One Heart

One Heart
07. Teman Baru


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞ ...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Kali ini Earth dan Cyra datang terlambat, mereka bahkan tiba di sekolah jam setengah sembilan. Gerbang sekolah sudah tertutup rapat.


Earth berdecak kesal, "Lo, sih, Ra! Pakai acara telat bangun. Jadi telat kan kita!"


"Eh! Denger, ya! Gue nggak bakal telat kalau aja lo nggak ngajak gue main semalem!"


Earth semakin kesal dengan ucapan Cyra. "Lo bisa nggak, sih, kalau ngomong nggak usah ambigu gitu? Bisa-bisa orang yang dengerin jadi salah paham!"


"E-eh?" kaget Cyra. Setelah menyadari ucapannya, gadis itu menyengir, "Maksud gue kalau aja lo nggak ngajak gue keluar semalem, gue nggak bakal bangun telat, bego!"


"Lo aja yang bego! Ngapain mau gue ajak," ucap Earth berusaha membela diri.


"Masih berani lo, ya, nyalahin gue!" balas Cyra. "Kalau gue nggak ikut, siapa yang jagain lo disana?! Berani ngejamin kaga lo? Lo nggak bakal mabok, nggak bakal berantem disana?! Gue, sih, nggak jamin, lo kan orangnya bermasalah mulu," lanjut Cyra semakin berapi-api.


Earth meringis mendengar perkataan Cyra, bener juga, sih, batinnya.


"Hehe... Maaf, beb."


"Itu ngapain ribut-ribut? Cepet masuk!" kata security tiba-tiba. Mengalihkan perhatian Cyra yang sedang memarahi Earth.


"Masuk! Cepet parkir mobil kalian."


"I-iya, Pak."


Setelah memarkirkan mobil, Earth dan Cyra segera masuk ke kelas. Takut masalah akan bertambah lagi. Sebenarnya tidak ada hal yang perlu di takuti, hanya saja Earth dan Cyra tidak ingin membuat masalah untuk sementara waktu. Jadi good student dulu selama satu semester, kata Earth dan Cyra.


Perjalanan menuju kelas terhenti, karena ada seseorang yang meneriaki mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan Cizee.


"Eh kak Zee... Apa kabar, kak?" tanya Earth.


"Sehat?" Cyra juga ikutan bertanya.


"Syukurlah masih waras." Jawab Earth dan Cyra secara serentak. Kemudian mereka berdua tertawa.


Nanya sendiri jawab sendiri. Dasar mereka.


Mendengarnya Zee hanya bisa menghela napas sabar. Harus menggunakan tenaga khusus untuk melawan dua adek kelas nya yang spesial ini. "Kalian kenapa telat?" tanyanya.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Cyra balik.


"Gue nanya baik-baik, lho, Cyra. Jangan pancing emosi gue."


Kini Earth yang mengangkat suara, "Kakak mau tau kan? Kami telat karena bangun kesiangan," jelasnya. "Kakak mau tau kenapa kami bangun kesiangan? Karena semalem kami pergi ke club. Kakak mau tau kami pergi bareng siapa? Bareng bang Kenzo dan bang Andrew." Earth menjelaskan sedetail mungkin. Sampai-sampai nama Andrew dan Kenzo terbawa.


Zee melongo mendengar menuturan Earth. Tidak menyangka Earth akan menjawab pertanyaan nya sedetail mungkin.


"Kalian gue laporin guru BK, ya! Masih kelas 10 udah main ke club!" ancamnya.


"Lah? kok mau lo aduin, sih?!" tanya Cyra kesal.


"Ya, itu karena kalian udah ngelanggar peraturan sekolah!" jawab Zee.


"Ha? Peraturan sekolah yang mana? Perasaan nggak ada, deh, sekolah ngelanggar siswa-siswinya pergi club. Itu kan udah di luar jam sekolah, jadi itu bukan tanggung jawab sekolah lagi. Dan juga gue sama Earth nggak pakai seragam sekolah. Jadi letak ngelanggar aturannya dimana?"


Cizee diam. Dia tidak akan pernah menang melawan Cyra. Selalu saja dirinya mati kutu oleh perkataan Cyra.

__ADS_1


"Ini kenapa pada ngumpul disini?" tanya Malvin yang baru saja datang.


