One Heart

One Heart
02. Sefrekuensi


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar ya:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Selesai dengan beberapa kegiatan, kini mereka semua diberikan waktu untuk beristirahat dan makan siang. Earth dan Cyra memutuskan untuk duduk di sudut kantin.


"Anjir, gue mau ngakak liat muka anak-anak OSIS tadi," kata Earth tertawa.


Cyra tersenyum sinis mendengarnya, "Lo tau kan Earth, gue paling males bawa-bawa orang tua," jawabnya sedikit ketus.


"Iya tau... apasih yang nggak gue tau tentang lo," balas Earth sambil mengacak rambut Cyra.


"Lagian mereka pantes ngedapetin itu. Skakmat kan, mereka!" lanjut Earth.


Cyra tidak lagi membalas perkataan Earth, dirinya kini sibuk dengan makanan yang berada dihadapannya. Jika mereka tidak menyelesaikan makan siang sesegera mungkin, mereka akan diberi hukuman. Ya, kira-kira begitulah perkataan Ketua OSIS tadi. Earth dan Cyra hanya menurutinya, mereka tidak ingin membuat kekacauan di hari pertama mereka bersekolah. Belum waktunya, pikir mereka berdua.


...💌💌💌...


"Untuk besok, jangan sampai kalian tidak membawa apa yang sudah saya katakan tadi!" Perintah Malvin.


"Dan saya tidak akan menerima siswa atau siswi yang datangnya terlambat!" tambah Cizee.


"Paham kalian semua?!" tanya Tari—anak OSIS lainnya.


"Paham kak!" jawab mereka serentak.


"Yasudah, kalian boleh pulang sekarang," ucap Malvin membubarkan.

__ADS_1


Setelah Malvin berkata seperti itu, mereka yang berada di lapangan segera membubarkan diri.


"Langsung pulang kaga ni?" tanya Earth ketika mereka sudah sampai di gerbang.


Cyra menggeleng, "Makan dulu lah. Males banget gue makan di rumah nggak berpenghuni."


Earth tertawa mendengar perkataan Cyra. "Setuju. Yaudah, yuk, berangkat!"


...💌💌💌...


Setibanya di rumah, Earth tidak langsung pulang kerumahnya. Melainkan bermain dulu dirumah Cyra. Hal itu sudah biasa terjadi, mungkin bisa dibilang Earth lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah Cyra ketimbang rumahnya sendiri.


"Ra."


"Apaan?" sahut Cyra.


"Love you!" teriak Earth secara tiba-tiba.


"Lo apa-apaan, sih, anjir?! Lo pikir gue budeg apa, ya?!" kesal Cyra.


Earth tertawa terbahak melihat reaksi Cyra. Senang sekali menjahili sahabatnya itu.


"Sorry-sorry," ucap Earth di sela-sela tawanya.


"Tau, ah, nyebelin banget! Gue mau masuk aja!"


Setelah berkata seperti itu, Cyra meninggalkan Earth yang masih duduk di taman belakang rumah.


"E-eh?! kok gue ditinggalin, sih, Ra?!"


"Bodo amat! Abisnya lo nyebelin banget sumpah!" teriak Cyra.

__ADS_1


"Ngambek dah tu anak," gumam Earth. Kemudian menyusul Cyra masuk ke dalam.


...💌💌💌...


"Jajan keluar kuy! Gue traktir deh!" bujuk Earth setelah menemukan Cyra yang ternyata berada di dapur.


"Jajan apa coba?" tanya Cyra setelah melihat jam yang menggantung indah di dinding.


"Whisky,” jawab Earth gamblang.


Cyra melotot mendengar perkataan Earth yang terkesan santai. "Lo gila, ya?!"


"Nggak tuh. Masih waras, gue."


Cyra menggangguk, "Ayo! udah lama nih kita nggak ke club."


"Nggak jadi, deh, Ra. Gue bercanda doang," kata Earth.


“Nggak jelas, lo, Earth,” hardik Cyra.


"Besok kita sekolah. Masih MPLS juga kan? gawat kalo malem ini kita teler," jelasnya.


"Iya juga ya." Cyra menggangguk setuju. "Lo bego sih!" ejeknya.


"Kalo gue bego, lo juga sama begonya, Ra!"


"Oh, iya, juga, ya. Kita kan sefrekuensi, Earth."


"Iya. Lo bener banget!"


Su

__ADS_1


__ADS_2