camping dibelakang rumah Cyra.


"Sayang... Earth dateng nih!" teriaknya.


"Gue tabok lo, ya, manggil sayang-sayang!" ancam Cyra.


Earth hanya tersenyum menanggapinya.


"Ya udah, yuk, kita kebelakang!" ajaknya.


Cyra mengangguk,"Yuk!"


Earth dan Cyra segera kebelakang untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan.


"Daging sama bumbunya udah beres belum?" tanya Earth.


"Tunggu, gue ke dapur dulu nanya bibi." Cyra beranjak menuju dapur. Sedangkan Earth lanjut membersihkan tempat panggangan.


"Itu udah semua? tanya Earth setelah melihat Cyra datang dibantu Art.


Cyra mengangguk,"Udah, nih."


"Bibi kebelakang dulu ya, non, den," pamitnya.


"Iya, bi."


"Eh, bi tunggu!" tahan Earth.


"Ya, den?"


"Bilangin ke Pak Didi siapin peralatan nonton ya!" perintah Earth.


"Ooh... Den Earth dan non Cyra mau bikin bioskop mini, ya?"


"Iya, bi Tuti," jawab Cyra tertawa kecil.


"Tumben banget nggak keluar? Biasanya kalau malem minggu gini aden sama non pasti keluar."


Earth dan Cyra saling bertatapan, "Lagi males aja, bi," jawab Cyra.


"Mending bibi panggil pak Didi, deh, biar cepet kita nontonnya," ujar Earth.


"Oke, siap, den! Bibi panggil pak Didi dulu ke dalem. Permisi, den, non."


"Ya."


Setelah bi Tuti masuk rumah, Earth dan Cyra mulai membakar daging dan sosis untuk menemani mereka nonton. Dan membiarkan pak Didi menyiapkan alat-alat untuk menonton.


"Temen-temen pada tau nggak, sih? Kalau kita nggak ngumpul malem ini?" tanya Cyra.


"Nggak. Biarin aja," jawab Earth singkat.


Cyra mengangguk-angguk saja. Dan mulai membantu Earth.


...💌💌💌...


Kini semua sudah siap. Tenda dan segala pernak-pernik sudah selesai dipasang.


"Film apa ni?" tanya Cyra.


"Horror gimana?"


Cyra berdecak, "Gue tau tujuan lo!" sinisnya.


Earth terkekeh kemudian merangkul Cyra, "Apa coba?"


"Lo minta film horror supaya pas hantunya nongol gue reflek meluk lo. Itukan?"


"Good girl," jawab Earth sambil mengusap rambut Cyra.


Drtt...Drtt...


"Handphone lo bunyi, tuh!"


Earth melepaskan rangkulan nya kemudian mengambil handphone yang terletak di atas meja.


"Elano," gumamnya membaca nama dilayar handphone.


"Kenapa?" Tanya Earth setelah menerima panggilan nya.


"Lo sama Cyra dimana? Kaga kesini?"


"Nggak. Kita berdua lagi males keluar, El."

__ADS_1


"Tumben amat. Tapi lo berdua nggak kenapa-kenapa kan?"


Earth mengerutkan dahinya, "Maksudnya?"


"Maksudnya lo berdua lagi nggak ada masalah kan?


I mean bokap nyokap lo?"


"Ooh." Earth tertawa mendengarnya. "Nggak kok. Mereka nggak ada nyari masalah. Tenang aja."


Disebrang sana terdengar seseorang memanggil Elano dan berbicara kepadanya. Sepertinya itu salah satu sahabat mereka.


"Eh, Earth!" panggilnya.


"Kenapa?"


"Gue sama yang lain kerumah lo, ya?"


"Lo lagi dirumah Cyra kan?" tanyanya lagi.


"Iya ... kesini aja."


"Otw, sayang! Muach!"


El mematikan telponnya sepihak.


"Mereka kesini?" tanya Cyra yang sedari hanya memperhatikan Earth berbicara.


Earth menoleh menghadap Cyra, "Iya... nggak apa-apa kan?"


"It's okey!" jawab Cyra berat hati.


"Btw, mereka khawatirin kita, lho, Ra." Earth tertawa mengingat para sahabatnya itu mengkhawatirkan mereka.


"Oh, ya? Gimana emangnya?"


"Ya... Mereka nanyain kita baik-baik aja atau nggak."


"Kok gitu?" tanya Cyra heran.


"Orang tua kita."


"Oh, gitu..." Cyra tertawa, "Lucu, ya, mereka. Bisa-bisanya khawatir sama kita. Padahal baru juga kenalan awal masuk smk. Tapi kita udah deket aja. Banget malahan."


"Iya... Bersyukur banget punya sahabat kek mereka."


"Ya-ya... Yang penting kejadian dulu jangan ke ulang aja."


"Udah, lupain yang dulu, Ra."


...💌💌💌...


"KAMI DATANG..."


"Berisik, lo!" ketus Cyra.


"Tau, nih, El! Ini rumah bukan hutan!" peringat Kenzo.


"Perasaan lo sama aja deh, bang," ujar Cyra membuat Kenzo menyengir tanpa dosa.


"Nyesel banget lo berdua nggak ikutan. Balapannya tadi seru banget, lho. Lawannya seimbang. Wah parah, sih." Heboh Galen.


