
Kenapa Ya, kejadian ini menurutku ganjil banget. Masak makanan seenak itu beracun?
"Nenurut indera penerawangan gue non, Itu perbuatan Si calon tunangan Suami Non. Ahh... siapa Namanya itu!! Saraz.. Sosro.. Ahh.... Entahlah... "Kata Rorin males berpikir.
"Sasa...!!! "
"Ya itu noon...!! "Sambil menggigit lolipop.
"Enaknya kita apain tu anak Rin??? "
""Ehm... Kalau Kesialan udah pasti... Tapi kayaknya terlalu Enak! Mending Kita permalukan aja tu bocah Di depan Orang tua Joko Non!! "
"Ehmmm.... Okeh liat aja nanti!!"Siska tersenyum menyeramkan.
Kemudian terdengar pintu terbuka. Joko masuk dengan membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan Siska dan meletakkan Di Tempatnya. Sampai-sampai menghias kamar Rumah Sakit kayak kamar pribadi Siska yang penuh dengan Hiasan, Dan pernak-pernik.
"Jooo...!! Ini rumah sakit, bukan kamar gue Jo!! " Sambil memijit dahinya yang tidak sakit.
"Gue tahu, cuma pingin buat lo nyaman cintah..."Joko nyengir.
"Gue disini Cuma seminggu Joko!!!! Atau lo pingin gue tinggal lama di rumah sakit??? "
"Nggaklah lah cintah!! " Joko merasa bersalah dan merasa terpojok.
Tiba-tiba Perawat masuk dan menjatuhkan nampan obatnya karena terperangah melihat kamar itu. Dan langsung keluar menutup pintu kembali dengan muka pucat.
"Nah loo Jo!! Apa gue bilang???? " kata Siska pusing.
Joko hanya nyengir bodoh.
"Oh ya cintah Lo merasa anehh gak tentang racun dimakanan lo?? Gue udah investigasi Orang-orang di rumah tapi gak Ada yang tau racun itu dari mana?? Papah sampai kaget dengernya, dan nanyain keadaan lo terus. "
"Hmmm.... Kayaknya calon tunangan lo yang nyari perkara sama gue!! "
"Haaaaahhh... Mana mungkin?! Lo punya Buktinya Cintah??" Joko masih tidak mempercayai perkataan Siska. Karena Dia lebih mengenal Sasa, walaupun memang Dia nakal tapi tidak sejahat itu.
__ADS_1
"Loo ngraguin gue Jo?!" Siska merasa tidak senang melihat tanggapan Joko yang tidak percaya dengan perkataannya.
"Bukan gitu... Cintahhh!! " Berusaha menenangkan Siska yang mengernyit.
"Gue lebih tau anak itu, Gak mungkin dia sejahat Itu!! Kalau jahil oke, Tapi kalau sampai menyakiti Orang lain Gak deh cin??"
"Oh... Lo gak trima, gue nuduh Calon Istri tersayang lo?? " kata Siska merasa sakit di Dadanya Karena Joko lebih belain teman masa kecilnya.
"Bukan gitu cintah...!! Tapi... "
"Gak ada tapi!!!!!!! Keluar!!! " Teriak Siska sudah tidak sabar.
"Yah salah Lagi gue!! " kata Joko dalam hati. Joko keluar seperti kucing yang terbuang dengan mata yang memelas.
"Lo..liat aja, bakal gue perlihatkan kebusukan teman masa kecil tersayang lo itu!! "
...----------------...
Paginya Papah dan temen masa kecil tersayang Joko (Sasa) datang menjenguk Siska di rumah sakit.
Joko menyambut mereka di pintu luar kamar Siska. Seperti biasa Sasa nempel-nempel ke Joko sok cari perhatian dan cari muka.
"Alhamdulilah baik, bentar lagi dah mau pulang Kok Sa!! Mungkin besok pagi sudah pulang!! " Kata Joko senang dengan kepedulian Sasa.
Siska Hanya menatap jijik kepada mereka berdua.
"Rin tunggu aba-aba gue!! " Kata Siska bertelepati dengan Rorin.
"Siap 45 bozz!! " Masih mengunyah cemilan Entah dari mana.
Mereka bercakap-cakap lumayan lama, mungkin sekitar satu jam. Setelah selesai bertegur sapa mereka hendak masuk Ke ruangan Siska di rawat. Joko Hanya mengekor di belakang sesekali memandang Siska dengan tatapan memelas.
Siska melototin Joko yang mau masuk dari ujung kaki sampai ujung kepala karena masih Marah sampai ke ubun-ubun. Dan Joko akhirnya mengurungkan niatnya.
"Rin, Sekarang!! "Siska berbisik lirih.
__ADS_1
"Otweh Boz!! Sringgg.... Kesialan datang menghampirimu!! "Berlagak ala sailor Moon berubah dengan centil.
"Plakkk!! " Sandal jepit mampir Di kepala. Membuat kepala Rorin benjol.
Siska melototin Rorin yang lebay.
"Oke... okeh...!!" Rorin sewot dan mengeluarkan asap kesialan kepada Sasa yang hendak masuk Ke kamar.
Tiba-tiba Sasa terjatuh karena tersandung kakinya sendiri dan membuat roti yang di bawa jatuh ke mukanya. Kemudian menyusul keranjang buah jatoh di kepalanya.
"Akkkkhhhh...... "
"Lo Gppp Sa???" Kata Siska Sok simpati hendak turun tapi dia larang Joko dengan tatapannya. Dan masuk lagi ke dalam tempat tidurnya.
"Jokooooooo!!!!! Hweeee...... Sakit Joko!!! I'm!!!"Sasa menangis histeris meminta pertolongan Joko Dan papahnya.
"Tenang nak!!" Berusaha membangunkan Sasa yang terjungkal Di Lantai. Joko pun langsung berusaha membantu Sasa juga.
"Ehh.. Sa, Itu mukamu kenapa?? "
Terlihat muka Sasa melepuh dan membiru.
"Eh kenapa muka gue Jo?! " langsung meraba-raba mukanya, seketika rasa sakit Dan panas menjalar di seluruh badannya.
"Akkkkhhhh... Tolong gue Jooo!!!" Berteriak histeris.
Joko dan papahnya langsung panik memanggil perawat Di sekitar situ lalu membawanya pergi untuk penanganan.
Siska tersenyum puas melihat Wanita beracun itu dibawa pergi.
"Kerja bagus Rin!! "
"Ahahahahah... siapa dulu!! "
...****************...
__ADS_1
....
"