One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)

One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)
Bab. 26


__ADS_3

Setelah seharian ini waktu Wilia hanya dihabiskan untuk tiduran serta menonton drama, malam ini Wilia akan kembali mendatangi club bersama tiga sahabat nya.


Memang sudah lama mereka tidak kumpul bersama, dan rencananya malam ini mereka akan menghabiskan waktu semalaman untuk berjoget ria yang diiringi musik DJ dibawah gemerlap nya sorot lampu disko.


Wilia baru saja selesai mandi dan mengenakan selembar handuk kecil yang hanya mampu menutupi sedikit dada dan perutnya. Sedangkan pantatnya masih terlihat karena handuk itu terlalu pendek.


"Aku harus tampil sekksi malam ini." Gumam Wilia tersenyum senang membayangkan akan berjoget-joget bersama teman-temannya.


Wilia menemukan gaun tipis berwarna hitam tanpa lengan dengan belahan dada yang sangat rendah. Tanpa pikir panjang, Wilia melepaskan handuk yang melilit di tubuh lalu dihempaskan begitu saja dan memakai gaun itu tanpa menggunakan pakaian dalam lebih dulu.


Wilia tersenyum puas menatap tubuh nya di cermin yang tampak sangat indah dengan balutan gaun menerawang itu, paha nya terekspos sempurna karena ukuran gaun itu begitu minim, untung saja gaunnya terbilang ketat hingga tak khawatir tersingkap yang pastinya akan memperlihatkan inti Wilia.


Setelah puas menatap tubuhnya yang begitu menggoda, dia tertarik memotret di depan cermin dengan gaya yang sangat menggoda. Wilia berpose layaknya model pakaian tidur yang selalu mengundang hasrat para lelaki.


Setelah puas menatap hasil jepretannya yang sempurna, Wilia kembali melepaskan gaun yang dipakai karena belum menggunakan cream. Setelah seluruh tubuhnya dibaluri cream hingga menyeluruh, Wilia bimbang ingin langsung memakai gaun itu tanpa pakaian dalam atau tidak.


Terlalu lama menimang-nimang hingga tak sadar kalau sudah malam dan sudah waktunya berangkat. Bel apartemen berbunyi, Wilia sudah tahu siapa orang yang sedang menekan bell apartment membuat nya tak ragu keluar kamar tanpa busana.


Klek.


Baby dan Rega yang baru saja masuk langsung syok melihat tubuh Wilia yang dalam keadaan masih seperti bayi baru lahir. "Astaga, Wilia! Dasar tidak tahu malu! Kenapa kau keluar kamar tanpa memakai baju?!" Teriak Baby mampu menusuk gendang telinga dua sahabat nya.


"Ya, ampun, Baby! Suara mu sudah seperti toa." Sahut Rega kesal karena merasa telinga nya berdengung.


"Itu karena aku terlalu syok dengan tingkah Wilia!"

__ADS_1


"Tapi tidak perlu teriak di telingaku!"


Melihat dua sahabat nya sedang berdebat, Wilia memilih kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


"Aku tidak berniat teriak di telinga mu!"


Dua wanita itu masih saja memperdebatkan hal konyol hingga tak menyadari sudah berada jauh dari nya.


"Eh, tunggu, Wilia!" Mereka berdua lari mengejar sahabat nya yang sudah berada di ambang pintu, karena jika tidak lari maka dapat dipastikan Wilia akan mengunci pintunya.


Brukk.


Auh!


Tubuh Wilia terdorong ke lantai diikuti dua sahabat nya yang juga ikut menimpa tubuh Wilia.


Mereka berdua langsung bangkit dengan perasaan tidak ada bersalah nya sama sekali. Bahkan Baby sempat tertawa melihat keadaan Wilia yang sangat mengenaskan.


"Hahahaha... Dada mu mencium lantai..!" Tawa Baby menggema di ruangan itu membuat Rega yang berada di sebelah nya menimpuk mulut Baby yang selalu tak disaring jika bicara.


"Diaam...!" Pekik Wilia keras menatap tajam Baby. Dia berusaha bangkit meski pantat dan lututnya yang tak tertutup apa-apa baru saja berduel dengan lantai.


