
Sayup-sayup terdengar suara seruling bambu di kejauhan. Terlihat sesosok laki-laki tampan memakai sehelai kain berwarna coklat di badannya dengan rambut putih yang panjang dan telinga kucing menghiasi kepalanya.
Siska terpana melihat sesosok laki-laki tampan itu. Dan tiba-tiba sesosok laki-laki itu mendekatinya.
"Ahh.. Kamu sudah sadar?? "Kata laki-laki itu seraya memeriksa keadaan Siska.
".... ," Siska masih menatap.
"Masih pusing??? "
"Kamu siapa?? "
"Ahh kamu pasti bingung aku siapa, Perkenalkan namaku Rorin, Roh penunggu hutan ini. "
"Kamu Jin, Setan, tuyul, genderuwo, buto ijo atau apa??? "
"Ehmm.. orang bilang sih gue siluman harimau. Tapi gak usah takut aku Gak makan manusia karena gigi gue berlubang sudah lama gak makan daging. " Sambil memamerkan giginya yang berlubang di sana sini dengan bangga
Siska bukannya takut tapi menatap kasihan kepada harimau jadi-jadian itu.
"Gue dimana?? "
"Lo di tempat gue di dunia lain!!
"Haaaaahhh!!! Kok bisa??? "Teriak Siska dengan tidak percaya.
"Aku Gak tau lo tiba-tiba nyelonong masuk ke wilayah gue dengan kepala bocor dan memerah!! Dan lo tiba-tiba meraba-raba gue. Gue yang merinding langsung nglemparin lo ke danau Deket gua gue. Dan lo ngambang kayak sandal jepit yang di buang di sungai. Gue yang merasa bersalah dan gak tega liat lo kayak begono membawa lo kesini dan merawat lo!! "
"Kok kayaknya gue pernah ngalamin adegan ini ya!! "kata Siska dalam hati.
#Yaiyalah Ma Joko masak lupa... Haduh biyung.... ni anak bolot apa oon... Hmmm#
"Ehmm.. Iya makasih bantuannya!!"
"Ehmmmm di dunia ini gak ada yang gratis loo!! "
Siska Hanya mengernyit dan menjadi was-was dengan Rorin.
Dan mulai melangkah mundur ke belakang dengan terhuyung dan hampir tersungkur. Tapi ditangkap Rorin dengan sempurna.
"Ah... hati-hati!!"
"Iya maaf.. (sambil melepaskan diri dari pelukan ROrin)...lo mau apa?? "Tanya Siska dengan was-was.
Rorin yang mendengar perkataan Siska Hanya mengenduskan hidungnya di badan Siska seperti mencari Sesuatu.
__ADS_1
"Ahh.... gue mau ini!! "Sambil mencomot permen dari Saku Siska dan mengunyahnya dengan senang seperti anak kecil.
S"Hmfft... makanya gigi kamu bolong sukanya kayak begitu!!" Siska Hanya menggelengkan kepala dengan geli.
Siska Belum selesai ngomong Rorin tiba-tiba mengaduh kesakitan.
"Hadfooohh!! Gigiku!!!Wraoww...Rwaoww..!!!"
Mengguling-guling kesakitan memegang giginya dan berubah menjadi bentuk aslinya harimau putih.
"Hahaha.. kapok!! kebanyakan makan manis ya begitu. "
"Wraowww... kamu tegah..!!! waoww!! " Rorin menangis histeris dengan mata memelas.
"Siska langsung keluar ke hutan dengan tertatih-tatih. Dan kembali dengan membawa beberapa daun.
"Makan ini, Ini lumayan buat ngobatin gigimu!! "
Rorin perlahan mendekati Siska dan mengendus daun ditangan Siska yang ternyata daun JAmbu dan mengunyahnya dengan muka jelek.
"Gimana lumayan kan???"
Rorin hanya mengangguk dan melingkar kaki Siska dengan senang dan mengelus-ngeluskan kepalanya kayak kucing manja.
Siska jadi greget pingin mengelus-ngelus kepala dan perut Rorin. Rorin hanya menggeliat senang dan nyaman.
"Prrr.. kamu mau pergi??? "Rorin terkejut dan menampilkan mata memelas yang imut, seperti kucing kecil.
"Iya, gue masih ad hal yang harus di urus!! "
"Gue ikut, Yahh... Please?????? "Dengan memohon.
