
...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...
...Terima kasih:)...
...❝ Happy Reading❞...
...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tidak terasa sudah 6 bulan Earth dan Cyra bersekolah di Smk Fighter. Mereka juga semakin kompak dengan Krist, El, dan Galen. Kemana-mana selalu bersama. Baik dalam hal terpuji maupun tidak.
Pihak sekolah juga sudah bosan menceramahi mereka, terlebih lagi Malvin dan Zee, mereka sudah tidak peduli dengan kelakuan onar adik kelasnya itu. Tapi tetap saja perdebatan 2C—Cyra dan Cizee, tidak dapat dihindari. Selalu saja berdebat jika sudah bertemu.
"Mau pesen apa, Ra?" tanya Earth.
Kini mereka sedang mengisi perut di kantin, praktikum tadi cukup membuat tenaga mereka terkuras. Apalagi El, yang setiap saat selalu merasa lapar.
"Cyra doang yang lo tanya, Earth?!" tanya El sinis.
"Elano mau makan apa? Sini Galen pesenin," tawar Galen dengan nada menggelikan.
"Sialan! Gue merinding," umpat El yang membuat teman- temannya tertawa geli.
Galen cemberut mendengarnya, "El jangan gitu dong sama Galen... Galen kan sedih dengernya.
"STOP GALEN! STOP!" Elano berteriak histeris yang lagi-lagi membuatnya teman-temannya tertawa.
Selalu ada tawa yang menghiasi kebersamaan mereka. Tak segelintir orang yang iri melihat persahabatan mereka itu. Terlebih melihat Cyra, cewek-cewek dari berbagai jurusan selalu ingin berada di posisinya. Karena Cyra selau di kelilingi pangeran dari jurusan teknik.
...💌💌💌...
Saat ini mereka sedang berjalan santai menuju kelas, padahal bell telah berbunyi dari 5 menit yang lalu.
"Ra," panggil El.
Cyra yang merasa namanya terpanggil menoleh, "Apaan?" tanyanya.
"Lo... kok mau, sih, masuk teknik? Kan biasanya cewek- cewek lebih milih jurusan kesehatan, desainer, atau tata boga gitu...."
Mendengar pertanyaan El membuat Cyra tertawa, "Emang kenapa? Cewek nggak boleh gitu masuk jurusan teknik?" tanya Cyra balik.
"Ih, kok lo nanya balik sih?!" kesal El.
"Ya, lagian lo aneh banget tiba-tiba nanya begituan," balas Cyra juga tak kalah kesal.
El menghela napas, lebih baik ia mengalah. "Gue kan penasaran. Secara cewek di jurusan teknik itu bisa di hitung jumlahnya,"jelas El.
Cyra menaikkan alisnya sebelah,"Trus?"
"Lo nggak risih apa temen lo rata-rata cowok semua?"
"Ngapain gue harus risih? Kalau ada cowok yang berani macem-macem sama gue, gue pastiin nggak tenang hidupnya!" jawab Cyra santai.
Mendengar jawaban Cyra, membuat El bergidik ngeri. Ia lupa jika gadis di hadapannya ini berbeda dari kebanyakan cewek lainnya.
"CYRA! EL! Kalian ngapain ngerumpi, njir?! Cepetan lari! Gurunya di belakang kalian!" teriak Earth yang sudah ada di depan kelas.
Deg!
Cyra menatap El tajam. "Mati lo, EL! gara – gara lo jadi telat kan kita!" setelah berkata seperti itu, Cyra segera lari menyusul Earth dan yang lainnya.
"Eh, Cyra! tungguin gue dong!" teriaknya sambil berlari mengejar Cyra.
"Bego banget lo berdua! Udah tau telat malah santai banget jalannya," ujar Krist.
__ADS_1
"Tau tuh, kalau kaga di teriakin Earth mungkin masih berghibah ria," tambah Galen.
"Kok kalian pada nyalahin gue sih?! Tuh El yang ngajak gue bicara duluan!" Bentak Cyra. Setelah Cyra berkata seperti itu, Earth, Krist, dan Galen menatap El tajam, sedangkan yang ditatap malah menampilkan wajah bodohnya.
"Bodo ah! Ngambek gue!" teriak Cyra.
Seketika keempat pangeran teknik itu menatap panik kearah Cyra. Terlebih Earth, cowok itu pasti menjadi sasaran empuk oleh Cyra ketika badmood.
"Mati kita!"
...💌💌💌...
"Sayang... Udahan dong ngambeknya. Earth kan nggak ada ikutan nyalahin Cyra... Maaf ya..." sejak pelajaran dimulai tak henti-hentinya Earth meminta maaf.
"Nggak usah sayang-sayangan, deh, lo!" sinis Cyra.
"Hufft... oke-oke. Jadi maafin gue ya? Gue kan cuma teriakin lo doang kali. Kaga ikutan marahin lo kek Krist sama Galen."
"Iya-iya gue maafin. Yaudah, yuk, pulang!"
"Eh tunggu dulu!" pekik Earth membuat langkah Cyra berhenti.
"Apalagi sih, Earth? Lo mau buat gue marah lagi?" kesal Cyra.
Earth mengangkat sebelah alisnya, "Lo yakin mau pulang pake itu?"
"Maksudnya?" tanya Cyra tak mengerti.
Earth menunjuk rok yang dipakai Cyra, "Rok lo, Ra..." geramnya.