"Lo liat, nih! Adek kesayangan lo dateng telat. Lo mau tau alesannya apa? Dengan seenak jidatnya mereka bilang semalem pergi ke club. Lo urus, deh! Pusing gue." Malvin sedikit terkejut mendengar pengaduan Zee. Tapi lebih mengejutkan lagi melihat warna rambut Earth dan Cyra.


"Itu rambut kalian berdua kenapa begitu warnanya? Kalian udah ngelanggar aturan sekolah, yang mana siswa-siswa tidak boleh mewarnai rambut. Wajib berwarna hitam," ucap Malvin.


"Itu juga telinga lo, ya ampun... bisa mati muda gue punya adek kelas kayak lo pada." Zee ikutan mengomentari penampilan Earth.


Earth dan Cyra mengernyitkan dahinya mendengar omongan Malvin. "Lah? gue kira kalian udah tau."


"Tau apaan coba. Intinya kalian itu ngelanggar aturan sekolah!" bentak Zee.


"Udah deh, ya, kalian nggak usah marah-marah, kalau mau marah kenapa nggak dari hari senin aja? Ini udah hari ke empat, lho, kami berpenampilan kayak gini," ucap Earth tidak terima.


"Nah, bener! kemana aja kalian dari tiga hari yang lalu? Marahnya dari awal kami masuk dong. Baru kita terima!" timpal Cyra.


Malvin dan Zee tidak habis pikir dengan ucapan adek kelasnya itu. Bagaimana bisa mereka berdua itu tidak ada takutnya. Dan juga mereka baru tau karena selama tiga hari itu Malvin dan Zee sedang mengikuti lomba antar sekolah.


"Ya udah untuk sekarang kalian tetep gue hukum karena dateng terlambat," kata Malvin.


"Bersihkan taman sekolah. Cabut rumput-rumput liar, terus siram bunga-bunga yang ada disitu. Gue nggak terima bantahan!" perintah Zee.


"Siap dilaksanakan kakak!" Earth dan Cyra kompak menjawab. Tak lama setelah itu langsung berjalan menuju taman sekolah.


"Dosa apa yang pernah gue buat sampai-sampai punya adek kelas kek gitu," keluh Zee masih kesal dengan kelakuan duo troublemaker itu.


Mendengar keluhan Zee, Malvin hanya tertawa. "Ya, itu udah resiko lo jadi waketos, harus sabar. Atur emosi lo, semakin lo kesel mereka makin seneng ngejahiliin lo.” Malvin menasehati.


"Yok liat mereka, udah dikerjain apa main-main itu bocah," Ajak Malvin sambil ngerangkul Zee.


...💌💌💌...


"Earth, sialan! Jangan gitu dong!"


"Ya ampun, Ra. Ini doang takut. Hahaha…."


"STOP!" teriak Zee.


Kaget mendengar teriakan Zee yang secara tiba-tiba itu, membuat Cyra menghentikan lariannya. Earth yang melihat Cyra mendadak berhenti berlari membuat dirinya tak dapat mengontrol lariannya sehingga terjadilah insiden tabrakan.


Earth dan Cyra sama-sama tersungkur. Membuat cacing yang berada di tangan Earth melayang kearah salah satu kepala siswa yang sedang menjalani hukumanan juga. Tidak lama kemudian terdengar teriakan histeris dari siswa itu.


"ANJRIT SIAPA YANG NGELEMPAR CACING KE KEPALA GUE, BANGSAT!"


Cowok tersebut berteriak nyaring. Kaget karena merasakan hewan lembut yang tidak bertulang itu menggeliat di rambutnya. Sialnya lagi karena cowok itu banyak bergerak membuat cacing tersebut jatuh dan masuk ke bajunya.


"ANJING SIALAN! GUA GELI! TOLONGIN GUA WOI!" teriak nya lagi.


Earth, Cyra, Malvin, dan Zee mematung melihat kejadian barusan. Tidak ada niatan untuk menolong sedikit pun. Tidak terpikirkan oleh Earth jika cacing yang ia pegang bakalan sampai ke kepala cowok itu. Bahkan, masuk ke dalam bajunya.


Malvin menatap Earth dan Cyra yang masih nyaman terduduk di rumputan itu dengan tatapan datar. "Earth, Cyra tolongin nggak temennya?!"


Earth dan Cyra serentak menggelengkan kepalanya. Takut jika cowok itu marah-marah kepada mereka.


"Tolongin nggak! Atau kalian mau gue kasih hukuman tambahan?!" ancam Zee.


