One Heart

One Heart
18. Pertemuan tak sengaja (?)


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞ ...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Sudah empat hari lamanya mereka di Bali dan hari ini adalah hari terakhir. Rencananya mereka akan berjalan-jalan ke Desa temukus untuk melihat kebun bunga disana.


"Cantik banget, sih, bunganya." El memetik salah satu bunga disana. "Jadi pacar gue mau nggak?" tanyanya ke bunga tersebut.


"Jangan mau, bunga! El playboy ceweknya banyak, terus bego lagi." Galen berbicara serius.


"Punya temen nggak ada yang bener. Yang dua bucin banget, dua lagi bego banget," gumam Krist.


"Ra!" Panggil Earth.


Cyra yang sibuk berfoto menoleh ketika namanya disebut. "Apaan?"


"Tau nggak persamaan Bunga edelweis dengan hubungan kita?"


"Sama-sama abadi!" jawab Cyra malas. "El cepet fotoin gue lagi!" perintahnya.


"Iya beb iya!" respon El menatap Earth sedikit kasihan.


Andrew menepuk pundak Earth. "Sabar, ya," katanya kemudian tertawa dengan Kenzo.


"Lo kek nggak tau Cyra aja. Dia mah beda dari cewek lain," ucap Kenzo.


Earth tertawa kecil kemudian menatap Cyra yang masih sibuk berfoto ria dengan El, Galen, dan Krist.


"Justru karena dia beda bang makanya gue suka," jelas Earth kemudian tertawa kecil karena mendengar sedikit percakapan Cyra.


"Krist lo disini disamping gue."


"Galen lo jangan ditepi keliatan banget kurusnya."


"El yang bener dong Boomerang nya."


"Iya, Ra." jawab mereka pasrah.


Pagi itu mereka habis kan dengan berfoto-foto di kebun bunga.


...💌💌💌...


Brukk


"Eh, sorry!" Sangking asiknya bercanda Galen sampai tidak sadar telah menabrak seorang cewek.


"Lo nggak apa-apa?" tanya Andrew membantu cewek tersebut.

__ADS_1


"Eh?!" kaget Cyra.


"Kenapa, Ra?!" tanya Earth bingung.


Cyra menghampiri cewek tersebut dan menatap nya dari atas sampai bawah, cukup membuat cewek itu gugup. "Lo Alisha kan? cewek yang gue tolong waktu itu? Yang dibully Luna?" tanya Cyra beruntun.


"Buset, Ra! satu-satu dong nanyanya. Nggak liat dia jadi takut mau jawab pertanyaan lo," ucap El.


"I-iya," jawab Alisha gugup.


"Yaelah! Nggak usah gugup gitu, santai aja," kata Galen yang kasihan melihat ekspresi Alisha.


"Bener, lagian Cyra nggak gigit kok, ada pawangnya soalnya," ujar El cengengesan.


"Sialan!" maki Cyra.


"Iya. Nggak gugup kok." Alisha berusaha tersenyum.


"Btw, lo liburan di Bali juga?" kini yang bertanya Andrew.


"Iya, Kak."


"Udah berapa lama di Bali?"


Alisha tampak berpikir, "Udah 4 hari, kak," jawabnya.


"Sama dong."


"Sama siapa kesini?"


"Oh, gitu... Trus—"


"Ekhem!"


"Dunia milik berdua, ya."


"Yang lain mah ngontrak."


"Keknya jadwal beli oleh-oleh kita harus diundur, deh."


"Tercium bau pdkt."


"Bentar lagi monyet gue udah kaga jomblo, nih."


Mendengar omongan sahabat-sahabat laknatnya, Andrew jadi malas melanjutkan pembicaraannya.


"Ayo lanjut belanjanya," ajaknya sedikit ketus.


"E-eh tunggu dulu!" ucap Cyra mengehentikan langkah Andrew.


"Apalagi?" tanya Andrew malas.

__ADS_1


"Lo kalau mau lanjut bicara sama Alisha yabudah lanjutin aja. Biar kita-kita aja yang beli oleh-olehnya."


"Nggak usah!"


"Kalau gitu Alisha ikut kita aja," ajak Galen.


El mengangguk, "Daripada sendiri yakan?"


"Nggak apa-apa, nih?"


"Nggak apa-apa," jawab Andrew bersemangat.


Alisha menggangguk, "Ayok!"


...💌💌💌...


"Banyak banget, ya, belanjaan kalian," kata Alisha membuka percakapan.


Saat ini mereka sudah selesai berbelanja. Dan sekarang waktunya jam makan siang, mereka makan di restoran salah satu pusat perbelanjaan. Dan Andrew tadi sempat mengajak Alisha.


"Biasa itu mah kalau jajan banyak," respon Kenzo.


"Cyra noh yang hobi banget makan. Apalagi kalau udah bareng El dan Galen, kenyang gue liat mereka makan," jelas Andrew.


"Gue manusia, ya, wajar dong makan. Yakan, Gal, El?" tanya Cyra guna mendapat dukungan.


"Betul! Kalau nggak makan nanti sakit, kan nggak ada yang merhatiin. Sedih jomblo," ucap El berujung curhat.


"Curut malah curhat," ejek Galen.


"Udah diem! makan nggak boleh bicara." kali ini Krist yang membuka suara. Earth, cowok itu hanya diam tak peduli. Toh yang ia pedulikan hanya gadisnya—Cyra.


"Iya. Maaf, abang Krist yang ganteng." Krist menatap tajam Galen namun dihiraukan oleh nya.


"Makan yang banyak, Ra." Earth menambahkan makanan ke piring Cyra.


"Earth," rengek Cyra. "Jangan tambahin lagi dong! nanti pipi gue makin melar," tambahnya.


"Apa salahnya? Emang dosa kalau pipi lo tambah lebar?"


"Dosa, sih, nggak! Tapi gue bakalan iri liat lo cubitin pipi Cyra mulu," celetuk El.


"Makanya cari pacar lo!"


"Cariin dong."


"Sama gue aja." Galen mengedipkan matanya sebelah.


"Nggak, lo jelek, Gal."


"Asem!"

__ADS_1


..._______________________...


Tbc,


__ADS_2