
Terlihat dua bayang-bayang seperti setan bertanduk yang tertawa puas, terpantul di jendela kamar.
"Akhirnya beres juga, Selamat menikmati kesialan kalian!! " πππ
"Ihihi iya bos!! Tapi kenapa aku harus ikut ketawa juga bos?? "Rorin bertanya polos dengan menggelengkan kepala Kucingnya yang lucu.
"Udh ikutin aja, nanti aku kasih makanan enak habis ini. "
"Ok, Siap bos!! ..Ehm tapi habis ini kita kemana bos??? "
Kita balik ke apartemen ku dulu, buat rehat dan bobok cantik π€©π€©."
"Asssiaaaaappp..!! "
Siska dan Rorin pergi terbang balik ke apartemen Siska sehabis menebar kesialan dengan wajah puas dan bahagia.
##Dimana-mana orang itu menebar kebaikan atau rejeki... eh mereka malah menebar kesialan.. hadeeehhπ€£π€£##
Siska dan Rorin terbang turun di kebun belakang apartemen yang luas dan rimbun agar tidak ketahuan. Rorin mengubah wujudnya kembali ke kucing persia kecil yang imut dan memanjat ke bahu Siska dengan bahagia.
Ketika akan masuk ke apartemen seseorang bapak-bapak datang menghampiri Siska dengan tergopoh-gopoh. Oh ternyata itu Bapak penjaga apartemen.
"Nak Rara tunggu...!!"
"Iya, Pak Bondan ada apa?? "Kata Siska dengan mengernyit bingung.
"Hah.. Hah.. nak cepet kamu lihat surat kabar hari ini!! Temen kamu tertangkap!!" Pak bondan ngos-ngosan sambil memberikan surat kabar itu ke Rara.
"Hah... kok bisa??? " Siska yang khawatir melihat surat kabar yang terpampang wajah Joko yang kayak gembel menonjok Juna.
"Seorang gembel menerobos masuk dan Menghajar Pembeli Mall."
"Heh ini kan Joko?? Kok bisa kayak begini?? Ada apa dengan Joko, selama dia pergi?? Dan apa urusan dia dengan Juna??"
Siska masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat di koran, dan semakin memucat mengkhawatirkan keadaan Joko sekarang.
"Pak, apakah bapak tahu teman saya sekarang ada dimana?? "
"Iya nak, kalau tidak salah sekarang masih mendekam di penjara menunggu persidangan. "
"Baik Pak, terima kasih infonya.. Saya pamit dulu!! " Kata Siska berterima kasih dan bergegas mencari taksi untuk pergi ke penjara.
Pak Bondan Prihatin melihat Siska yang berpakaian compang-camping dan kelelahan sekarang bertambah pucat dan suram.
"Hufh... Semoga nak Joko segera bebas dan bisa bersama nak Rara lagi. "
......................
Siska sudah sampai di penjara yang dikatakan Pak Bondan dan bergegas bertanya ke petugas jaga di dekatnya tentang gembel yang tertangkap tadi siang. Ternyata Gembel yang dibicarakan Siska itu sudah pergi diambil oleh keluarganya dan sudah menutup kasus itu dengan damai.
__ADS_1
Siska Hanya menghela nafas lega, lalu meminta Rorin untuk mengantarkan ke tempat Joko dengan cepat dan tanpa terlihat. Rorin hanya mengangguk dan menaikkan Siska di punggungnya dan menghilang dengan cepat tanpa ada yang curiga. Karena mereka berteleport di gudang kosong di belakang penjara yang sepi.
"Sssrrrrinnnnnggggg....... "
Siska dan Rorin sampai di dalam apartemen Joko.
"Cepat kamu berubah bentuk, takut Joko nanti lihat.."
"Iya... siap bos!!" Rorin langsung berubah bentuk lagi ke kucing kecil dan mengikuti Siska ke arah kamar Joko yang tertutup rapat.
Siska perlahan membuka kamar Joko yang tidak terkunci dan mendapati Joko yang tertunduk kuyu di tempat tidur. Terlihat kesedihan dan kesuraman di kamar itu.
"Raaaa.. kamu dimana???" Joko menangis terisak sambil menutup mukanya yang seperti gembel.
"Raaaa.. gimana keadaan kamu??? Kenapa kamu gak ada kabar??" ππππ
Siska yang melihat Joko seperti itu hanya menunduk dan terlihat tetesan air mata mengalir di wajahnya yang cantik dan kemudian mendekati Joko dan memeluknya. Baru kali ini dia ditangisi dan dikhawatirkan sampai seperti ini, beda dengan kekasih dan ayahnya di kehidupan dulu yang selalu cuek dan tidak perduli dengan kehidupannya.
"Aku disini Jo, jangan frustasi seperti ini aku sakit liatnya!! " sambil mengusap-usap wajahnya yang acak-acakan dan terlihat lingkaran hitam di kedua mata Joko yang sembab oleh air mata.
"Ini kamu Ra??? " Terlihat Joko yang terkejut dan memeluk erat Rara dan mengecup pipi Siska dengan bahagia.