Mendengar teman-temannya mengoceh membuat Cyra mendengus, baginya itu sama sekali tidak penting. Biasanya juga ia dan Earth selalu ikutan balapan dan itu bukan sesuatu hal yang luar biasa lagi.


Andrew memperhatikan raut wajah Cyra, tertangkap raut kekesalan di wajah cantik gadis itu, "Lo kenapa, Ra? Kok kesel gitu mukanya?"


Seketika semuanya ikut menatap Cyra, "Apa lo semua liat-liat!" bentaknya.


"PMS lo ya?" tebak El.


"Nggak."


Kalian tu ganggu banget tau! batin Cyra.


"Terus?" tanya Earth yang ikut heran. Perasaan tadi baik-baik aja.


"Nggak ada!" berangnya. "Udah, deh, nggak usah banyak tanya!"


"Ya udah-ya udah," Krist menengahi. "Cyra sekarang mau apa? Kita kabulin, deh," tawarnya. Cowok satu itu memang paling peka di antara temannya yang lain.


Cyra tampak berpikir, tak lama menyengir. Dan hal itu yang membuat teman-temannya bertambah bingung.


"Besok aja deh gue tagih," jawabnya.


"Lo aman kan, Ra?" tanya Galen perlahan menjauh dari Cyra.


"Aman, lah," jawab Cyra. "Lo kenapa ngejauh gitu?"


"Ya... Siapa tau lo kesambet kan," ucapnya pelan. Dan ucapan Galen sukses membuat yang lain menyoraki.


Andrew melirik ke arah bioskop mini buatan Earth dan Cyra, "Kalian lagi nonton, ya?" tanyanya.

__ADS_1


"Iya, bang," jawab Earth.


"Boleh gabung dong?" tanya Kenzo.


"Khusus lo sama El bayar!" ujar Cyra ketus.


"Kok gue juga?" El tak terima.


"Lo berdua ribut mulu dari tadi."


Earth tertawa,"Ayo kita puter filmnya!"


...💌💌💌...


"Aduh... El geser dikit kek badan lo! Gue udah kejepit nih!" teriak Krist.


"Bukan gue! Noh si Galen!" balas El.


"Ribut, deh, kalian!" decak Kenzo.


"Galen, tuh, Bang!"


"Shuut... Diem!" Andrew fokus menatap layar lebar didepannya.


"Tap—"


"Diem atau gue usir kalian pulang!" Ancam Cyra membuat mereka semua kicep.


Dan setelah mendengar ancaman Cyra mereka kembali fokus menonton film yang ditampilkan. Walaupun Elano merasa tersiksa karena Galen terus saja berdempetan dengannya. Apalagi kalau bukan takut.


"Kita pulang duluan, ya," pamit El setelah film selesai diputar dan makanan yang disediakan sudah habis.


"Yakin lo pulang?" tanya Earth.


El tersenyum manis, "Ya, kaga lah!" Tawa El pecah.


"Udah gue duga," ketus Cyra.


"Basa-basi doang elah, Ra. Biar kek orang-orang."


"Tidur dimana, nih?" tanya Krist yang sudah mulai mengantuk.


"Tidur diluar," jawab Earth dan Cyra polos.


"Ha?!" kaget mereka.


"Ya, lo nggak liat apa?!" tanya Cyra sambil menunjukkan sekeliling, "Itu ada dua tenda. Gue sama Earth rencananya tidur disana malem ini," jelasnya.


"Tapi mana cukup dua tenda, beb," kata Kenzo.


"Kita tidur disini aja gimana?" usul Galen.


"Di atas rumput ini maksud lo?!" tanya Andrew tak percaya.


"Boleh-boleh!" Angguk Cyra antusias.


"No!" larang Earth. "Disini banyak nyamuk. Nanti Cyra habis digigit nyamuk!" lanjutnya.


Semua yang ada disitu berdecak. Dasar bucin, pikir mereka.


Cyra menatap Earth. Mengeluarkan jurusan andalannya, puppy eyes.


"Boleh, ya? Ya? Ya?" bujuknya.


Earth menghela napas pasrah, "Ya udah, iya! Tapi kita tidur pake kelambu!" putusnya.


"Ada emangnya kelambu gede?" tanya El penasaran.


"Ada. Tunggu gue ambil dulu." Setelahnya Cyra pergi masuk kedalam rumah.


"Lo lupa dia siapa? Sultan mah bebas, bro!" bisik Kenzo.


"Lu bener, bang!"


Tak lama kemudian, Cyra datang sambil membawa kelambu. "Nih! Pasang."


"Iya-iya, bos."


Setelah kelambu terpasang dan semua keperluan tidur sudah siap, mereka ingin segera memejamkan mata. Karena jam sudah menunjukkan pukul dua malam. Tapi, suara Earth menghentikan kegiatan mereka.


"Tidurnya nggak boleh deket-deketan sama Cyra! Jauh-jauh sana!" peringatnya.


"Iya, anjir! Gue juga tau!" kesal El.


"Cerewet amat lo kek mak-mak komplek," ejek Galen.


Cyra hanya tertawa melihat tingkah Earth. Baginya tidak apa. Yang penting diperbolehkan ikut tidur di taman. Kapan lagi coba tidur diluar bareng sahabat, pikirnya.


"Udah tidur! Yang telat bangun, besok gue suruh beresin ini, ya," ancam Cyra.


"Iya, nyonya," jawab mereka serentak.

__ADS_1


..._______________________...


Tbc,


__ADS_2