Siska berpikir sebentar dan melihat Rorin. Badannya aja segedhe Moge kalau dibawa bukannya malah jadi tontonan dan bikin rusuh.. Andaikan badannya kecil masih dipertimbangkan.
"Yah, kalau badan kamu kecil masih dipertimbangkan. "
"Itu mah kecil.. " Rorin langsung menampilkan tubuh seperti kucing kecil yang imut.
"Gimana???? Oke kan??? "Sambil melambaikan Ekornya yang putih dan berbulu lebat kayak kucing persia.
"Oke sihh.. tapi katany kamu penunggu Hutan ini... kalau kamu ilang siapa yang nunggu disini??"
"Ah itu mah kecil.. "Langsung keluar segala macam Jin, Tuyul, Kuntilanak, siluman, peri dan lln. Rorin langsung mendekati dan berbicara kepada mereka. Mereka hanya saling mengangguk. Dan mengarahkan mata mereka ke Siska dan ke arah Jin yang berparas tampan Gak tau itu apa. Kayaknya masih siluman. Siska yang di tatap hanya merinding.
Rorin lalu komat-kamit kayak Mbah dukun baca mantra dan air disembur ke muka mereka. Terlihat wajah asli mereka yang rupawan berbeda dengan wajah seram yang tadi di lihat Siska.
__ADS_1
Siska sih pernah dengar kalau Jin atau yang lainnya sebenarnya berparas cantik. Muka serem itu cuma bentuk untuk nakutin atau perlindungan diri mereka dari manusia. Katanya sih kalau mereka keluar ke dunia lain untuk nakutin manusia pun pulangnya mereka di hukum. Entah itu bener atau nggak.
Siska Hanya mengangkat bahu dengan muka yang rumit.
Setengah Jam kemudian ritual serah terima jabatan selesai. Dan Rorin mendekati Siska.
"Rorin gue ada satu permintaan lagi selama lo ikut gue lo harus nurut ma gue dan matuhin perkataan gue. "
Iya... okay.. "
"Gue masih ragu deh ma lo!! walaupun lo dah Nolong gue..!! " kata Siska dengan berani, walaupun disitu da sekumpulan jin dan dedemit.
"Okay kita bisa pakai perjanjian darah.. "
"Heh apa itu?? Loo mau korbanin gue buat tumbal?? "
Rorin dan bangsa Jin hanya saling berpandangan dan menahan tawa.
"Pfftttt... Ahahahah..., Lo pikir kita Setan?? Yang melakukan itu bangsa setan. Kita bangsa Jin, siluman dan peri Gak melakukan itu!! Nakutin sih iya tapi kalau sampai main kayak gitu sih nggak.. Kita cuma nakutin manusia yang kelewat Batas dan sok berani, serta sombong. Kalau yang niatnya Gak macem-macem, lempeng gitu Gak bakal kita ganggu.. "
"Oh... gue kiraiinn!! Lo bakal makan gue Beneran kalau gigi lo gak berlubang. "
"Bwakakakka... (tambah ngekek tu si siluman harimau putih). Gue kalau makan hewan iya klu manusia kagak. Menggiurkan Sihh.. tapi ....ahhh loo gak perlu tau.. "
"Hmm.. okay apa yang perlu gue lakuin??"
"Lo hanya menempelkan darah lo ke dahi gue dan kontrak perjanjian darah bakal ke bentuk, lo bakal jadi saudara gue dan bisa pulang pergi antar dunia. "
"Jangan sampai tau kalau itu perjanjian hamba dan tuan. Tambah nglunjak nanti tu bocah, " Kata Rorin dalam hati.
"Wahhh..... Kereewnn!! "
Siska lalu menggigit jarinya ala Naruto ngeluarin jurus dan meneteskan nya ke dahi ROrin. Terpancar Sinar yang terang dari Dahi Rorin dan perjanjian darah terbentuk.
"Okay sudah selesai.. mari kita pergi ke dunia mu. "
"Okay....!! "
"Open the Door...!!! Sriiiiiiingggg......!!! "Sebuah Pintu Portal yang besar dan tak terlihat ujungnya terbentang di depan Siska. Rorin mengubah wujudnya ke tubuh harimau putih yang besar.
"Ayo naik ke punggungku dan pegang dengan kuat!! "
"Iya baiiikk!! "Siska mengangguk dan naik ke punggung Rorin dengan mudah.
Lalu mereka melewati gerbang dengan perlahan. Para penghuni dunia lain hanya mengantarkan kepergian mereka dengan sedih dan berlinangan air mata,..
__ADS_1
...****************...