One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)

One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)
Jebakan


__ADS_3

Davio menggeliatkan mata saat merasa kepalanya sangat berat dan bagian dahinya terasa pusing. Belum lagi tubuhnya terasa kaku digerakkan, seperti ada sesuatu yang mencegahnya bergerak. Perlahan-lahan bola matanya mulai terbuka, pandangan pertama yang terlihat ada langit-langit kamar yang terasa asing, ini bukan kamar nya.


Tatapannya tertuju ke arah lain, sontak saja mata nya membelalak saat melihat seorang wanita sedang memeluk tubuh nya, dan itu bukanlah tubuh Wilia. Tanpa memperdulikan wanita itu sedang tertidur pulas, Davio menggulingkan kasar tubuh itu hingga terjerembap ke lantai.


Auhh!


Jelas wanita itu menjerit kala dorongan Davio sangat keras hingga membuat nya terjatuh dan tubuh polos nya terekspos sempurna.


Davio tak memperdulikan rintihan wanita di bawah ranjang nya, dia justru sibuk mengingat-ingat apa yang terjadi semalam. Matanya kian membelalak kala dirinya ingat semalam mabuk berat hingga tak mengingat apapun setelah kedatangan wanita yang saat ini di kamar nya.


"Apa yang kau lakukan?!" Davio menatap tajam wanita yang sedang berusaha bangkit dengan keadaan masih polos. "tutup tubuh mu!" Bentak Davio lagi saat melihat wanita itu ingin kembali ke ranjang tanpa memakai pakaian yang berserakan di lantai.


"Kenapa? Apa kau malu? Bukankah semalam kau sudah melihat nya?" Wanita itu menatap Davio dengan seringai tipis dibibir nya. Bahkan wanita itu nekat mendekati Davio seraya melenggak-lenggokkan tanpa menggunakan busana.


Davio yang tak tahan melihatnya pun hanya bisa memejamkan mata. Se-bejad apapun dirinya, Davio tak pernah melihat tubuh polos wanita selain tubuh Wilia. Entah mengapa ada rasa geli saat melihat tubuh wanita dihadapannya ini, berbeda sekali saat dirinya melihat tubuh polos Wilia yang akan membuat nya berhasrat.


"Berhenti! Jangan bertindak keterlaluan!"


Davio beranjak dari ranjang dengan selimut yang melilit di pinggang nya lalu memungut pakaiannya dan memakai di depan wanita itu.


Tanpa banyak kata, Davio segera berjalan ke arah pintu karena merasa tak ada urusan pada wanita ini.

__ADS_1


"Mau kemana, Davio!" Davio mengehentikan langkah nya saat wanita itu memanggil namanya. Ternyata wanita ini sudah mengenal nama nya. "kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu!"


Mendengar kalimat itu, seketika Davio tersenyum sinis. Ternyata dirinya baru saja dijebak menggunakan cara klise yang tak akan dipercaya sedikit pun. Davio ingat, semalam memang dia mabuk, tapi bukan berarti meniduri wanita di hadapannya.


"Apa kau sedang berusaha menjebak ku?" Davio melangkah maju dengan tatapan tajam nya yang terlihat menakutkan membuat wanita itu mundur beberapa langkah.


"Aku tidak sedang menjebak mu, tapi memang inilah kenyataan nya. Kau sudah meniduri ku!"


"Cih, omong kosong apa yang sedang kau katakan?! Aku, Davio Sanjaya Grey, tidak percaya dan tidak akan pernah percaya dengan jebakan klise mu!" Meskipun sebenarnya dalam hati dia bertanya-tanya dari mana wanita itu tahu namanya, namun tidak akan dia tanyakan. Lebih baik mencari tahu sendiri tentang wanita itu.


Tatapan Davio menatap jijik tubuh yang tidak terbungkus apapun. "Aku tidak pernah bernafsu dengan tubuh kotor mu! Jadi, ku peringatkan sekali lagi. Jangan pernah berani mencoba ingin menjebak ku atau kau akan menerima akibatnya!" Telunjuk tangan Davio mengarah ke wajah wanita didepan nya, membuat wanita itu ketakutan.


"I don't care! Jika pun aku meniduri mu, itu karena kau sendiri yang menyodorkan tubuh murahan mu! Bukan aku yang memaksa!" Tatapan Davio benar-benar dilapisi kemarahan. "So, jangan pernah kau meminta ku bertanggung jawab!"


Dalam hati, dia merasa sedih. Andai benar yang dikatakan wanita itu, maka dirinya telah mengkhianati Wilia. Entah mengapa hatinya merasa sakit bila memang benar dia telah berhubungan dengan wanita itu dan malah meninggalkan Wilia di apartemen sendiri yang sedang mengandung anaknya.


Seketika perasaan takut menggerogoti hatinya, dia benar-benar takut bila Wilia sampai mengetahui hal ini, sebisa mungkin dirinya menyimpan rapat apa yang baru saja terjadi.


Maafkan aku, Wilia.., Dalam hati nya mengucapkan kata maaf. Dia benar-benar khilaf dan tak mengingat sedikit pun.


"Tidak bisa begitu, Davio!"

__ADS_1


Davio melenggang pergi tanpa memperdulikan teriakan wanita itu.


Wanita yang tak diketahui nama nya itu terus menatap punggung Davio hingga tenggelam dibalik pintu dengan dada baik turun.


"Siallan!" Wanita itu mengeratkan kepalan tangan nya lalu memukul udara. "awas kau, Davio. Aku akan membuat hidup mu sengsara." Gumamnya dengan seringai tipis dibibir nya.


.


.


Diluar kamar, Davio segera mengecek ponsel. Ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Wilia, namun dia lebih memilih mengabaikan karena masih ada urusan yang lebih penting untuk memberantas gulma.


Dia segera menekan tombol hijau pada kontak yang dituju. Dan saat mendengar nada tersambung, tanpa banyak kata, Davio segera mengatakan maksud nya.


"Cari tahu wanita yang semalam membawa ku ke kamar 201," Kata nya seraya menatap pintu kamar tempat nya bermalam.


Tutt.


Davio meletakkan kembali ponselnya di saku celana lalu berjalan ke arah lift. Tak ingin membuat Wilia semakin menunggu, dia mempercepat langkah nya agar cepat sampai di apartemen.


Dalam hati dia terus merutuki diri sendiri yang mabuk mabukan hingga membuat nya tak sadarkan diri. Rasa penyesalan akibat tidur dengan wanita lain lebih mendominasi dibanding rasa kesalnya pada Wilia yang membuat nya viral di media sosial.

__ADS_1


__ADS_2