One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)

One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)
Ancaman Davio


__ADS_3

Wilia menggeliat dari tidurnya saat merasakan sesuatu menimpa tubuh nya hingga membuat nya merasa berat. Sekujur tubuh nya seakan remuk redam dan susah sekali digerakkan. Sembari perlahan-lahan membuka mata, wanita itu berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi semalam. Dia merasa semalam telah mimpi yang sangat buruk, namun mimpi itu seakan nyata.


Saat kesadaran nya mulai kembali, dia segera menghempaskan belitan tangan kekar Davio yang begitu erat membelit pinggang nya.


"Siall!!" Wilia ingat apa yang terjadi semalam bukan lah mimpi buruk, mereka kembali melakukan lagi hingga berjam-jam lamanya. Dia juga ingat ancaman Davio yang ingin mengurung nya di apartemen jika tak mau menyetujui permintaan nya untuk menikah.


Davio memang sudah gila! memaksanya menikah dengan seenak jidatnya saja tanpa memikirkan perasaan wanita itu.


"Lepas!" Sentak Wilia saat kesusahan melepaskan belitan tangan Davio karena bukannya mengendur, Davio justru semakin mengeratkan pelukannya. Laki-laki itu sedang memeluk Wilia dari arah belakang dengan satu kaki nya yang juga ikut membelit kaki Wilia.


"Bagaimana kalau aku tidak mau?" Tantang Davio dengan mata masih terpejam namun hidung nya terus-terusan mengendus tengkuk Wilia yang memiliki aroma tersendiri dan membuat nya sangat nyaman.


"Lepas, Davio! Kau itu kurang ajar sekali!"


"Bukannya kau lebih suka aku yang bersikap kurang ajar?" Davio membalikkan tubuh Wilia hingga keduanya saling berhadap-hadapan. Tatapan mereka bertemu, jika Davio menatap wajah wanita nya dengan penuh kepuasan berbeda dengan Wilia yang menatapnya dengan jengkel.


"Dasar cabul! Lepaskan aku!" Wilia kembali meronta-ronta berharap Davio melepaskan nya. Tapi justru Davio semakin mengunci pergerakan nya lalu membalikkan tubuh mereka hingga Davio berada di atas tubuh Wilia.


"Ingatlah, Wilia. Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau menyetujui permintaan ku." Sahut Davio yang kini merubah tatapan nya menjadi datar sampai membuat wanita yang ditatap nya sedikit kesulitan bernafas.


"T-tidak, aku tetap tidak akan setuju. Aku mau menikah dengan mu. Memang nya siapa kau berani memaksa ku?" Tantang Wilia yang sebenarnya sedikit takut melihat tatapan Davio yang mengerikan.

__ADS_1


Davio mengeraskan rahangnya, dia sudah cukup bersabar menghadapi wanita nya yang terus-terusan menolaknya sejak semalam dan saat ini dia tak akan mengampuni nya.


"Itu berarti kau sudah berani dengan konsekuensi nya, Wilia." Suara berat Davio dan tatapan tajamnya berhasil membuat tubuh Wilia gemetar.


"T-tidak, sudah ku bilang aku tidak memiliki urusan apapun dengan mu. Jangan harap kau bisa mengancam ku seenaknya."


"Benarkah?!" Davio tertawa keras. Rupanya wanita nya belum puas dengan hukuman semalam, dan dia benar-benar ingin memberi pelajaran sampai Wilia menyerah dan mau menikah dengan nya.


Tanpa aba-aba dan tanpa komando, Davio kembali menyatukan bibir mereka. Dia segera melakukan apa yang sudah seharusnya dia lakukan sebelum bercinta. Awalnya memang Wilia meronta-ronta dan menolak, namun itu hanya sebentar sebelum kehilangan akal sehat. Dan seperti biasa, setelah Wilia disentuh pada bagian sensitif nya, wanita itu semakin menggeliat tak karuan dan meminta Davio melakukan lebih. Itu lah yang membuat Davio semakin gencar untuk membuat wanita hamil, karena dia tak merasa telah melakukan pemaksaan, wanita nya memang sangat naif karena hanya sentuhan sedikit saja membuat nya langsung luluh.


.


.


.


"Sayang, bangun lah. Kau harus sarapan dulu, baru tidur lagi." Bujuk Davio yang kini sedang duduk di tepi ranjang memandangi wajah polos Wilia yang dipenuhi jejak peluh karena sudah mengering. Laki-laki itu masih telanjang dada dan hanya memakai celana panjang hitam untuk menutupi tubuh bawah nya, dia meletakkan nampan berisi makanan dan minuman di atas nakas lalu meraih ponsel yang berada di dekat vas bunga.


Dia tersenyum bangga menatap hasil rekaman video antara dirinya dan Wilia saat bercinta.


"Sayang, kau ingin makan atau tidak? Kalau kau tak mau bangun, maka jangan salahkan aku kalau setelah ini mommy dan daddy mu kesini untuk menikahkan mu," Bisik Davio tepat ditelinga Wilia yang kemudian diikuti tawa menggelegar pria itu.

__ADS_1


"Lihat lah, Sayang. Kau agresif sekali. Pasti mommy mu sangat bangga kalau melihat video ini. Owh, kau begitu tidak sabaran, sayang."


Hahahaha


Sontak Wilia melebarkan mata, dia menatap tajam Davio, meminta penjelasan dengan apa yang baru saja pria itu katakan.


"Apa maksud mu? Video apa yang kau maksud?" Wilia menatap tajam Davio karena sudah menebak video apa yang dimaksud Davio. Namun laki-laki itu justru semakin tertawa membuat nya ingin sekali menjedotkan kepala Davio ke tembok.


"Heh, Davio. Asal kau tahu, ya! Sekalipun kau ingin merekam kejadian kita, maka kau sendiri lah yang mendekam di penjara karena telah memperkosa ku!" Lanjut Wilia menatap tajam Davio. Dia bahkan sampai melupakan kalau sekarang belum memakai apapun, dan saat wanita itu duduk membuat tubuh polos terlihat sempurna.


"Benarkah? Apa yang kau katakan itu benar?" Tanya Davio dengan tawa mengejek. "tapi yang aku lihat, kau tidak terlihat seperti wanita yang sedang di perkosa." Sahut nya lagi masih menatap ponselnya yang sedang menayangkan video Wilia.


"T-tidak mungkin! Mana mungkin aku menikmati nya!" Wilia berusaha mengelak meski yang sebenarnya dalam hati mengiyakan apa yang dikatakan Davio.


Hahahaha


Davio kembali tertawa dengan tingkah Wilia yang terlihat sangat lucu saat sedang menyembunyikan kebenaran.


"Lihat lah, sayang. Bagaimana agresif mu saat bergoyang di atas ku." Davio menunjukkan video yang diambil tadi pagi. Saat Wilia sudah terlena dengan permainan nya, Davio meminta nya untuk memimpin permainan hingga wanita itu mengiyakan begitu saja permintaan Davio. Dia memimpin permainan dengan begitu agresif tanpa tahu kalau saat itu Davio sedang merekam nya.


Dari ekspresi nya, Wilia bahkan terlihat sangat menikmati. Wanita itu bahkan terus-terusan memanggil nama Davio dan tidak terlihat sedikit pun adanya pemaksaan.

__ADS_1


"A-pa yang kau lakukan dengan video ini? Kenapa jadi aku yang berada di atas?" Tanya Wilia karena tak mengingat dia berada dia atas Davio. Itu lah bodohnya Wilia, saat sudah terlena wanita itu tak akan sadar melakukan apa yang dilakukan.


__ADS_2