Open the Door

Open the Door
Mantan Keluarga 2


__ADS_3

Siska masih mematung disana dan hampir lupa cara bernafas.


0Gue harus gimana nih, Keadaan Lagi urgent gini malah orang gila satu ini Nongol. Haduh pusing pala berbie.


"Uhukkk... uhukkk... Well, jangan Sok Kenal dan sok deket deh ama gue. Gue gak pernah Kenal lo siapa dan gak pingin tahu Lo siapa. " Sambil berdiri Dan bergegas keluar dari mejanya. Namun, tangannya dipegang oleh Juna dengan mata yang menyedihkan.


",Tunggu, Lo jangan pura-pura lupa deh MA gue"


"Lepas!! Lepasin gue Gak?! " Dengan mata melotot berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Juna yang semakin erat.


"Ngggggakkk Mau..."


"Beneran Gak mau?? Oke... "


"Pangg..." Sebuah tendangan mendarat Di juniornya.


"Saaa..... aaauuuwww......."Masih memegangi juniornya dengan terbungkuk-bungkuk menahan sakit. Lalu jatuh terkapar dengan mulut berbusa.


Irang-Orang disitu menatap Juna dengan pandangan kasihan dan ikut ngilu melihat adegan itu.


Sementara pelaku penendangan langsung kabor dari kejadian perkara dengan pikiran yang berantakan.


***


Joko Di kejauhan masih mematung dan memucat melihat Siska yang pergi setelah menendang Juna di juniornya dengan keras.

__ADS_1


Joko sebenarnya tadi sudah mau mendekati Siska ketika Juna menarik paksa tangan Siska. Amarah Joko langsung memuncak sampai ke ubun-ubun, dan geregetan ingin segera menghabisi manusia satu itu.


Tetapi ketika sebuah tendangan mendarat Di tempat sensitif itu Joko langsung mematung dan berkeringat dingin.


Untung gue Gak pernah maksa Siska, kalau iya nasib gue Gak Jauh Beda dari bocah naas itu.


...----------------...


Siska langsung keluar dan masuk taksi yang ngetem di sekitar situ.


"Pak langsung ke gang jambu daerah Malaya Ya Pak."


"Siap Non!! " Langsung tancap Gas karena dikasih duit segepok. Sopirnya jalan sambil bersiul-siul kegirangan.


Siska memandang ke luar Jendela dengan pandangan yang Gak fokus.


Yah, Dia memang Bokap gue, Tapi gue Sudah gak merasakan apa-apa setelah kejadian Itu. Tapi gue penasaran, siapa sebenarnya cowok jubah putih itu?! Kalau dibilang kepo Ya bener kepo. Kok berasa pernah liat Ya?! Hufh...


" Drrrttt.... drrrttt...!! " Sebuah Pesan whatsapp masuk.


"Ohhh.. Ternyata video dari Rorin."


"Eh... Beneran Rorin??? " Masih gk percaya Pesan masuk dari dunia Jin. Dan simbolnya tengkorak berdarah-darah... Bikin mual gue liatnya.. Walaupun gue pernah bunuh orang waktu jadi agen rahasia tapi gue selalu nglakuinnya bersih, dan tanpa ngeluarin banyak darah. Gue benci pembunuhan brutal. Etika kerja tetap adalah, bersih dan cepat itu slogan gue.


Gue langsung memutar video yang dikirimkan Rorin.

__ADS_1


"Gimana Roy keadaan tubuh anak saya?? "


"Tenang saja pak, tubuh anak anda masih dalam kondisi yang bagus, dan tidak ada tanda-tanda pembusukan."


"Ahhh... Syukurlah!!" Lalu air mata menetes keluar dari kedua matanya. "Ahhh... Tidak terasa 30 tahun berjalan dengan cepat. Andaikan waktu Itu saya tidak melakukannya, anak kesayanganku pasti masih berada dipelukanku dan tersenyum manis. Tapi semua tidak bisa disesali. Ini semua karma yang diberikan Tuhan untukku karena menyakiti Istriku. Sungguh Ironis.


Nak Roy, setelah nanti saya meninggal tolong kuburkan saya disampingnya dan istri saya." Masih menangis dan menutup mukanya dengan kedua tangannya yang sudah renta dan berkeriput.


"Baik, Pak!! "Sambil menepuk bahu kecil tua renta itu.


Tak terasa airmata Siska jatuh ke pipinya.


Siska tidak membayangkan Ayahnya yang selama ini dia benci masih menyesali kepergiannya. Dia selalu mengira kalau Ayahnya hidup bahagia dengan selingkuhannya dan beranak-pinak dengannya.


"Ini non ini tissuenya, Lagi liat film Titanic Ya non?? Makanya nangis mpe begitu!! " Dengan wajah tanpa dosa dan nyengir gak jelas memperlihatkan kedua gigi depannya yang ompong.


Siska langsung menerima dan senyum dipaksakan.


"Srooooooottttyzz... Sroootttzzz!!" Siska membersihkan hidungnya yang berlendir karena tangis dengan jengkel.


"Apaan sih Sopirnya, ngrusak suasana aja!! Lagi termehek-mehek malah digangguin gak jelas... Hadeehh!! "Batin Siska yang lagi memprotes ke kepoan dan Sok tahu Sopirnya.


"Masih lama ya pak?? "


"Bentar lagi non, tinggal satu belokan lagi. "

__ADS_1


...****************...


__ADS_2