One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)

One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)
Gara-gara Foto


__ADS_3

"Damn!" Gumam Davio disela-sela aktivitas nya meneguk wine. Hatinya bergemuruh mengingat kelakuan Wilia tadi siang, bahkan sampai saat ini dia masih belum bisa melupakan nya.


Akibat kelakuan Wilia yang sungguh absurd itu, dia dibanjiri DM dan segala macam pesan masuk dari berbagai aplikasi komunikasi. Dari semua pesan yang masuk, rata-rata mereka menertawakan dirinya, ada pula memuji namun pujian berupa ejekan, dan tidak sedikit pula yang menanyakan keadaan kejiwaannya.


Setelah keinginan Wilia menyuruh nya berfoto bersama monyet yang katanya sangat imut, akhirnya mau tak mau Davio menyetujui karena ancaman Wilia yang ternyata tidak main-main. Wanita itu sudah memasukkan seluruh pakaian di koper dan bersiap pergi hingga akhirnya Davio menuruti keinginan nya.


Dan setelah sukses berfoto-foto bersama si imut monkey, tanpa sepengetahuan Davio, Wilia memposting gambar fotonya berama si monyet super cut itu di berbagai aplikasi media sosial. Tak butuh hitungan detik, Davio diserbu seluruh pengguna media sosial. Tak tahu lagi bagaimana dirinya menghadapi dunia. Seluruh dunia gempar dengan fotonya.


Salah Davio lengah karena tak mengunci layar ponselnya hingga memberikan peluang Wilia untuk mempermalukan dirinya.


"Sudahlah, Davio. Jangan terus-terusan marah, seharusnya kau itu bersyukur pada wanita itu karena foto mu akhirnya mendapat rank tertinggi paling viral periode ini. Dan kau juga untung banyak bisa mendapat tawaran endorse dari berbagai perusahaan." Kata Alex yang sedari tadi menemani pria itu minum


Sebenernya pria itu ingin sekali tertawa dengan foto yang tersebar itu, namun dia tak akan tertawa didepan singa yang sedang marah karena itu sama saja bunuh diri. Sebisa mungkin dia harus berkamuflase menjadi sahabat yang baik untuk menenangkan sahabat nya.


"Ck! Sialan, mentang-mentang sedang mengandung benihku, dia semakin tak tahu diri. Lihat saja! Akan aku tunjukkan seperti apa diriku setelah bayiku lahir." Sahut Davio seraya mengeratkan genggaman gelas yang sudah kosong. Entah sudah berapa banyak wine yang dia habiskan, beberapa botol kosong sudah berserakan di atas meja. Meski begitu, Davio yang memang sudah sering minum dengan kapasitas banyak, tak membuat nya mabuk sedikit pun.


Alex hanya menggeleng-gelengkan kepala, meskipun dia penjahat wanita, tapi tak pernah terpikirkan sedikit pun untuk menyakiti wanita seperti yang Davio lakukan. Ya, Alex sudah tahu rahasia Davio yang menikahi Wilia hanya untuk mendapatkan anak. Dan pria itu tak bisa memberi komentar apapun karena Davio bukan lah tipe pria yang bisa dibujuk.


"Davio, apa kau tak ingin mengubah keinginan mu? Aku takut jika kau terlalu menyakiti nya, kau yang akan menyesal sendiri. Bukan hanya itu, tapi ku rasa kau sudah mulai candu dengan wanita itu,"


Deg.


Jantung Davio berpacu hebat, apa yang dikatakan Alex memang sepenuhnya benar, dan dia tak akan menampik nya. Tapi apakah benar dia sudah mulai menyukai wanita itu?

__ADS_1


Davio menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba menampik pemikiran nya. Candu dengan tubuh Wilia memang Davio akui, bahkan selama dua bulan ini dia berusaha mati-matian agar tak menyentuh wanita itu meksi dirinya yang selalu tersiksa. Hal itu Davio lakukan karena tak ingin semakin menumbuhkan perasaan pada hatinya.


"Omong kosong! Dia tak mungkin merasa tersakiti. Wilia itu hanya gadis nakal yang sukanya mengabiskan waktu untuk bersenang-senang bersama teman-teman nya. Dia tak mungkin memiliki sifat keibuan seperti_" Davio menggantungkan perkataan nya, hampir saja dia menyebutkan nama Ana. Tapi segera dia tahan karena merasa tak ingin membahas wanita itu lagi.


