
Siska di antar Joko pulang ke rumah Juna sudah larut malam. Siska seperti biasa masuk melewati lubang di belakang rumah dan mengendap-endap memasuki rumah. Rumah sudah tampak sepi dan tidak ada pelayan yang berlalu-lalang.
Kemudian Siksa berhenti di depan tempat penyimpanan barang antik, pelan-pelan Siska mengeluarkan barang antik yang dijualnya dan meletakkan barang Itu pada tempat sebelumnya dengan sempurna tanpa ada satupun yang berubah.
Siska masuk dengan berjingkat-jingkat ke kamar dan mulai bersiap untuk tidur. Namun tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dengan erat.
Siska menoleh kebelakang dan terkejut mendapati Juna tertidur disampingnya. Keringat dingin bercucuran di badan Siska, karena takut ketahuan wajah aslinya. Padahal Siska sudah percaya diri banget kalau Juna gak bakal pulang lagi malam ini.
"Busyet dah!! Ini badan orang apa kayu glonggongan kok berat banget!!" Siska ngomel-ngomel sambil terus meronta berusaha melepaskan badan Juna. Sampai muka Juna acak-acakan. Lama-lama Siska sadar ada yang tidak beres dengan Juna.
"Hey Jun!! Lo sakit?? " Dengan meng puk-puk pipi Juna.
"Hmmm.. " Juna mengerang dengan tidak sadar.
Siska menempelkan tangannya di dahi Juna yang panas menyengat.
"Wah panas bener nih bocah..!! Beneran demam..!! apa mungkin gara2 minggu lalu gue guyur pakai air seember??"
Siska berusaha melepaskan tangan Juna tapi tidak berhasil. Akhirnya setelah memutar otak selama setengah jam, Siska dapet ide. Siska kemudian berusaha meniup telinga Juna. Dan berhasil. Juna melepaskan salah satu tangannya untuk menggaruk telinganya yang geli. Dengan secepat kilat Siska langsung ke keluar dari pelukan Juna lalu mulai me make up ulang wajahnya, menjadi gadis desa yang berwajah gelap. Biar aman kalau Juna tiba-tiba sadar.
Siska mengecek ulang dahi Juna, yang ternyata semakin panas. Siska langsung mengambil obat demam dan sebaskom air hangat.
__ADS_1
Siska mengganti baju dan mengelap badannya dengan handuk yang dibasahi air hangat. Kemudian meminumkan obat ke mulut Juna, Namun Juna tidak merespon.
"Hufh.. klu Lo gak Sakit, gue Gak sudi berbuat begini...amit-amit.. ," Siska kemudian meminumkan obat dari mulutnya ke mulut Juna dengan wajah yang memerah.
"Untung Lo Gak sadar, Klu sadar bakal gue tonjok lo.." Kata Siska dalam hati.
...----------------...
#JANJI#
Juna merasa ada bibir lembut Dan dingin menyentuh bibirnya. Membawa Suasana kesejukan di tubuhnya dan tidur semakin pulas.
Terdengar tawa riang gadis kecil di kejauhan membangunkan Juna yang tertidur pulas di lantai. Juna terbangun dan perlahan-lahan mendekati dimana suara Itu terdengar.
Namun tiba-tiba tiba ada teriakan sekelompok orang yang menemukan seorang laki-laki kecil hanyut di pinggir sungai.
"Eh, Itu gue waktu kecil.. !!" Juna Kaget Dan bingung mencoba mengingat sesuatu yang hilang.
Ayah gadis Itu tiba-tiba berlari dan langsung menyelam untuk menyelamatkan Juna kecil yang hampir mati tenggelam.
Juna kecil berhasil diselamatkan dan dibawa ke pinggir sungai oleh Ayah gadis itu dan diberikan pertolongan pertama. Namun Juna masih belum juga sadar dan hampir kehilangan nafas.
__ADS_1
Ketika nyawa Juna tinggal seutas tali. Tiba-tiba Sebuah energi berwarna biru terlihat mengalir dari tangan ayah gadis Itu. Dan Juna kecil mulai pulih dan membuka matanya.
Juna kecil Hanya menatap sekitarnya dengan bingung.
Sedangkan Ayah gadis cilik itu terus mengeluarkan batuk berdarah. Dan kemudian jatuh terkapar di tanah.
Ibu dan gadis kecil Itu berlari mendekat.
Ibu gadis kecil Itu menangis dan memeluk erat tubuh suaminya yang terbaring lemah di tanah.
"Sayang, Hikz..hikz.. kenapa kamu memakai cara Itu!! " Ibu gadis Itu meratap dan terus menangis.
"Tidak Apa-apa sayang, Nyawa bocah laki-laki Ini lebih penting dari nyawaku yang sudah rapuh Ini!! " Kata ayah gadis itu tersengal-sengal.
"Kamu bodoh Orlando!! Apa kamu tega meninggalkan aku dan anakmu sendiri??"
"Sayang.. Ini harus terjadi. Dan Ini tolong kamu serahkan Ke anak kita ketika sudah dewasa...," Kata Orlando dan menyerahkan sepucuk surat kepada istri tercintanya. Dan kemudian tangannya tergeletak dan tubuh kaku tidak bernyawa.
"Tidddaaaaakkkk!!! " Teriak Ibu gadis Itu dan menangis dengan Hysteris. Gadis cilik Itu Hanya menatap kosong dan menangis dalam diam. Tidak ada lagi tawa indah melainkan tangisan yang memilukan mengantar kepergian Ayah sang gadis.
Juna hanya melihat gadis Itu dan keluarganya menangis, membuat sakit hatinya. Seperti di tusuk seribu Jarum.
__ADS_1
"Gue Janji bakal menemukan gadis itu Dan membalas budi kebaikan mereka. Walaupun hidup gue jadi taruhannya..!!" Janji Juna dalam hati.
...****************...