
"Horeee... Akhirnya gue bebas dari suami laknat itu!!" Siska Tertawa gembira dan menari gak jelas di atas tempat tidurnya.
"Ehmmmm... !!" Rorin membusungkan dadanya dengan bangga karena ingin dipuji.
"Iya... iya... ini semua berkat kamu..." Sambil memeluk dan mencium Rorin yang masih dalam bentuk kucing persia yang imut.
"Wraooowww... Gak gini juga kalixx!!" Cemberut dengan mulut yang maju semeter karena mukanya penuh dengan lipstik Siska.
"Trus maumu apa?? "
"Itu...!! " Menunjuk iklan permen di Tv yang penuh dengan wanita cantik.
"Hmmmm... kalau sakit gigi lagi jangan nangis2 ke gue ya!! "Menyentil dahi ROrin.
"Iya... Iya...!! " Dengan mata berbinar dan muka imut memohon kepada Siska.
"Iya deh... Nanti gue beliin...!! "Akhirnya luluh dengan tatapan Rorin yang memohon padanya.
"Eh liat tu Rin,.... Ada sesuatu yang menarik di Tv!!"
"Mana?? "
Terlihat Breaking news di tv tentang Juna dan Farah yang ditemukan oleh Penduduk sekitar situ dengn tubuh terpendam di tanah dan hanya menyisakan kepalanya.
Kepala mereka penuh dengan tinja burung dan dedaunan. Farah meraung-raung ketakutan dan tidak berhenti menangis. Sedangkan Juna Hanya diam dan mata yang tidak fokus.
"Wkwkwk... lo apain mereka sampai kayak gitu?? "Siska tertawa terbahak-bahak sampai tersedak cemilan yang dimakannya...
"Oh... itu!! Mending lo gak usah tau aja!! " Rorin tersenyum misterius.
Sebenarnya Juna dibuat mainan sama anak buahnya. Dari diayun-ayunin di jurang sampai mulut buaya. Farah gak kalah parahnya.. Dimainin Kayak boneka oleh Wewe gombel Disana. Digonta-ganti bajunya dari pakaian Kuntilanak sampai pocongan.. Farah menggigil ketakutan dan mati kutu di mainin oleh para wewe gombel..
...----------------...
Siska terlihat cantik di cermin dengan muka asli Rara yang kayak dewi.
__ADS_1
"Akhirnya gue bisa memakai riasan dan baju yang gue suka." Sambil bergaya di depan cermin dengan centilnya.
Rorin hanya memandang dengan bosan sambil memegang dagunya di tempat tidur.
"Hufh... Non jangan gila donk... gonta-ganti baju kayak kaum wewe gombel... mending yang dah jelas-jelas aja napa!! "
Siska hanya memutar matanya ke atas tanpa mempedulikan komentar Rorin.
Akhirnya satu jam kemudian dia mengikat rambutnya ala ekor kuda dan riasan tipis namun indah. Siska juga memakai baju terusan warna biru tanpa lengan dan sepatu haknya yang tinggi 10 cm. Udah tinggi tambah tinggi kayak tiang listrik.
Joko sudah menunggu Siska di ruang tamu apartemennya. Dia lagi asyik memainkan mobile legend di Hpnya. Tanpa mengetahui kehadiran Siska di belakangnya.
"Pakabooo...!! " Siska mengagetkan Joko dari belakang.
"Eitzz Kalah... Ya... Kalah...!!! " Mendesah kecewa sambil menoleh ke belakang melihat Rara yang sudah siap. Joko terpana sampai mematung ditempat. Padahal juga dah sering lihat, tapi masih juga terpesona... Hmmm Joko... Joko...!!
"Heiiii... kok malah bengong sih Jo!! " sambil mencubit pipi Joko yang tembem.
"Eh... Cinta , gue kira ada bidadari di depan gue... hehehe... " Joko salah tingkah dan tersenyum malu.
"........."Joko Hanya terdiam dan tersenyum misterius.
###Ya Iyalah... Kan Joko cowok normal 😂😂😂##
"Ihhh kamu cin... ada-ada aja," Sambil mencubit Rara dengan genit.
"Ihhhh... Sakit tau Jo...!! Btw Ayok kita berangkat ke pemotretan!!" Sambil menarik tangan Joko dan membawanya ke mobil.
Hari ini Rara yang menyetir dengan kacamata hitamnya. Joko berkeringat dingin dan memegang pegangan pengaman pintu mobilnya dengan kencang.
"Busyeeettt... Nie cewek pembalap bener!! Gue hampir jantungan gara-gara dia menyalip Truk dan bis-bis besar yang lewat tanpa menginjak rem. Gue harusnya tidak boleh membiarkan dia nyetir lagi!!! Kalau tidak, bisa mati muda gue!! Gue gak mau!!"ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Joko menangis dalam hati.
"Uah Nyampe kita Jo... Yuk turun!! "
Joko pucat dengan mulut berbusa ditempat duduknya.
__ADS_1
"Hei... Jo lo kenapa?? Hei bangun Joo!! " Menepuk-nepuk pipi Joko yang pingsan.
"Hmmm... Gue sudah di surgakah??"
"Huuzzz... Ngawur!! "
"Ayo bangun!! Ntar kita telat!! " Sambil menarik Joko masuk ke Studio pemotretan.
Para pekerja yang hilir mudik banyak yang menyapa Joko. Joko Hanya mengangguk dan melambaikan tangannya. Siska menatap kagum pada Joko, seperti tatapan seorang ibu yang melihat anaknya sudah dewasa. ternyata sahabat gue yang jadi-jadian ini ternyata terkenal juga di kalangan para staff dan pekerja gue kira dia cuma biasanya main doang sambil goda cowok dipinggir jalan.
"Apaan Sih lo Ra?? "Melihat tatapan kagum dan berbinar dari Rara.
""Ahhh... Gak papa Jo... perasaanmu aja.. hehehe... " Sambil menjulurkan lidahnya.. Tehee...
Joko Hanya menggeleng-gelengkan kepala nya dan tersenyum kecil.
Tak terasa mereka sudah sampai di ruangan pemotretan. Di dalam ruangan, mereka sudah di tunggu Oleh para kru fotografer dan staff bersangkutan. Lalu Siska ditarik ke ruang rias dan dipakaikan baju untuk pemotretan. Siska keluar dengan menakjubkan seperti putri yang keluar dari negeri dongeng.
Siska memulai pemotretan itu dengan lancar. Dan bergaya sesuai arahan fotografer.
Banyak yang terkagum-kagum dengan kecantikan dan bakat Siska. Sampai Orang yang hadir disitu lupa bahwa yang di depan mereka adalah model amatiran bukan supermodel.
Fotograferpun tertawa puas dengan kinerja Siska yang memukau.
Joko yang melihat pun tersenyum bangga.
"Gue tau lo bisa Ra!! Mata gue gak pernah salah!! " Kata Joko dalam hati.
Akhirnya pemotretan selesai dengan mulus dan mendapat pujian oleh para staff fotografer dan pekerja di situ.
Berita itu pun sampai ke telinga Ayah Joko yang tadinya meragukan rekomendasi Anaknya karena mengira bahwa Joko hanya terbawa perasaan, tapi ternyata dia salah. Joko ternyata masih berpikiran logis dan Tepat.
Walaupun kemarin Joko membuat masalah besar sampai masuk penjara. Tapi untuk kali ini dia sudah bertindak benar, dan menambah nilai plus untuk calon menantunya.
...****************...
__ADS_1