"Seperti siapa?" Alex menaikan satu alisnya.


"Sudahlah, aku tak mau bahas lagi." Sahut Davio. Dia segera mengalihkan pikirannya dengan kembali meneguk alkohol.


"berikan aku alkohol yang lebih tinggi."Untuk sementara ini, Davio ingin sekali melupakan masalah-masalah nya. Kandungan alkohol yang diminum saat ini belum membuat nya mabuk, alhasil dia meminta minuman yang memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi.


"Sudahlah, Davio. Kau sudah terlalu banyak minum." Alex berusaha mencegah saat seorang bartender memberikan satu botol minuman yang jelas memiliki kadar alkohol paling tinggi. Davio sama sekali tak menggubris temannya, dia segera meraih botol itu dan langsung meminum tanpa menuangkan ke gelas lebih dulu.


Saat Alex hendak mencegah, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Melihat nama si pemanggil yang tertera di layar ponsel membuat nya tak mungkin bisa menolak. Segeralah mengangkat panggilan itu dan berlalu dari hadapan Davio.


Tak berselang lama, Alex sudah kembali ke hadapan Davio dengan pandangan tak terbaca, sangat berbeda dari sebelumnya.


"Tidak, kau pulang lah. Aku masih bisa menyetir sendiri." Davio mengibaskan tangan nya mengusir Alex tanpa menatap kearahnya. Yang sebenarnya malam ini dia tak ingin pulang dulu karena tak ingin menyakiti wanita yang berhasil membuat nya malu sejagad maya.


Alex tak mengatakan apapun, dia langsung pergi begitu saja. Meksi begitu, diam-diam dia menyuruh seseorang untuk mengawasi Davio.


Tak lama setelah Alex pergi, seorang wanita berpakaian ketat dan terlihat menggoda datang mendekati Davio. Pria itu tak menyadari jika ada seorang wanita yang sudah duduk disebelah nya.


"Hai, sepertinya kau terlihat tidak baik-baik saja. Apa kau butuh hiburan?" Tanya nya dengan tubuh yang semakin mendekati Davio.

__ADS_1


Pria itu yang sedang sibuk meneguk alkohol benar-benar tak menggubris ocehan wanita disebelah nya.


Terlalu banyak meminum alkohol membuat nya merasa sedikit pusing, dia memijat kepalanya sembari memejamkan mata. Hal itu dimanfaatkan wanita disebelah nya untuk memasukan serbuk pada minuman Davio.


"Jangan memakai botol, biar ku tuangkan ke gelas," Wanita itu menyodorkan minuman yang baru saja dia tuangkan.


Baru saja ingin menjatuhkan kepala nya yang sudah terasa berat ke atas meja, membuatnya menghentikan niat nya. Davio melihat gelas yang masih berada di genggaman wanita itu lalu merebutnya kasar. Dalam satu kali tegukan, minuman itu sudah tandas.


Wanita itu tersenyum menyeringai menatap gelas dalam genggaman Davio. Dia yakin setelah beberapa detik pria ini akan tunduk padanya.


Sebelum orang-orang menyadari akan perbuatannya, wanita itu menatap ke penjuru arah lalu memanggil seorang pria berbadan kekar untuk mengangkat tubuh Davio yang sudah tak berdaya.


"Bawa dia ke ruangan ku," Perintah wanita itu setelah pria kekar yang baru saja dipanggil sudah berada di hadapan nya. Pria itu mengangguk lantas mengangkat tubuh Davio yang terasa berat dan sangat sulit dipapah.


Di sudut lain, seorang pria yang baru saja datang menatap ke sekeliling arah. Dia memindai satu persatu wajah para pelanggan di sini namun tak ada satu pun wajah pria yang mirip dengan foto yang dikirimkan bos nya.


"Dimana teman tuan Alex?" Gumam nya menatap ke segala arah.


...🌺🌺🌺...


Mampir novel baruku, ya...,


Keknya lebih rame di sana.🀭

__ADS_1


Kuy! Buruan ikut ramaikan.πŸ˜†



__ADS_2