"Kalian, keluar atau ku buang ke laut!" Wilia menatap tajam dia sahabat nya itu yang tak mendapatkan respon apapun dari dua sahabatnya. Tentu saja mereka tidak takut dengan ancaman Wilia yang hanya omong kosong belaka. Jika sedang marah memang Wilia sering mengancam dengan kata-kata tak berguna.


"Sudahlah, Wilia. Kita tak takut dengan ancaman mu. Sebaiknya kau cepat-cepat memakai baju atau kita tinggal." Ancaman Rega berhasil membuat Wilia meneguk ludahnya kasar. Kalau ancaman nya ditinggal bersenang-senang tentu saja Wilia sangat takut, dan selama ini ancaman dua sahabat nya ini memang bukan tidak pernah main-main.

__ADS_1


"Aku sedang bingung mau memakai pakaian dalam atau tidak."


Seketika dua sahabat nya ini menepuk jidatnya. Astaga, sahabatnya ini memang sangat berani dalam berpakaian. Diantara tiga gadis itu, yang paling berani memakai pakaian terbuka adalah Wilia, meskipun dari ketiganya juga Wilia lah yang tak pernah bercinta dengan laki-laki manapun.


"Tidak perlu, kau lebih hot kalau dada mu terlihat jelas." Sahut Rega asal yang langsung ditanggapi senyum lebar Wilia.


"Sudah ku duga kalian akan setuju. Aku juga berpikir seperti itu, tubuh ku memang sangat sekksi." Wilia tersenyum bangga menatap tubuhnya yang begitu menggoda. Dua sahabat nya yang memang sudah tahu keburukan Wilia hanya memutar bola matanya.


Namun saat menatap Wilia yang sudah berpakaian rapi dan berdandan menor membuat mereka melotot.


"Wilia, apa kau benar-benar tidak ingin memakai brra?" Rega bertanya seperti itu saat melihat puncak dada Wilia sangat mencetak di gaun tipisnya.


"Tentu saja tidak! memang nya kenapa? Aku kan sudah biasa berpakaian seperti ini." Sahutnya santai seraya menggunakan sepatu hak tinggi nya.


"Sudahlah, terserah kau saja." Sahut Baby tertawa membayangkan nanti Wilia akan dikerubungi banyak pria hingga membuat para penjaga Wilia yang ada di club itu kewalahan.


Mereka bertiga keluar kamar setelah Wilia meraih tasnya.


Saat baru saja membuka pintu, mereka bertiga dikagetkan dengan seorang pria yang berada di depan pintu.


"Mr. Davio?" Tanya Baby seakan tak percaya pada pangeran berkuda putih yang sekarang berada di depan nya. Selama ini memang Baby sangat mengidolakan Mr. Davio bahkan dia pernah berfantasi tidur dengan laki-laki itu. Dan sekarang pria itu sedang berdiri tepat di depan 3 wanita itu.


"Mr. Davio sedang apa disini?" Tanya Rega bodoh. Namun tatapan Davio sedang menatap Wilia dengan sangat tajam hingga membuat wanita yang pura-pura tidak melihat pun menjadi tak nyaman. Wilia merasakan akan ada hawa tidak enak, dia berpura-pura menatap kearah lain selain Davio.


"Kalian berdua pergilah, Saya ada urusan dengan Wilia." Nada suara Davio terdengar begitu dingin hingga mampu membuat dua wanita itu mencium ada aroma tak mengenakan yang membuat mereka menurut begitu saja. Rega menyeret Baby yang masih terpaku untuk keluar dari sana. Meski hatinya sangat penasaran, tapi untuk sekarang bukan waktunya dia bertanya-tanya.

__ADS_1


Wilia yang melihat dua sahabat nya sudah keluar pun menjadi sangat panik. Dia berusaha mengejar mereka namun tubuh nya langsung didorong masuk oleh Davio dan dihimpit ke dinding.


"Beraninya kau memamerkan tubuh mu pada banyak pria." Davio menggeram penuh amarah, tatapan nya menggelap melihat penampilan Wilia dari atas hingga bawah yang semuanya menampilkan lekuk tubuhnya. Tanpa banyak kata, Davio segera melahap bibir Wilia kasar dengan tangan nya yang ikut menjelajah ke seluruh tubuh wanita itu.


__ADS_2