Open the Door

Open the Door
Melaksanakan Janji


__ADS_3

Setelah dihampiri oleh hantu Rara, Juna tidak bisa tidur sampi pagi. Lingkaran hitam terlihat dari kedua matanya. Rambut berantakan dan baju yang acak-acakan menambah kesuraman Juna yang selalu sial setelah menyakiti Rara, walaupun lewat tangan Farah dan teman-temannya.


Juna mondar-mandir di kamarnya, antara menelepon papahnya atau tidak.


Tapi kalau tidak segera melakukan janjinya dia bakal diteror seumur hidup oleh Rara.


Sebenarnya dia masih ingat kata-kata Mbah dukun kenalan temannya itu. Dia bakal kena sial kalau mengganggu atau menyakiti Rara.


Padahal dia tidak turun tangan sendiri namun masih aja kena.


Juna memberanikan diri menelepon papahnya dengan perasaan was-was dan gugup.


"Tuuuut..... Tuuuut...... drrrttt.... klek... ada apa Jun?? Udah ketemu Rara?? "


"Ehmmm... begini Pah...ehmm masih belum ketemu... tpi tadi malam hantunya Rara datang ke kamar Juna dan dia ingin pisah dari Juna!! "


"Jangan main-main kamu Jun!! "teriak Om Indra dengan marah dan emosi.


"Beneran Pah!! (Lalu Juna menceritakan semuanya ke Om indra tentang rencananya dan Farah) "


mendadak nyeri terasa di kepala Om indra..


"Akkhhhhhh... kamu dasar anak bng*****t, dasar anak hina!!! Akkhhhhhh... kepalaku Sakiitt...!!!Terserah apa yang kamu mau lakuin...Papah sudah gak mau tau lagi!!!" menahan emosi sambil memegang kepala dan nyeri di jantungnya tiba-tiba muncul.


Tak terasa air mata menjatuhi pipinya... rasa bersalah... rasa marah... campur aduk jadi satu...


"Paaahhhhh!!!!!....Paaahhhh...!!! Papah Gak apa-apa kan??? "


"........" Tidak ada jawaban...


"Tuuut... Tuuuut....!!! "Telepon dimatikan dengan kasar dan terdengar suara berdebam seperti suara benda berat jatuh dengan keras.


"Haduh bokap gue ...moga Gak kenapa-kenapa!! "


#Mau gak jantungan gimana coba, punya anak tingkahnya kayak begitu.... Hufh....


(γƒŽοΎŸΠ”οΎŸ)...##


Juna langsung menyewa pengacara untuk memproses perceraiannya dengan Rara yang sudah meninggal tanpa memperdulikan papahnya yang sedang pesakitan di rumah sakit.


Pikirnya setelah urusannya selesai dia baru mau menjenguk papahnya di luar negeri.


Mau melarang perceraian ini Gak bakal bisa!! Kan sudah terlanjur. Juna nyengir tanpa Rasa bersalah di dalam hatinya, melainkan senang.. akhirnya dia bisa lepas dari cewek udik itu.


2 Minggu kemudian surat cerai sudah jadi. Juna menyambut dengan suka cita, karena kemalangannya bakal berakhir pikrnya.

__ADS_1


Padahal baru dimulai. 😈😈😈


"Oh ya, gue lupa kuburan bocah udik itu dimana?? Apa gue nyuruh farah buat Nemenin ya?? " Lalu menelepon Farah untuk mengantarnya ke tempat itu.


Dibelakang mereka ada beberapa bayangan yang mengikuti. Itu adalah 2 siluman pengikut Rorin, yang diperintahkan untuk mengawasi gerak-gerik Juna dan Farah.


Saka dan Soni siluman harimau jantan yang sama-sama cakepnya.. Walaupun masih ganteng dan gagah Rorin...


Perbedaan mereka hanya di bulunya. Saka berbulu emas dan Soni berbulu coklat kekuningan..


Setelah mendapat info kalau Juna mau ke tempat perbatasan wilayah mereka, Saka dan Soni memberitahukan kepada Rorin melalui batu bertuah berwarna hijau yang mereka pegang.


Rorin yang mendapat informasi penting itu lalu berbicara kepada Siska dengan telepati.


"Non, target sudah masuk ke dalam sangkar...!!"


"Ok.... Langsung pergi dan laksanakan sesuai rencana!!!" tersenyum dengan menyeramkan.


"Siap boZz!!! Dijamin bereZ...!!! Hihihi.... "Rorin ikut tertawa licik.


Rorin baru kali ini merasa hidup dan berwarna, karena mengikuti Siska.


Ya Iyalah kan Bakat menjahilinya jadi tersalurkan...


"Muahahaha..."Rorin tertawa dengan kepala ke belakang hampir menyentuh tanah.


Rorin memerintahkan pengikutnya untuk mengikuti rencana yang sudah dibuat Siska.


...----------------...


