
?Sasa merasa sakit hati dan tidak terima Joko menikah dengan wanita lain. Bahkan lebih cantik darinya. Sasa ingin merebut dan merobek-robek buku nikah itu.
Tapi sebelum mencapai buku nikah itu Sasa jatuh tersungkur menabrak meja yang penuh makanan dan minuman. Sampai muka dan badannya penuh dengan segala macam makanan dan minuman.
Sasa yang malu, menangis histeris.
"Good Job rin!! " Mengacungkan 2 jempolnya kepada Rorin yang berwujud manusianya. Orang lain Gak bisa melihat kecuali Siska.
"Berez non, kalau urusan kesialan serahkan saja kepada Rorin ini!! " Kata Rorin dengan bangga.
"Farhan!!! Apa-apaan ini!!! " Teriak papahnya Sasa dengan marah.
"Tenang Rudi, saya bisa jelasin!! "
"Ahhh.... Perset***n, Saya bakal ingat apa yang kamu lakuin kepada anak saya!! Lihat dan tunggu tanggal mainnya!! " Pak Rudi mengancam Papahnya Joko dan menyeret Sasa dengan perasaan marah dan malu.
"Puas kan kamu Joko...!! "Teriak Papahnya Joko dengan marah.
"Puas sekali pahhh!!! Salah sendiri asal tunangin dan kawinin orang!!"Dengan ekspresi mengejek papahnya yang marah.
"Ahhh... Joko..!! Aku melakukan ini hanya untuk yang terbaik untukmu!! "Kilah Papahnya Joko.
"Papah hanya berdalih, mencari pembenaran sendiri...!! Pokoknya apa yang sudah papah janjikan harus ditepatin...!! Dan... Ahh... Siska sudah hamil anak ku Pah!! Jadi papah Gak bisa pisahin kita!! "
Siska Melotot ke arah Joko.
Joko mengedipkan sebelah matanya ke arah Siska.
"Huweeekkz... Huwweekkkzzzz!! " Siska pura-pura muntah.
__ADS_1
"Cintah... Kamu mual lagi Yahh??? Sini gue papah ke kamar!!"
" Cepat bawa istrimu ke atas dulu Joko!! " Kata papahnya Joko dengan ekspresi khawatir. Dan mencoba membantu Siska yang hendak pingsan.
Dalam hati Siska tertawa ngakak sambil jungkir balik.
Joko lalu menggendong Siska ala putri ke kamarnya di rumah itu.
Papahnya Joko dengan khawatir memanggil dokter pribadinya untuk memeriksa Siska yang pingsan.
Joko harap-harap cemas, Takut aktingnya dan Siska ketahuan.
"Bagaimana Dok?? " Kata papah Joko was-was.
"Tidak apa-apa, nak Siska hanya kelelahan dan sedikit stress... Saya akan meresepkan penguat kandungan dan vitamin untuk nak Siska. " Kata dokter lalu memberikan resepnya kepada Joko.
Joko menerima dengan bingung resep itu dan memandang Siska penasaran.
Setelah mereka pergi, Joko mengunci rapat pintu kamarnya.
Joko mendekati Siska yang pura-pura tidur dengan perasaan campur aduk.
"Siska, ayo bangun...!! " Dengan suara yang menahan emosi.
"Siska bangun dengan segera, melihat kanan-kiri, Dan ternyata aman. Siska menghela nafas lega.
Tapi tatapan tajam masih mengarah ke arah Siska. Yah, itu pandangan dingin dan marah dari Joko yang tidak pernah diperlihatkannya kepada Siska.
"Anak siapa itu Siska?? " Suara Joko agak meninggi.
__ADS_1
Siska agak terdiam sebentar melihat perubahan Joko yang tiba-tiba.
" Oh ini, aku Gak hamil beneran, cuma minum obat yang memberikan efek berkesan seperti hamil. " Lalu mengeluarkan botol porselin putih yang berisi obat.
"Jangan bohong kamu!! Mana mungkin obat bisa membuat orang seperti hamil!! "
Siska menghela nafas berusaha untuk tidak terbawa suasana yang memanas.
"Belum pernah dengar, belum tentu tidak ada Joko!! Kalau tidak percaya lihat saja lenganku, masih ada tanda kesucianku. " Kata Siska lalu membuka kancing bajunya dan memperlihatkan lengannya yang putih dan ada satu titik merah darah terlihat di lengannya.
Joko melihat titik darah itu dengan terbelalak. Dan berusaha mengusap-usap tanda itu berulang kali hingga memerah menandakan itu Asli. Siska hanya mengernyit menahan sakit.
Joko pernah dengar kalau disini, gadis yang masih suci dan perawan ada tanda titik merah darah di lengannya. Dan itu nyata, Masih ada di lengan Siska.
"Puaaasss????? Kamu kan juga tahu aku pernah nikah dengan Juna!! Kalau tidak perawan sah-sah saja. Tapi untungnya aku masih perawan, karena Juna jijik menyentuhku!! "
"Maafkan aku cintah...!!" Sambil memperlihatkan muka yang memelas kepada Siska.
Siska masih ngambek dan manyun tidak mau melihat ke arah Joko.
Joko lalu memeluk Siska dari belakang dan menyandarkan kepala di bahu Siska.
"Maafkan aku cintah, Aku tahu aku salah menuduh sembarangan. Biarkan aku menebus kesalahan ku Cintah...!! "Berusaha merayu Siska yang masih ngambek.
"Apapun permintaan ku!! " Masih sok dingin.
"Iya Apapun cintah!! "
Terlihat senyum licik dari bibir Siska yang merah.
__ADS_1
"Perasaan gue kok gak enak ya?? " Kata Joko dalm hati dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.
...****************...