"Iya gue tau lo seneng liat gwe.. tapi gak gini juga kalixx.. Gak bisa nafas gue!! "
"Wrauww..... " Rorin mencakar marah Joko karena menghimpitnya dengan kuat.
"Ah..lo, ini kucing darimana cintah?? " Kata Joko Sambil menangkis cakaran kucing dengan tertawa lucu.
Rorin yang tersinggung hanya cemberut dan melipat tangannya ketika dipegang Joko. Joko Hanya tertawa melihat ekspresi keduanya yang lucu.
Joko saking senangnya Rara kembali, sampai ngeliatin Rara dari ujung rambut sampai Ujung Kaki. Dan mendapati kepala Rara yang diperban asal-asalan, baju compang-camping dan banyak luka disana-sini.
"Eh Ra, kenapa dengan kepalamu? Badan dan bajumu juga kenapa jadi begitu?? "Kata Joko khawatir lalu memeriksa kepala Rara yang diperban dan membukanya. Ternyata lukanya cukup dalam tapi sudah mulai mengering.
Muka Joko berubah menjadi menyeramkan dan aura membunuh menguar dengan kuat. Siska hampir tercekik dibuatnya.
"Siapa yang berani melakukan ini?? Berani sekali mereka??"Kata Joko dalam hati dengan dendam di matanya.
"Oh ini, perbuatan farah and the geng gue sudah bikin perhitungan dengan mereka. "
Siska lalu menceritakan kejadian ketika dia dihadang Farah dan hampir diperkosa kemudian melarikan diri ke hutan. Yang bagian Rorin dia gak ceritain. Dia ganti dengan cerita bahwa dia di bantu oleh pemburu yang kebetulan lewat Disana dan dibawa pulang untuk dirawat.
Joko yang mendengar cerita Siska semakin membenci dan marah dengan Juna dan Farah. Dia akan mencatat dendam ini dan akan membuat perhitungan dengan mereka. Aku berjanji kejadian seperti ini gak bakal terjadi lagi. Joko membuat janji di dalam hatinya.
"Ehm.. gue denger-denger lo ribut dengan Juna di mall?? "
Bagaimana kamu tau Ra?? "
"Oh, Pak Bondan yang kasih tau karena khawatir sama kamu, kan kamu sudah dianggap kayak anaknya sendiri!! "
__ADS_1
"Ehm.. Gitu..!! Oh masalah itu cuma gue kesal aja sama Juna, Kenapa lo Hilang bukannya nyari malah seneng-seneng main sama pacarnya yang sok kecentilan itu. "
"Makasih Jo!! "Sambil mencium pipi Joko yang berjibun rambut brewoknya.
"Ehm Jo, kayaknya lo harus mandi dan cukuran dweh!! "
"Oh iya Ra, bentar ya!! " Joko langsung berlari ke kamar mandi. Dan merapikan rambut dan brewoknya menjadi sedia kala.
Joko yang ganteng dan bersih walapun jadi sedikit kurus dan muka agak cekung karena gk makan dan tidur seminggu ini.
"Giliran kamu Ra!!ππ kamu juga sama bau kayak kotoran sapi dan kuda jadi satu. "
Siska Hanya mengernyit dan manyun berjalan ke kamar mandi. Siska keluar dengan Kaos Joko yang Besar dan kedodoran.
Siska terlihat imut dan cantik dengan pakaian itu.
Joko masih terpana melihat Keimutan Siska yang hakiki.
"Krrr......... "Terdengar suara perut Siska yang kelaparan dan dia tersipu malu. Joko Hanya tersenyum maklum.
"Lo mau makan apa ra??? Gue buatin."
"Ehmm... Gak usah gue buat sendiri!! Rara lansung nyelonong ke dapur dan membuka kulkas. Hanya ada mie instan dan daging beku.
Rara langsung memasak mereka menjadi nasi goreng magelangan dengan daging yang empuk dan menggiurkan.
Asap mengepul dari masakan Siska, tercium bau wangi dan enak yang bikin perut per tambah laper.
Setelah matang, Siska membagi 3 porsi dan menyiapkannya di meja makan.
Joko bingung satu porsi untuk siapa? kan cuma ada mereka berdua di situ.
Lalu Rorin naik ke meja dan memakan nasi goreng yang disiapkan Siska dengan nikmat.
"Ayo makan!! Kenapa bengong?? "
"Ah gpp, aku baru tau kucing makan nasi goreng juga!! "
"Oh kucing itu Rorin namanya, dia spesial Gak kayak kucing lain. Jadi jangan berasa makan sisa kucing ya?? "π€£π€£π€£
"Ehmmm.. iya."Joko Hanya mengangguk dengan masam. Dan memaksa memakan nasi goreng itu dengan pelan. Setelah merasakan di suapan pertama Joko langsung jatuh cinta dan memakannya dengan lahap.
Siska Hanya tersenyum puas menatap mereka memakan masakannya dan mulai memakan makanannya sendiri.
"
"
P
__ADS_1
"