One Heart

One Heart
11. Happy


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


"Earth... gue laper..." rengek El.


"Ni anak makan mulu!" celetuk Galen.


"Tau nih! Tadi sore kan udah makan, El," timpal Andrew.


"Kan tadi sore, sekarang udah malem," balas El menjulurkan lidahnya.


Earth menghela napasnya, "Yaudah, ayo keluar! Gue traktir."


"Yeay!" sorak mereka semua. Segera mereka mengambil jaket dan melangkah keluar. Namun suara Cyra menghentikan mereka.


"Mukanya dibersihin dulu dong abang-abang ganteng..." ucap Cyra greget.


"Lah iya!" Kenzo nyengir, "Lupa kalau kita lagi maskeran."


"Seneng sih seneng ditraktir. Tapi please, deh, jangan buat gue malu!" gerutu Cyra.


"Santai, Ra." Earth tertawa.


"Yaudah, cepetan bersihin! Keburu malem banget ntar."


"Siap ibu Negara!" Earth ingin membasuh wajahnya di wastafel tapi—


"Eh! Ngapain lo disini cuci mukanya?" Intrupsi Cyra.


"Sana-sana di tempat lain! Toilet lo nggak ini doang kan?" Setelah berkata seperti itu Cyra segera mencuci wajahnya tanpa mempedulikan Earth yang pasrah.


"Perasaan yang punya rumah Earth kan yak?" bisik El.


Galen mengangguk, "Iye rumah nya Earth. Tapi kalau udah bucin beda cerita, bro."


"Kalian mau jagain rumah?" Krist ikutan bisik-bisik.


"Kenapa gitu?" tanya El dan Galen polos.


"Cepetan cuci muka, bego!"


...💌💌💌...


Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan, segera para remaja itu memarkirkan motornya.


"Widih! Dilihat-lihat cakep juga motor kita," ujar El.


"Yang itu cakep nggak?" tanya Galen sambil menunjuk salah satu motor terparkir.


"Itu mah motor butut!"


"Gue doain miskin lo, ya!" ujar Andrew.


"Aamiinin jangan, guys?" tambah Kenzo.


El meringis, "Jangan dong! Gue bercanda. Maaf-maaf."


"Makanya kalau ngomong disaring dulu," tegur Cyra.


"Iya-iya maaf," sesalnya.


"Lo juga, Galen!" tunjuk Andrew. "Nyengar-nyengir aja lo."


"Iya... maaf, deh." Galen menampilkan wajah penyesalan.


Setelah puas menceramahi El dan Galen, mereka segera masuk ke kafe dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka bertujuh.


"Pesen apa yang kalian mau," kata Earth setelah mereka duduk.


"Serius, nih?" tanya El.


"Hmm."


"Awas lo kalo kaga abis ye!" ancam Cyra.


"Iya, Ibunda."


"Gue tampol, ya?!" Cyra bersiap melayangkan tangannya.


"Ampun-ampun," mohon Elano dan Galen.


"Gue order dulu, yak!" ucap El kemudian beranjak pergi.

__ADS_1


"Ikut!" Galen menyusul El, takut menjadi sasaran Cyra.


"Ngomong-ngomong," Andrew menatap Cyra, "Nama cewek yang lo tolongin tadi siapa, Ra?" tanyanya.


"Alisha. Kenapa?"


"Nanya doang."


"Suka lo, ya?" tebak Kenzo. "Calm, Bro! Gue bakal bantu sahabat jones gue ini!" lanjutnya.


"Jones-jones! Lancar banget lu ngomong." Andrew menoyor kepala Kenzo.


Yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku abang kelasnya itu.


"Eh tapi bener, lho, yang dibilang bang Kenzo, nggak biasanya lo nanyain cewek," ujar Krist.


Andrew menatap datar Krist, "Nanya doang gue."


"TADAA! Makanan dateng!" El dan Galen datang dengan 2 orang pelayan sambil membawa banyak makanan.


"Kok banyak banget?" tanya Cyra.


"Yaelah, Ra. Tadi kan Earth bilang order anything yang kalian mau."


"Sok inggris lu!" sela Galen. Namun, El menghiraukan nya. "So, gue nggak salah dong," belanya.


Earth tertawa kecil, "Udah, Ra. Dari pada kamu ladenin dia mending makan, nih," kata Earth sambil mengambil cake untuk Cyra.


Kenzo berdehem, "Kamu mau juga, Krist?"


Krist menampilkan wajah jijiknya, "Apaan, sih, lo, Bang!"


"Kamu mau nggak, Galen?" tanya Kenzo ke Galen.


"Udah ada." Galen menunjukkan makanannya.


"Kamu?" tanyanya lagi ke Andrew.


Andrew hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Kamu mau?" tanyanya lagi dan lagi. Dan disambut dengan baik oleh El.


"Mau, sayang ...."


"Jijik tau!" sinis Cyra.


...💌💌💌...


