
Keesokan harinya, Siska terbangun dengan muka jelek.
Entah kenapa hari ini mood Siska jelek. Entah Karena mimpi semalem atau karena muka Joko yang tanpa dosa. Terus mengekorin Siska kemanapun dia pergi. Takut diculik orang apa ya?
"Stooop, Jo!!!! "
"Adoooohhh!!! Jangan berhenti mendadak dong!!" Joko Masih meratapi muka nya yang memerah bengkak karena menabrak ujung Pintu yang setengah terbuka.
"Bodo!! " langsung pergi meninggalkan Joko yang kesakitan dengan jengkel.
"Tunggu gue Cintah!! " berlari mengikuti Siska yang hendak pergi dengan mobilnya. Joko merebut tempat setir Siska.
"Gue aja cintah, Lo duduk manis aja disebelah. "
"Pindah gak?! "
"Nggak..."
"Oke, Lo duduk aja disini!! " Siska lalu pergi memanggil Taksi dan meninggalkannya begitu saja.
Joko masih diam tak bisa berkata-kata. Ketika sadar, Siska sudah pergi menjauh. Joko langsung buru-buru mengejar Siska dengan kecepatan Tinggi.
Di kejauhan Siska turun Ke sebuah restoran yang cukup menyenangkan mata, dengan dekorasi daun-daunan dan bunga-bungaan di sana-sini serta air mancur buatan kecil di ujung restoran menambah asri tempat itu. Membuat tenang hatinya yang kacau.
Joko mengikuti di belakang dan duduk 5 meja di belakangnya. Joko memegangi Koran hari itu untuk menutupi wajahnya, dia tahu kalau Siska lagi begitu dia tidak ingin diganggu. Dengan pasrah, Joko Hanya mengawasi dari jauh.
Siska menerawang jauh sampai dimana terlihat sesosok orang yang dia kenal. Yah Itu ayahnya di kehidupannya yang dulu. Dia terlihat semakin tua dengan keriput disana-sini dan rambut Putih yang memenuhi kepalanya. Berbeda sekali dengan dulu yang gagah Dan tampan Walaupun memasuki umur 40 an.
__ADS_1
Dia seperti sedang menunggu seseorang.
Kemudian seorang laki-laki berjas putih, dengan kacamata tebal menghiasi wajahnya yang tampan datang menghampirinya.
Mereka saling menyapa dan berjabat tangan.
"Rin!! "
"Hadir non!! "
"Lo cepet ke tempat kakek-kakek dan Om ber has Putih itu, dan dengerin Apa yang mereka omongin."
"Siap non, mau direkam atau di video sekalian gak?? "
"Emang Lo bisa?? " Siska mencibir.
"Weee.... Gak tau nih si non, aku di dunia lain jadi Bintang youjin non, nih kalau gak percaya!! " Sambil memperlihatkan handphone gadget nya yang berbentuk tengkorak. Rorin di youjinnya berpose Sok jawara menghajar siluman rubah. Ternyata banyak penggemarnya juga yang Nge like dan subscribe.
"Tenang aja, Ada aplikasi Jin yang bisa menghubungkan ke aplikasi Manusia. Hallo Jin Namanya. Kan non pernah denger manusia diteror setan tengah malam via telpon kan?? Nah itu caranya. "
Siska tercengang, dan mulutnya membentuk huruf "O".
Siska gak menyangka ternyata bangsa Jin bisa semaju bangsa Manusia.
"OK bangsa Jin Gak kalah maju dari manusia, tapi pakaian lo Kok kayak manusia purba?"
"Hehehe.. Itu mah Karena gue kalah taruhan sama bawahan gue, jadi gue harus makai pakaian ini selama 6 bulan hehehehe..." Sambil menggaruk kepalanya dengan malu Dan menjulurkan lidahnya dengan imut.
__ADS_1
"Iya... Iya... cepet gih kesono keburu Orang itu selesai."
"OK Siapp!! "
Rorin langsung berteleport ke tempat papahnya dan merekamnya.
Siska mengawasi mereka sambil memakan makanannya dengan perlahan.
Terlalu seriusnya Siska mengawasi, sampai tidak tahu ada yang duduk Di depannya.
Yah, Itu Juna.
"Permisi.....!!! Hallo??? " Sambil melambaikan tangannya ke arah Siska yang sibuk di dunianya sendiri.
"Ah Ya... Ada A.....!! " Siska langsung mematung melihat Juna Di depannya.
"" Halo Non, Lo gak inget gue?? Ini gue Juna yang pernah lo tolong waktu Itu. Gimana kabar Ayah Ibu kamu??"
"......................" Siska masih terdiam mematung.
...****************...
"
"
"
__ADS_1
"
"