Dua troublemaker itu serentak menganggukan kepalanya. Lalu, menolong cowok yang menjadi korban kejailan mereka.


Setelah mengeluarkan cacing itu, Earth meminta maaf.


"Sorry. Ini makhluk sosial emang kaga ada kerjaan banget mainin cacing." Cyra ikutan meminta maaf. Sedangkan cowok mengangguk saja.


"Btw, nama lo siapa?" tanya Earth.

__ADS_1


Cowok tersebut mengulurkan tangan nya, "Krist."


"Namanya cakep. Orangnya juga cakep. Jadi cowok gua mau kaga?" tanya Cyra sambil mengerling genit.


Earth yang mendengarnya mendengus, "Nggak usah mulai ngecabe, deh, Ra!"


Cyra hanya menyengir sebagai balasan, "Canda anjir! Nggak usah baper lo, ya, Krist."


Krist terkekeh, “Ya kali gue langsung baper.”


“Siapa tau kan, gue cantik soalnya.”


...💌💌💌...


Earth, Cyra, serta Krist kini sudah berada di kantin. Akibat kejadian tadi, hukuman mereka menjadi bertambah. Tentu sana duo troublemaker itu senang melakukan hukumannya. Dengan begitu, mereka akan melewati beberapa jam pelajaran. Dan terbukti, mereka menyelesaikan hukuman nya tepat bell istirahat berbunyi.


"Woi, Krist!"


Teriakan itu cukup keras, sehingga menyita perhatian beberapa siswa-siswi di kantin tersebut. Krist yang merasa namanya di panggil, menoleh seketika. "Apaan sih lo?! Nggak usah teriak-teriak, bego!"


"Gue kira lo nggak sekolah. Kemana aja lo? Kok nggak masuk? Bolos lo, ya?" cecar salah satu cowok tersebut. Tak lama kemudian cowok yang bertanya tadi mengaduh kesakitan. "Sakit, Bege!"


"Lo yang bego! Nanya itu satu-satu! Liat noh Krist, puyeng mau ngejawab pertanyaan lo!" tegur teman cowok itu. Namun, Krist malah mengabaikan mereka dan memilih memperkenalkan dua sahabat gilanya itu kepada Earth dan Cyra.


"Nggak usah di ladenin. Mereka emang suka gitu," kata Krist yang di angguki Earth dan Cyra.


"Kalau kalian mau tau, noh yang cerewet tadi nama nya Elano, yang satu lagi Galen."


Dan lagi Earth dan Cyra hanya mengangguk.


"Kalian nggak bosen debat apa?!" bentak Krist yang sudah jengah terhadap tingkah laku kedua sahabatnya itu.


Setelah mendengar bentakan Krist, mereka berdua baru sadar dimeja itu bukan hanya ada Krist. Melainkan ada dua orang lain nya.


"Eh! Kalian yang lagi viral itu kan?!" tanya Elano heboh.


Cyra mengerutkan dahi nya, tidak mengerti ucapan Elano." Maksudnya? Viral?"


"Itu, lho... kalian berdua kan sekarang jadi bahan omongan anak Fighter." jelas Elano.


"Ngga cuma anak teknik yang bicarain kalian, tapi satu sekolah. S-E-M-U-A-J-U-R-U-S-A-N," tambah Galen.


"Termasuk lo berdua kan?" tanya Earth.


El dan Galen tertawa mendengar pertanyaan Earth dan mereka mengangguk.


"Kenalan dulu dong... kalian pasti nggak tau kita kan? Padahal kita ini sekelas, lho,” ucap El. "Gue yang ganteng ini, Elano. Kalian boleh panggil gue El."


"Gue Galen," ucapnya sambil tersenyum manis.


“Serius kita satu kelas?” tanya Cyra kaget.


Galen mengangguk, “Lo, sih… Berdua mulu sama Earth sampai nggak tau kan temen sekelas lo sendiri.”


Cyra menyengir, “Habisnya gue nggak kenal sama lo pada.”


“Ya, makanya kenalan, neng,” celetuk Elano.


“Sorry, ya, kita berdua nggak ngenalin kalian,” ucap Earth yang merasa tidak enak.


“Sans, bro,” balas Krist.


Walau sudah tiga bulan bersekolah, Earth dan Cyra belum begitu mengenali teman sekelasnya. Mereka berdua hanya sibuk memperhatikan satu sama lain, tidak mementingkan orang yang ingin berteman.

__ADS_1


..._______________________...


Tbc,


__ADS_2