Setelah pulang dari kafe El berulah lagi. Cowok itu mengajak teman-temannya untuk menonton film horor. Dan berakhirlah Tv yang menonton mereka. Dan pada pagi harinya keributan pun terjadi lagi, mereka terlambat. Untungnya tidak ada hukuman yang diberikan.


"Akhirnya ujian teori kelar," ucap El drama.


"Ujian teori kelar terbitlah ujian praktek," sambung teman-temannya.


Mendengar perkataan temannya membuat El lesu seketika.


"Denger kata praktek, gue langsung deg-degan njir," ujar Galen sambil memegang dadanya.


Krist menoyor kepala Galen, "Lebay, lu!"


"Btw, bang Andrew dan bang Kenzo mana, ya?" tanya Cyra.


Earth mengedikkan bahunya, "Nggak tau tuh. Biasanya juga kayak jelangkung."


"Datang tak diundang pulang tak diantar!" celetuk El dan Galen serentak.


"Ada-ada aja kalian," ucap Cyra sambil menyuapi makanan ke mulutnya.


Baru saja dibicarain Kenzo dan Andrew datang menghampiri adik-adiknya itu.


"Hayo... Bicarain kita, ya?" tebak Kenzo.


"Uhuk-uhuk," sedak El. "Gila lo, bang! Dateng-dateng nepuk pundak gue!" marahnya.


Kenzo hanya menampilkan wajah tanpa dosanya sambil memberi El minum.


"Tumben baru dateng lo, bang? Ada ujian lagi?" tanya Cyra.


"Ciee... kangen lo ya?" goda Kenzo. Tapi godaannya terhenti ketika matanya menangkap tatapan tajam dari Earth.


Cyra memutar bola matanya, "Nyesel gue nanya," gumamnya.


"Kita telat ke kantin karena ada beberapa pelajaran yang gue sama Ken..." gantung Andrew.


"Apa?" tanya Earth penasaran.


"Remedial," lirihnya.

__ADS_1


Hening...


1... 2... 3...


"HAHAHA." Pecah sudah tawa adik kelas mereka itu. Sedangkan Kenzo wajahnya sudah memerah menahan malu.


"Kok lu bocorin, sih?!" bisik Kenzo kesel.


"Bohong dosa tau," balasnya.


"Iya, juga, ya."


"Aduh... Sakit perut gue, bang," kata El mengusap air matanya yang keluar.


"Syalan kalian!" sinis Kenzo.


"Kok bisa remed, sih?" Krist bertanya mewakili para sahabatnya itu yang masih belum bisa berhenti tertawa.


"Ya, bisa lah! Gara-gara Andrew noh!" tuduh Kenzo.


"Lah, kok gue nyet?!" tanya Andrew tak terima.


"Ya, pokoknya karena elo! Lo ngasih jawaban kaga bener!"


"Bacot! Masih untuk gue kasih contekan!" sinis Andrew.


"Malah debat lagi," ucap Cyra menghentikan keduanya. "Sana pesen makanan! Pasti kalian laper kan? Makanya ngoceh mulu."


"Iya-iya." Keduanya menuruti perintah Cyra.


"Kayak iklan, lo rese kalau lagi laper."


"Bacot, El!"


...💌💌💌...


Sore harinya, Earth dan Cyra bersepeda di sekitar taman kompleks. Hal ini wajib dilakukan jika Cyra merasa berat badannya mulai naik.


"Stop dulu! Gue haus."


"Bawa minuman nggak, lo?" tanya Earth.


Cyra menggeleng tanda tidak membawa.


Earth menghela napas,"Udah berapa kali, sih, gue bilangin, Ra. Bawa botol air dari rumah kalo mau olahraga. Ngeyel deh," omelnya.


"Gue lupa," balas Cyra nyengir.


"Ya udah, mau minum apa?"


"Mau minum es—"


"Air mineral," potong Earth cepat. "Gue beli dulu."


Cyra mencibir, "Tanya sendiri jawab sendiri. Untung sayang," gerutunya.


Tak lama kemudian Earth datang membawa dua botol air mineral. Dan menyerahkan satu ke Cyra.


"Habisin!" perintahnya.


"Cerewet!" balas Cyra. Namun dihiraukan Earth.


Setelah dirasa cukup beristirahat, dua remaja itu kembali melanjutkan kegiatan bersepedanya. Dan pulang kerumah disaat jam menunjukkan pukul setengah enam.


"Nanti gue numpang tidur dirumah lo lagi, ya, Ra," kata Earth disaat mereka sudah sampai didepan gerbang rumah Cyra.


"Kek gembel, deh, lo nggak ada rumah."


"Jahat amat lo, Ra." balas Earth. "Intinya nanti malem gue tidur rumah lo titik! Bye-bye gue mau mandi dulu," pamitnya kemudian lari ke rumahnya.


..._______________________...


Tbc,


Check Instagram juga ya!


@/diary_ca


@/Chalissaaa.a


@/earth.egda


@/elanocaiden


@/krist_ravindra


@/galenaranta

__ADS_1


Disana ada banyak foto atau video dari cast One Heart. Thankyou ❤️


__ADS_2