One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)

One Night Stand with Dosen Panas (Mr. Dave, I Love You! 2)
Kesalahpahaman


__ADS_3

"Lepaskan saya!" Sentak Wilia setelah tersadar dengan perbuatannya, wanita itu bersikap seakan tak mengenal Davio.


"Aku tidak akan melepaskan mu, sayang. Alu sangat mencintai mu. Aku sangat merindukanmu." Gumam Davio menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri. Kedua tangan nya semakin mempererat pelukan nya, seakan-akan takut bila Wilia lari dari nya.


Para tamu yang melihat interaksi dua orang itu pun menjadi heran. Terlebih mereka tahu siapa Davio, pria muda yang sukses membangun bisnis otomotif nya bahkan menjadi perusahaan raksasa. Tidak hanya dikalangan para pebisnis, bahkan para wanita muda pun sangat mengenal Davio, pria itu memang sering diwawancarai di salah satu stasiun televisi internasional hingga membuat nya terkenal. Pria tampan yang begitu rupawan namun juga pintar berbisnis benar-benar menjadi sorotan seluruh wanita cantik di muka bumi.


"Lapas!" Wikia kembali memberontak. Dia melihat arah sekitar yang seperti nya sudah sangat sulit untuk bisa lari karena semua tatapan mata melihat kearah mereka.


"Ku mohon, lepaskan saya. Saya sudah bukan lagi bagian dari hidup Anda." Wikia memohon penuh harap agar Davio mau melepaskan nya. Rasa sakit yang di torehkan Davio sudah terlalu besar hingga membuat nya tak mampu lagi jika harus mengingat kembali.


"Kata siapa kamu bukan lagi bagian dari hidup ku?" Tanya Davio dingin. Meski dia sudah menegakkan badan nya, namun bukan berarti melepaskan begitu saja. Kedua tangan nya masih mencengkram erat dua tangan Wilia agar tak memberi kesempatan untuk kabur.

__ADS_1


"Kamu masih menjadi istri sah ku, Wilia. Dan selama nya akan tetap menjadi istri ku!" Sahut Davio lagi.


Baru Wilia ingin membuka mulut, diri nya sudah dikejutkan dengan aksi Davio yang tiba-tiba menggendong tubuh wanita itu dan berjalan keluar dari ruangan itu.


"Davio, mau bawa aku kemana ? Cepat, lepaskan aku!" Wilia meronta-ronta berusaha melepaskan tubuh nya dati gendongan. Namun bukan nya terlepas, gendongan itu justru semakin kuat hingga día benar-benar tak mampu melepaskan diri.


Plak.


Bahkan saat tubuh nya berjangkit berusaha turun, justru yang ada pantatnya di pukul keras oleh tangan lebar Davio hingga membuat nya sedikit merasa perih.


"Aku akan menghukum mu karena telah berani pergi dati ku tanpa pamit, bahkan tanpa meminta penjelasan." Sahut nya lagi dengan tatapan ingin memangsa serta suaranya sudah berubah serak.

__ADS_1


"Tidak, Davio. Aku sudah bukan menjadi bagian hidup mu lagi. Dan kau juga sudah memiliki wanita yang telah melahirkan darah daging mu." Sahut Wilia lirih. Tersirat kesedihan yang teramat dalam pancaran matanya. Namun seperti sebelumnya, wanita itu selalu berusaha tegar meski sebenarnya hatinya sangat lah terluka.


"Tidak, Wilia. Kamu sudah salah faham." Davio menggelengkan kepala. Dia tak setuju dengan perkataan Wilia.


Mendengar penjelasan Davio, Wilia hanya menatap nya dengan senyum miris.


"Andai itu memang salah faham, Davio. Aku tidak akan pergi sampai selama ini dari mu." Wilia tak kuasa menahan buliran bening yang sejak tadi terus memaksa untuk keluar.


Davio sontak mengerutkan dahi. "Apa maksud mu? Kau hanya salah faham, Wilia. Alu benar-benar tidak melakukan nya. Bahkan sebenarnya wanita itu tidak mengandung." Sahut Davio. Memang wanita itu sengaja memberi laporan kehamilan palsu agar dirinya berpisah dengan Wilia.


"Tapi bukan berarti kau tidak tidur dengan wanita itu, Davio!" Meluncur sudah air mata yang sejak tadi dia tahan. Jika tadi hanya meneteskan beberapa buliran air mata, kini Wilia benar-benar tak kuasa menahan tangis itu kala mengingat kejadian 4 tahun lalu, dimana Davio menghabiskan waktu bersama seorang wanita setelah dirinya membuat Davio malu karena menyebarkan foto jeleknya dengan seekor monyet.

__ADS_1


Andai waktu bisa diulang kembali, Wilia tak akan bertingkah absurd seperti itu hingga membuat Davio memilih menghabiskan waktu bersama seorang wanita tak dikenal.


"Tidak, Wilia. Aku benar-benar tak pernah melakukan nya. Aku akui, waktu itu aku mabuk dan tidur dengan wanita itu. Tapi aku berani bersumpah kalau aku memang tidak pernah meniduri nya." Jelas Davio. Berusaha meyakinkan keyakinan Wilia yang menuduhnya telah tidur dengan wanita lain.


__ADS_2