Juna dan Farah pergi ke tempat gudang deket hutan, dimana Rara disekap. Mereka berjalan cukup jauh dari tepi jalan raya, jalannya masih berbatu dan bertanah merah.


Mobil farah bergoncang kesana-kemari membuat Juna jadi pusing dan ingin muntah.


Huweeekkz.......!!! "Juna muntah.


"Ikkhhhhzzz.... jangan muntah disini donk!!! jorok tau!!! "


"Nih.... bersihkan!! Sudah kere ngrepotin pula!!" sambil melemparkan botol air minum, tissue, dan antiseptik cair. Lalu menutup hidung dan keluar dari mobilnya dengan jijik.


"Huwweekkkzzzz..... !!!" Juna terus muntah di luar mobil tanpa menjawab kata-kata farah.


Semenjak Juna jatuh miskin karena fasilitas yang diambil papahnya. Farah semakin menjauh dan semena-mena kepada Juna.


##Rasain loo Juna....!! Muahahaha.. 😈😈##

__ADS_1


Juna membersihkan muntahan nya di mobil dengan bersih dan kinclong seperti baru. Farah lalu masuk ke mobil dengan jutek.


"Ayo masuk, keburu malam..!!


"........." Juna tidak menjawab tapi hanya memandang farah dengan mengernyit dan masuk ke mobil dalam diam.


Terlihat sebuah gudang kumuh terbengkalai di hadapan Juna dan Farah. Bauk anyir dan apek tercium di sana-sini. Farah membuka pintu gudang yang terbuka dengan perasaan merinding. Lalu jatuh pingsan.


"Rah.... Awaaaaaasss!! "


"Lo kenapa?? Bangun Rah!!! Jangan nakut-nakutin gue dong!! " Sambil menangkap badan Farah yang pingsan dan menggoyang-goyangkan badannya agar segera bangun. Tapi masih belum bangun juga.


Juna lalu membawa farah kembali ke mobil dan meninggalkannya dengan pintu terbuka.


Juna kembali melihat ke dalam Gudang yang ternyata terlihat pemandangan mengerikan. Ada 2 bangkai pria dewasa yang tergeletak disana dengan badan yang sudah tidak berbentuk dan tercabik-cabik serta belatung disekujur tubuhnya.


Bau anyir dan busuk menguar di dalam gudang itu.


Juna hampir muntah dan lari keluar gudang.


"Huwweeekkkkzzz...!!! "Segala macam makanan yang dimakan tadi pagi keluar dengan bahagia... πŸ˜‚πŸ˜‚


"Gilak... badannya kayak di mutilasi..!! Apa mungkin Rara juga dimakan binatang buas...??" kata Juna menyesal dan seperti ada yang meremas jantungnya dengan kuat. Rasa sakit dan sesak tiba-tiba muncul.


"Ahh... **** lo Jun... !! ini kan yang lo inginkan?? kenapa harus bersalah dan menyesal?? "Juna berusaha meyakinkan diri sendiri. Walaupun seperti ada yang kurang dan berlubang di hatinya.


"Mungkin Rara juga mati disini!! " Lalu Juna membuat kuburan kecil tanpa mayat di bawah pohon beringin. Dan berdoa untuk Rara dan memohon maaf di depannya kemudian menaruh surat perceraiannya dia atas kuburan itu.


"Ra, gue Udah lakuin yang lo minta!! Please tenang Disana ya?? Jangan ikutin gue lagi...!! "Kata Juna dengan menyedihkan.


Lalu tiba-tiba segerombolan bayangan muncul dari atas pohon dan disekitar Juna!!


"Kikik.... kikik... Haloo tampan!!! Temenin tante donk!!! "seorang Kuntilanak muncul dari atas pohon dengan tertawa khasnya.


"Khikhi.... Ini berondong buat gue aja nyai!! "kata Buto Ijo dengan gaya kemayu yang sangar... karena badannya yang hijau Segede 2 pohon dan Besar betotot dengan gigi taring yang mencuat dari dua sudut bibirnya.


"Mending nie bocah buat gue aja... kayaknya kalau di makan empuk dan nikmat!! " Kata siluman harimau dengan seringai menyeramkan. Dan berbagai makhluk-makhluk Gak jelas bermunculan kemudian..


Juna Hanya terkencing-kencing dan lari terbirit-birit ke dalam mobil kemudian mengegas dengan kuat dan hendak pergi. Namun siluman harimau melempar kerikil ke roda ban mobil Farah kemudian mengempis dengan cepat dan mobil tidak bisa bergerak. Para makhluk mendekat dan mengepung mobil Juna. Sampai kaca mobil isinya wajah mereka.


"Boooo.."


Juna yang melihat wajah mereka jadi ketakutan dan mematung di dalam mobil.. Kemudian pingsan...


Para makhluk Gak jelas dan menyeramkan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ketakutan Juna. Dan kemudian menjalankan apa yang diperintahkan Rorin kepada mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2