Open the Door

Open the Door
Sasa yang Berniat Jahat


__ADS_3

"Ahahaha.... Trus begitu...!!! Ahaha....!!! "Sambil merekam kejadian lucu itu di Hpnya.


Joko bergoyang ngebor ala Inul Daratista kesana kemari dengan lincahnya dengan memakai Rok ketat dan tank top yang sexi...Rambut palsunya pun Gak Kalah hebohnya berkibar kesana-kemari...


Dalam hati Joko menangis meratapi nasibnya....


"Ahaha... Idih Joko, cantik banget sih kamu!!! Sambil mencolek pinggangnya yang terbuka...


Joko langsung merinding sampai ke ubun-ubun.


"Aduh cintah... ikut goyang ngebor Yuk!!" Menggendong Siska di pundaknya sambil terus bergoyang-goyang jempalitan Gak karuan.


Siska meronta-ronta turun karena pusing di bawa goyang ngebor ma Joko.


"Stop!! Stop Jo!! Gue mau....Hwekkkz!!! " Siska muntah-muntah di lantai..


"Hadwoohh cintah, maafin gue yaaa!! "Sambil mengelap muka Siska. Dengan senyum puas.


"Lo......!!!!! Sengaja ya????"


"Nggak dong cin.... Gue mah Gak pernah niat Jahilin lo!! "


""Boonggg!! "


"Kalau gak percaya, gue bawa goyang lagi mau??? "


Siska langsung memucat. Maunya sih Jahilin Joko, eh malah dia kena batunya.


"Udah, lupain aja...!!" Sambil ngloyor pergi ke kamar mandi.


Terlihat senyum kemenangan di wajah Joko yang super cantik.


...----------------...


Di tempat lain. Sasa marah-marah dan memecahkan barang-barang di kamarnya dengan buasnya. Sampai pelayan pribadinya gemetar ketakutan.


"ArrrrrGGhhhhh... Joko harus jadi milik Gue!!" terus memecahkan barang-barang.


"Nona tenang.... tenang... "Kata salah satu Pelayan.


"Diam....!!! " Sasa Melemparkan vas bunga Ke arah Pelayan itu.


"Arggghhh...!! " kepalanya berdarah-darah.


"Ampuni saya Nona... " Memohon sambil menahan sakit di kepalanya yang berdarah-darah.


Mendengar keributan di kamar Sasa, Ayahnya buru-buru mendatangi Sasa dan berusaha menenangkannya. Lalu menyuruh para pelayan yang ada di situ untuk keluar. Pelayan yang terluka parah di papah oleh Pelayan lain yang tidak terluka dan cepat-cepat keluar.

__ADS_1


"Hweee.... gue gak terima Joko nikah Sama cewek Itu Pah!!!! "Terisak dipelukan papahnya.


"Tenang Sasa, papah punya rencana!! " Sambil mengusap-usap kepala Sasa dan mencium sayang dahinya.


Kemudian Papahnya Membisikkan rencananya di telinga Sasa.


Sebuah senyuman licik tergambar di bibir Sasa.


......................


Keesokan harinya Siska masih pura-pura sakit dn meminum obat yang diresepkan dokter.


Joko menemani Siska meminumkan obat itu dengan muka yang mencemooh.


"Hwaaahhh.... Pait!! "


"Makan ini sayang!! " Sambil memasukkan manisan ke mulut Siska untuk menghilangkan pait obat itu.


"Makasih... Jooo. Tapi gak cukup!! "


"Nihhh!! " Sambil memberikan Manisan Sekarung tapi tiba-tiba hilang.


"Looh kok hilang??? Anehh!! " Joko masih bingung kemana hilangnya manisan sekarungnya.


"Paling kamu Lagi halusinasi!! Cepet Ambilin roti-roti atau yang lain di Dapur Jo!!" Berusaha mengusir Joko Dari kamarnya. Dia tau yang membawa Manisan itu siapa.


"Ia Non!! " Sambil Memakan Manisan Di dalam Karung dengan senangnya.


"Aduuhh Rorin klu mau manisan Jangan kelihatan banget, Nanti klu Ketahuan kamu ditangkep Trus disekap di dalam botol mau Kamu!! "


Rorin langsung tersedak manisannya.


"Uhukkk... uhukkk Gak maulah!!"Sambil menepuk-nepuk dadanya yang sakit Karena tersedak.


"Makanya Jangan Rakus!!! Bagi sini!! " Mengulurkan tangannya kepada Rorin.


Tapi Rorin hanya memberikan 5 biji Manisan saja.


"Lagii...!! Yang banyak!! "


Rorin hanya menggelengkan kepalanya. Karena tidak mau berbagi manisannya kemudian menghilang ke dalam gelang.


"Hufh..... lebih baik dari pada tidak Sama Sekali!! " mengangkat bahunya dan mengunyah manisan dengan riang.


Lalu Joko datang membawakan Roti, buah-buahan, dan segala macam makanan dari dapur sampai mukanya tidak kelihatan karena Terlalu penuh.


Joko meletakkan semua makanan di meja panjang yang dipersiapkan Pelayan tadi pagi. Karena Joko tahu Siska makannya banyak Dan Rakus.

__ADS_1


Joko sampai heran kemana makanannya pergi, dengan tubuh sekecil itu.


Siska memakannya dengan lahap dan sesekali membaginya dengan Rorin didalam Gelang.


Joko Hanya menatapnya dengan kagum.


"Makan yang banyak cintahhh... Biar anak kita cepat besar..., " Sambil mengelus perut Siska yang membuncit karena kebanyakn makan.


Siska hampir tersedak roti yang dimakannya.


"Huuzzz... Sontoloyo....!! " Sambil memasukkan Roti Ke dalam mulut Joko.


"Hehehehe.... Cepat atau lambat kan kita juga punya cintah??" Sambil nyengir.


"Huuzzz... Mimpi!! "


"Gue akan membuat Itu nyata Cintahku!!" Kata Joko dalam hati.


"Aduduh perutku Kok sakit....Aduduh Jo...!! " Muka Siska memucat.


"Hei... Cintah Jangan bercanda dong!! "


".....Aduduh...!! " Semakin berkeringat dingin. "cintah... Lo harus bertahan!!" Sambil membopong Siska dan membawanya ke Rumah Sakit.


Sesampai di Rumah Sakit Siska langsung Ditangani dan diberikan perawatan.


"Gimana Dok, keadaan Istri saya??"Dengan muka cemas.


"Istri anda mengalami Keracunan makanan dan membutuhkan perawatan lebih lanjut!"


"Apakah bisa langsung saya Jenguk Dok??"


"Silahkan, tapi Jangan melakukan sesuatu yang mengganggu pasien. Karena pasien membutuhkan istirahat yang cukup."


"Iya Dok, terima kasih!! " Langsung bergegas ke kamar Siska di rawat.


Siska terbaring lemah dengan muka pucat.


Joko mendekati Siska dengan perlahan dan duduk disampingnya.


"Siska??Gimana keadaan lo? udah Enakan? "Sambil mengelus-ngelus rambut Siska yang lembut.


"Ehmm... Yah gitu deh gak bisa dikatakan!!" Siska masih malas membuka matanya.


...****************...


"

__ADS_1


"


__ADS_2