"Eh?!" Cyra menundukkan kepalanya, kemudian menatap Earth. "Hehehe... gue lupa kalau kita pake motor hari ini." Cyra hanya menyengir melihat Earth yang menatapnya datar.
"Tunggu. Gue ganti bentar," ucap Cyra kemudian berlari ke toilet.
...💌💌💌...
Malam harinya di saat Earth dan Cyra memeriksa motor mereka, sebuah mobil memasuki halaman rumah Cyra. Membuat kegiatan dua remaja itu terhenti.
"Siapa, Ra?" tanya Earth heran.
"Nggak tau."
Setelah orang yang ada di dalam mobil itu turun, Cyra segera berlari menghampiri.
"MAMA?!" pekiknya.
"Hallo, sayang." sapa Kira—Mama Cyra.
Cyra segera memeluk mamanya, "I miss you so much, Mom."
"Mama juga kangen banget sama kamu," ucap Kira sambil membalas pelukan Cyra.
Sementara, Earth yang memperhatikan itu hanya tersenyum. Kemudian berpindah melihat Arya—papa Cyra. "Apa kabar, Pa?" sapanya.
"Papa baik kok. Gimana sekolah kalian?" tanya Arya balik.
"Baik kok, Pa. Cuma ya gitu..."
"Gitu gimana?"
"Papa pasti tau lah..." jawab Earth sambil tertawa.
Arya menggeleng-geleng kan kepalanya, ternyata kelakuan Earth dan Cyra belum juga berubah.
__ADS_1
"Oh iya, Earth. Tadi papa kamu berpesan kalau mereka pulang dua hari lagi. Tidak bisa malam ini. Karena masih ada urusan yang belum di selesaikan." Jelas Arya.
Earth mengangguk, "Iya, Pa."
"Sampai kapan kalian berdua mau berpelukan di luar? Nggak mau masuk kerumah?" Intrupsi Arya mampu membuat pelukan ibu dan anak itu terlepas.
"Papa apaan, sih... Cyra kan masih kangen mama," sungutnya.
"Oh, begitu, ya... jadi Cyra ngga kangen papa ni?"
Cyra menghampiri papanya kemudian memeluknya dengan erat. "Cyra juga kangen kok sama papa."
"Ya sudah, ayo kita masuk. Udara malem nggak baik untuk kesehatan," ajak Arya.
"Kita makan malem dulu, ya, sayang. Kalian belum pada makan kan?" tanya Kira.
"Belum, Ma." Jawab Earth dan Cyra serentak. Kemudian mereka berempat segera masuk ke dalam rumah.
Kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Hening. Hanya dentingan sendok yang terdengar. Sampai suara Arya—papa Cyra, buka suara. "Cyra," panggilnya.
"Iya, Pa," jawab Cyra sambil tersenyum.
"Besok papa dan mama akan berangkat ke Thailand untuk mengurusi perusahaan yang ada disana. Kamu nggak—"
Brakk
Ucapan Arya terputus karena Cyra menggebrak meja makan, kemudian ia berlari menuju kamarnya. Semua orang yang ada di ruang makan itu terdiam. Kejadian seperti itu selalu terjadi.
"Pa. Ma. Earth permisi ke kamar Cyra, ya..." Izin Earth lalu mengejar Cyra.
"Kapan berubahnya sih itu anak!" kesal Arya.
Kira yang melihat suami nya sedikit emosi berusaha menenangkannya. "Sabar, pah. Cyra masih remaja, emosinya masih belum stabil."
...💌💌💌...
"Ra..."
"Hiks... hiks... Earth... kapan sih mereka merhatiin gue? Kapan mereka punya waktu luang buat gue? Gue juga pengen full day bareng mereka. Hiks... hiks..." tangis Cyra pecah membuat Earth membawa Cyra ke dalam kedekapannya.
"Ra... udah nangisnya, ya, Sayang... Cyra masih punya Earth... Earth yang selalu merhatiin Cyra... Earth yang selalu ngelindungi Cyra... Earth yang ada 24 jam untuk Cyra..." Earth berucap lembut sambil mengelus rambut Cyra.
"Jadi... lo nggak boleh sedih lagi. Air mata lo berharga, jangan dibuang secara cuma-cuma. Oke, queen?" lanjut Earth kemudian mengusap air mata Cyra.
Cyra mengangguk, "Makasih... lo selalu ada buat gue."
"Lo kan pacar gue, jadi udah semestinya gue begitu."
Cyra melototkan mata nya, "Keknya lo pengen banget gue tampol."
"Hehehe... sorry, beb—AW! Kok lo cubit sih?" pekik Earth sambil mengelus pinggangnya yang menjadi korban kekerasan Cyra.
"Mampus!" ucap Cyra sambil menjulurkan lidahnya dan berlari menjauhi Earth. Karena ia tau apa yang akan terjadi setelahnya.
"Awas lo ya! Sini lo! Jangan lari!" Earth mulai mengejar Cyra.
"Ra!"
"Kejar dong! tangkap gue!"
Dan jadilah mereka bermain kejar-kejaran pada malam itu. Earth yang selalu bisa membalikkan mood Cyra. Tak terhitung banyak nya masalah, mereka selalu bisa melewati nya bersama. Selalu mendukung satu sama lain. Tak peduli orang lain setuju atau tidak dengan pendapat mereka. Yang terpenting mereka selalu bersama.
Tbc,
__ADS_1