Open the Door

Open the Door
Siska curcol


__ADS_3

Siska mengendap-endap balik ke kamar, mendapati kamarnya masih gelap dengan jendela terbuka.


"Kamu Sudah datang??? Dari mana saja kamu gadis Kampung...?? Tanya Juna yang duduk Di sofa lembut dengan memainkan gelas yang di pegangnya. Dengan muka gahar..


"Ooooh lo mau Nyoba Jadi suami yang bener??.. Kemana aja loo.. baru sekarang nanya???... Dengan dongkol menantang balik Juna dengan sinis.


"Lo dah Mulai berani Ya akhir-akhir Ini!!" Masih memainkan gelas dengan kasar.


"Emang loo mau Apa?? Bukannya lo malah seneng Gak liat gadis Kampung Macam gue?? Ohh Apa lo mulai demen sama gue??"


"Diam !!!!!!!!!.......",Teriak Juna melempar gelas ke lantai. Juna mulai mendekati Rara dengan amarah dan memojokkan Rara.


Kemudian matanya jatuh ke bibir Rara. Masih terbayang rasa bibir Rara di bibirnya, rasa lembut dan manis. Ahh.... tidak, dia cuma gadis Kampung. Gue harus cepet cereiin bocah dekil Ini. Siapa yang mau ma bocah udik, jelek, iteem pula. Mending Farah udah cantik, Seksi, nyenengin. Mbandingin mereka kayak langit dan bumi..

__ADS_1


"Loo Gak sadar diri?? Sudah Numpang..matre songong Pula??" Sambil mendorong jarinya ke dahi Siska berulang kali dengan keras.


"Emang gue sadar....!! Tapi Asal lo tau aja gue Gak pernah lo kasih duit.. Lo Bilang gue matre ??? Dari mananya??? Makan aja Gak pernah lo kasih.. gue Cuma ngais-ngais makan sisa kayak pengemis, Itu aja klu Ada. Kamu gak bisa Bayangin Apa yg gue Alami disini !!!!" Kata Siska hysteris. Air Mata tiba-tiba keluar Dari pelupuk matanya.


Mungkin Ini yang Rara rasakan waktu Itu, tapi gak punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya.


Juna merasa bersalah karena dialah yang memerintahkan pembantunya untuk tidak mengurus rara. Tapi Juna tidak sampai berpikiran mereka begitu berani untuk tidak menyiapkan makanan untuk Rara. Karena hubungan Rara dan papahnya.


"Loo kalau udah Gak Suka MA gue.. ceraiin aja gue!! Gue juga terpaksa sama loo.. Mending gue tidur di jalan, di banding di Siksa sama loo. Klu bukan gara-gara wasiat Bokap, gue juga ogah sama loo !!...", Teriak Siska dengan terisak2.


Sebenarnya dalam dalam hati Siska berteriak gembira.. akhirnya gue Gak harus Sama loo.. Juna psikopat..(ノ*>∀<)ノ♡


Juna yang merasa bersalah berusaha mengalihkan pembicaraan.. Ogahlah Minta Maaf, harga diri gue lebih penting.

__ADS_1


"Soal pembantu Nanti gue urus.. !! Besok papah dateng, Jangan pernah kamu Omongan pembicaraan Ini ke papah..!! awas lo kalau keceplosan !!....", Ancam Juna Dan pergi meninggalkan Siska yang terbengong sendiri..


Oohh tidaaakkkk!!! kenapa Gak jdi ceraiin gue??? Astaga gagal deh hidup damai gue..


##Papah mertua datang##


Akhirnya ayah mertua dateng dengan mobil lemusin yang panjangnya kayak Ulerr. Gue ma Juna menyambut di depan Pintu. Dan bergaya seperti keluarga harmonis. Tapi mereka di belakang Om Indra injek-injek kan Kaki.. Dan Gaje..


Om Indra berperawakan gagah Dan brewokan. Walaupun menginjak umur kepala 4 Tapi masih tetep keliatan ganteng. Mungkin sama Juna mudanya lebih ganteng papahnya..


Om Indra melihat mereka keliatan Harmonis dan akrab ikut bahagia, Dia bersyukur bisa menepati janjinya kepada almarhum ayah Rara, Pak Orlando. Semoga beliau bisa tersenyum senang di Sana.


(´ ▽`).。o♡

__ADS_1


__ADS_2