One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)

One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)
Bertemu


__ADS_3

Bunyi nyaring suara musik tempat hiburan malam begitu memekakkan telinga Davio, serta lampu kelap-kelip disko semakin membuat pria itu terasa pusing. Sudah terlalu lama dia tak mengunjungi tempat seperti ini, sayang nya kali ini dia benar-benar tak bisa mengelak.


"Selamat malam, Tuan Sanjaya. Suatu kehormatan Anda bisa menghadiri acara kecil kami," Sapa Tuan Hodgson sembari menjabat tangan Davio. Seorang kolega yang mengadakan perty.


Davio sudah tak heran bila party di adakan di tempat hiburan malam, karena memang sudah menjadi kebiasaan mereka di kota N tempat seperti ini digunakan sebagai tempat berunding bisnis.


Bahkan sebagian bisnis kasino dan jual beli jasa wanita di sana sudah di legalkan. Tak heran lagi bila diantara mereka sering merayakan bisnis dengan bermain dengan banyak wanita, karena memang sseks bebas sudah merajalela.


"Terimakasih, tentu saya sangat senang menghadiri pertemuan ini."


Memang pertemuan kali ini bukan hanya untuk membahas bisnis, tetapi sekaligus untuk merayakan ulang tahun Tuan Hodgson yang ke 53. Pria berperut buncit ini memiliki 3 istri yang kesemuanya masih muda, dan ketiga istri nya ikut merayakan.


"Mari, Tuan. Saya antar ke ruangan."

__ADS_1


Davio hanya mengangguk mengikuti Tuan Hodgson sendiri yang mengantarkan ke ruangan pesta.


Prang.


Davio terkesiap mendengar suara pecahan beling. Dia memutarkan pandangan ke segala arah, dan terkunci pada sosok wanita berseragam pelayan sedang berjongkok memungut serpihan-serpihan kaca.


Deg.


Jantung berdegup kencang, pacuan hebat itu seakan-akan membuat jantung itu loncat dari posisi nya.


Rasa rindu nya yang begitu membuncah menggerakkan kaki nya untuk berjalan mendekati. Namum baru beberapa meter berjalan, langkah nya kembali dihentikan oleh seorang wanita yang tiba-tiba datang dari arah belakang menjambak rambut Wilia hingga wanita itu menjerit keras mendongak ke belakang.


"Hei, jalllang! Berani-beraninya kau membuat ulah di pesta suami ku!" Bentakan wanita itu terdengar menggelegar ke seluruh ruangan. Membuat semua orang menatap kearah nya. "dasar jallang!! Bisa nya hanya menggoda suami ku tapi bekerja seperti ini saja tidak becus!"

__ADS_1


"Aarrghh..!" Wilia memekik keras kala rambut nya semakin ditarik dengan kuat, membuat Davio tak sanggup lagi hanya menatap nya. Kaki nya tergerak untuk kembali berjalan dengan langkah tergesa-gesa.


"Cukup!" Davio menghempaskan begitu saja tangan wanita yang sedang menjambak rambut Wilia. "berani-beraninya kau menyakiti istri ku!"


Deg.


Bukan hanya wanita itu yang terkejut, semua orang bahkan terkesiap mendengar pengakuan Davio. Terlebih wanita yang tadinya merasakan sakit yang teramat kini berubah terkejut saat mendengar suara familier ni, suara yang sudah 4 tahun sangat dia rindukan namun tak pernah bertemu.


Deg.


Jantung Wilia berpacu hebat dengan seluruh tulang-tulang nya terasa lemas, kala memberanikan diri mendongakkan kepala dan tatapan nya berisibobrok dengan Davio.


D_davio? Batinnya, dia gak mungkin berani mengucapkan kalimat itu secara spontan karena tak ingin membuat pria di depan nya semakin menyadari bahwa dia benar-benar Wilia.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukanmu, sayang." Davio tak tahan lagi menahan rasa rindu yang sudah empat tahun membelenggu. Akhirnya memilih menghambur ke pelukan Wilia, tubuhnya ikut bersimpuh di lantai dan membawa Wilia ke pelukan.


Davio terus saja menitihkan air mata tanpa berani berucap apa-apa. Dia ingat, bahkan sangat ingat. Penyebab istrinya pergi karena ada suatu kesalahpahaman yang masih perlu diluruskan.


__ADS_2