
Juna perlahan membuka matanya. Dan mendapati Rara tertidur disampingnya dengan posisi terduduk dan masih memegang handuk kompres.
Hati Juna sedikit menghangat mengetahui Rara yang merawatnya tadi malam. Yah, walaupun dia penyebab utamanya.
Hmmm..... tidak.. tidak.. gue gak boleh terharu ma dia." Sambil berjalan keluar kamar dengan Terburu-buru. Dan menubruk salah satu pelayan dan pergi begitu saja.
" Aduuhh..!! Tuan....," Terkapar begitu saja. Dan dibantu temannya berdiri.
"Lina kamu gak apa-apa kan??"
"Iya Ta, aku Gak apa-apa. Kayaknya kita harus beri pelajaran bocah udik itu!! Karena bikin tuan kita gak betah di rumah."
"Iya, Lin. Dia itu cuma nyonya dalam nama. Kita berbuat apapun sama dia, Tuan Juna pasti gak bakal masalah. Kalau negur juga paling cuma akting pas marahin kita waktu itu. "
"Iya, bener kamu Ta."
Lina dan Vita tersenyum menyeramkan dan memikirkan ide licik di otak mereka.
Semua pelayan setelah ditegur Juna minggu lalu mulai menyiapkan sarapan dan kebutuhan lainnya untuk Siska. Walaupun masih terpampang wajah tidak suka di muka mereka. Dengan terpaksa mereka mematuhi. Kecuali Lina dan Vita dan beberapa pelayan lain yang mengidolakan tuan mereka Juna.
__ADS_1
Siska yang masih tertidur lelap tiba-tiba terbangun oleh guyuran air.
" Ahhrrghhh.. Genting bocor... boooccoor!!" Teriak Siska histeris dengan badan yang basah kuyub di tempat tidur.
Terdengar cekikikan dua pelayan cantik dengan pakaian yang minim.
"Kalian Ya?? yang melakukan ini??? " Teriak Siska dengan muka gahar.
"Iya kalau kita, kamu mau buat apa? Mau Nangis, atau mau lapor??? Ahahaha.. coba liat, siapa yang bakal dipercayai kamu apa aku?? Nyonya dalam nama.... ,"Kata Lina yang sombong dengan sinis.
Siska hanya menunduk dan berdiam di tempat dengan muka mendung. Lina mendekati Siska dan diikuti Vita dibelakangnya.
Sekilas terlihat wajah tersenyum di wajah Siska yang memandang Vita dan Lina. Seperti hantu Kuntilanak. Bulu kuduk mereka langsung berdiri dan ketika hendak melepaskan tangan dari wajah Siska. Tiba tiba Tangan Lina ditarik Siska dan langsung mematahkan pergelangan tangan Lina.
KKrrrrakkkkk...!!"Suara tulang patah.
"Aaarrrrrggghhhh....... Ta... tanganku... Hwaaaaaa....!!! " Teriak dan tangisan Lina terdengar di kamar Siska.
"Loo.. Mau sok kuasa sama gue??.. Ngaca dulu lo siapa??? " Sambil menepuk -nepuk pipi Lina dan memegang dagu Lina sampai membuat muka Lina pucat pasti.
__ADS_1
" Emang gue Nyonya tanpa nama, tapi gue tetep nyonya resmi di rumah ini!! Sedangkan lo hanya pelayan...yang harusnya Ngaca tu lo!! " Dengan lebih menguatkan cengkramannya.
Lina tampak hampir terkencing-kencing dan menangis histeris. Vita hanya bergetaran si sudut. Tidak menyangka nyonya mereka yang penakut gantian mengancam dan membalas mereka.
Siska lalu menoleh ke arah Vita yang bergetaran di sudut.
"Dan loo.." (Menunjuk arah Vita).
"Kamu juga mau bertingkah seperti orang sok centil ini??? "
"Tii.. tii dak Nyooonyaaa.. ," Sambil bergetar ketakutan dan menggelengkan kepala.
"Bawa temanmu ini !! Kalau aku lihat kalian bertingkah lagi, gue bakal berbuat lebih dari ini agar kalian tidak bakalan lupa sampai ke dalam mimpi kalian!! " Sambil melempar Lina ke arah Vita yang Tergopoh-gopoh menangkap Lina yang pucat pasi dan syooockk. Dan ketika mereka hampir mencapai pintu.
"Ahh.. dan ini jangan lupa dibersihkan!! Menunjuk ke arah tempat tidur yang basah kuyub.
"Ba.. baik Nyonya akan segera saya bersihkan!! " Langsung melemparkan Lina ke lantai dan langsung membersihkan tempat tidur tanpa menghiraukan jeritan kesakitan Lina.
Siska hanya tersenyum puas melihat tingkah ketakutan mereka dan pergi mandi ke kamar mandi.
__ADS_1
P