Open the Door

Open the Door
Nyeri Di dada


__ADS_3

Setelah masalah Sasa selesai, Joko kembali untuk melihat Siska di kamar rawatnya. Tapi... Batang hidung Siska sama sekali tidak kelihatan.


Joko panik kesana kemari mencari keberadaan Siska. Dari Toilet, kolong tempat tidur, luar jendela, dalam lemari, taman dll.


Tapi, masih belum ketemu juga.


akhirnya Joko bertemu dengan perawat yang biasa merawat Siska.


"Permisi Suster?! Apa Suster tahu dimana istri saya berada?? "


"Oh, Istri bapak sudah check out barusan!!"


"Haahh!!!!!!! Kok bisa??"


"Apa Bapak Joko tidak diberitahu?? Tadi saya sudah konfirmasi ke Istri bapak untuk memberitahu keluarga dan mengurus Administrasi!!"


"Ahh... Mungkin Istri saya lupa Sus!! terima kasih Informasinya!! "


"Sama-sama Pak Joko!! Baik, kalau begitu saya Permisi dulu!!"


"Ya... Ya silahkan Sus!!"


Setelah kepergian perawat itu. Joko berpikir Dan berpikir kenapa Siska sampai begitu? Apa mungkin karena dia dan papahnya sibuk ngurusin Sasa dan tidak menghiraukan Siska? Kan harusnya dia tahu dong, kalau sasa baru kena musibah!! Kenapa dia gak mau ngerti Sih!! " Joko keluar dari rumah sakit dengan kecewa dan menelpon Siska untuk mengetahui keberadaannya.


"Tooooot..... Tooooot... Maaf, nomor yang anda hubungi sedang di luar jangkauan!! Silahkan tunggu atau hubungi kembali beberapa saat....!! " kata operator.


"Yah.. Gak aktif!!" Joko semakin cemas dan menelepon sampai 99x tapi masih belum bisa dihubungi.


Akhirnya Joko memutuskan untuk mencari di rumahnya, tapi masih juga tidak ketemu.


Kemudian Joko melanjutkan mencari di apartemen Siska. Untung dia punya kunci cadangan jadi bisa enak keluar-masuk.


Joko lalu bergegas ke kamar Siska Dan mendapati sosok wanita yang dia cintai tertidur di tempat tidurnya.


Joko langsung memeluk dan menciuminya dengan syukur.

__ADS_1


"Ehmmm.... Lepasin Jo...!! Gue Gak bisa nafas..!! " Kata Siska yang terganggu tidurnya.


"Ah... sorry... sorry!! "mengendurkan pelukannya.


"Lo kok pulang gak bilang-bilang?"


"................" terdiam dan melanjutkan tidurnya.


"Yah malah Tidur!!"


...----------------...


Sebenarnya Siska merasakan sakit di Dadanya, ketika melihat Joko membopong Sasa. Harusnya Joko sadar, kalau Sasa tidak jatuh pasti yang terkena dia.


"Sakiiiittt!!! Gue Gak boleh down gara-gara ini!! Gue harus kuat!! " Kata Siska di dalam hati.


"Sabar non!! Tapi gue saranin non harus cepet bergerak, kalau nggak bakal diembat tu bocah!! "


]


"Tapi non...!! "


"Udah gak usahhh pakai tapi... Nih, makan aja cemilan lo." Sambil menjejalkan buah ke mulut Rorin.


Gie tahu Joko cuma pura-pura bencong. Tapi gue Gak mau mikir macem-macem dulu, Pasti ada alasan Di balik samarannya itu.


Ahh.. Tapi gue masih males liat muka dia. Jadi mending gue cabut aja dn blik ke apartemen gue.


"Rorin!!"


"Iya non, Ada apa?? " Muncul Di depannya sambil menjilat cakarnya yang imut.


"Ayo balik ke apartemen gue!!"


"OK.. !!"

__ADS_1


Cliiiiiiiiinggggg!!!


Siska dan Rorin tiba di kamar tidurnya. Siska langsung lemas dan terkapar di tempat tidurnya. Entah kenapa sehabis melakukan sihir teleportasi dia langsung lemas. Mungkin Karena dia sudah membuat perjanjian dengan Rorin jadi otomatis mempengaruhi tubuhnya.


Lama-lama matanya mengantuk dan terlelap.


Di dalam tidurnya yang nyenyak Siska memimpikan sesosok yang mirip Joko yang kejam dan berlumuran darah bertarung dengan seorang wanita. Hahhhhh.... Itu kan dia?? Tapi kenapa dia berpakaian seperti jenderal di film-film cina??


Wanita itu pun melawan dengan gagah berani.


tiba-tiba dari belakang sebuah tusukan pedang menusuk punggungnya hingga Ke jantung.


"Pufffft-----" Darah segar ke luar dari mulutnya dan menegang, menoleh ke arah Orang yang menusuk tapi samar2 matanya sudah berkabut. Hanya teriakan yang mirip suara Joko dan Juna memanggil Namanya. Suara tangis dan penyesalan meraung-raung di telinganya.


,,"Jangan mati Ra!!!! Kamu tidak boleh mati!! " Suara Joko.


"Tidak Ra kamu harus bertahan!! "suara Juna.


"Akhirnya kamu mati Rara!! Wahaha....!!!"Suara perempuan seperti Mak lampir tertawa puas.


"Kalian harus matiiiiiiii!!!!!! "Rorin berteriak Kejam.


"Jangan Roriiiiiiiiiiiin!!! "Teriak Siska. Tapi lambat laun suaranya menjauh.


"Tidaaaaaaaakkkkkkkkk!!!!! "Siska terbangun dengan keringat membasahi tubuhnya.


"Ada apa cintah??? Kamu mimpi buruk?!" Sambil menggosok-gosok matanya yang masih mengantuk.


"Jo, kok Lo disini?!" Langsung tersadar kalau Ada Joko disampingnya dengan heran.


"Hmmmm... Besok gue jelasin, Udah Malem gue ngantuuukk!! "


Kemudian mendengkur.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2