OPPA SARANGHAE

OPPA SARANGHAE
honeymoon..


__ADS_3

Aku menyeka daerah sekitar bibirku. Kemudian bangkit dari ranjang, segera berlari ke dalam kamar mandi. Kunyalakan keran air di washtafel dan berkumur berkali-kali. Aku menampung air dengan kedua tanganku untuk mencuci bibirku. Keterlaluan, bagaimana mungkin dia melakukannya sedalam itu.


“Aish, bagaimana mungkin aku bisa begitu menikmati morning kiss menjijikan itu, iyuks”


Ujarku dengan emosi, kemudian mengangkat kepala, dan menatap wajahku di cermin. Aku melihat sosoknya dari pantulan cermin di hadapanku. Oppa sedang berdiri di belakangku, menyandarkan tubuhnya ke tembok dan menyilangkan kedua tangan di dadanya.  Masih dengan senyum lebar yang membuatnya semakin menyebalkan.


“Apa sangat menjijikan, Merasakan bibirku di pagi yang indah ini?”


Dia melangkahkan kakinya mendekat kerahku kemudian memeluk pinggangku dari belakang. Aku mencengkram tali jubah mandiku agar dia tidak berbuat nekat dan menarik talinya hingga terbuka.


“Berhenti bersikap seperti ini oppa. Kita sudah terlambat. Cepatlah mandi!”


“Kau sangat menikmati morning kiss tadi kan?”


“Ani. Aku tidak menikmatinya sama sekali. Itu menjijikan”


“Lalu apa maksudnya dengan suara pelan itu”


“Suara pelan apa? jangan mengada-ada”


“Kau tidak menyadarinya. Suara indah yang keluar di sela-sela ciuman kita”


Dia berbisik tepat di telingaku. kedua tangannya masih melingkar di perutku. Aku berusaha mempertahankan kesadaranku sepenuhnya.


“Aku tidak pernah mengeluarkan suara menjijikan itu”


“Tapi aku mendengarnya dengan jelas sayang”


“Oppa hentikan”


“Kalau mengeluarkan suara seperti ini…. Ahm… emh… enghm… op…oppa…ah”


“Ish. ..Berhenti atau aku akan menendangmu”


“Enghm… Donghae… op..ah…emh…”


Dia terus saja mengeluarkan suara menjijikan itu tepat di telingaku, membuat aku tiba-tiba merinding mendengarnya.


Aku melepaskan kedua tangannya yang melingkar di perutku, kemudian keluar meninggalaknya begitu saja di dalam. Kututup kembali pintu kamar mandi dan membiarkan dia terbengong menatapku dari cermin. Biarkan saja dia mandi dan menggosok giginya. Sejak tadi sangat sulit dibangunkan, butuh tenaga ekstra untuk membuat dia terbangun. Tapi sekalinya terbangun dia malah menggodaku dan melakukan ciuman menjijikan itu.


Jujur aku memang sangat menikmati ciumannya tadi. Entah darimana dia belajar. Yang pasti ciumannya itu benar-benar membuatku merasakan sensasi yang berlebihan. Aku sama sekali tidak bisa menolak jika bibirnya sudah mengenai bibirku. Rasanya seperti ada magnet yang menariku agar terus tenggelam dan menikmatinya sampai puas.

__ADS_1


“Pabo, pabo… jangan berfikiran macam-macam Lee Gyuri”


Aku menggelengkan kepalaku berkali-kali untuk menghilangkan fikiran kotor yang berkecamuk di otakku. kemudian menjulurkan tangan kananku untuk mengambil baju  yang tergantung di dalam lemari.


Sebuah dress santai selutut, berwarna biru muda dipadu dengan kaus putih yang simple. Dress pemberian Jiyeon ketika  aku akan pergi honeymoon. Dia mengatakan baju ini pasti akan sangat pas jika aku yang memakainya. Hum, dan aku benar-benar menyukai dress yang diberikannya. Dia juga memberikan sebuah topi lucu yang cocok dengan dressnya. Tapi aku sedikit merasa tidak nyaman jika harus menggunakannya juga.


“Omo.., nomu yeppoda”


Gumamku sembari membetulkan letak topi di kepalaku. Aku memandangi baju pemberian Jiyeon yang memang sangat pas di tubuhku. Aku berdiri tegak di depan cermin, memandangi pantulan diriku sendiri.


Ah ya benar, aku harus mangambil foto ketika aku mengenakan dress ini. Aku akan memperlihatkannya kepada Jiyeon nanti. Dia pasti akan sangat senang melihatku mengenakan baju pemberiannya.


Aku berjalan menuju sofa, dan mengambil tas selempang yang selalu aku bawa. Merogoh sebuah kamera digital di dalamnya.


Kembali aku berdiri di depan bermin, kemudian memotret dress yang aku pakai. Topinya benar-benar terlihat serasi, tapi aku tidak nyaman memakainya. Hum, Setidaknya aku sudah memperlihatkan pada Jiyeon jika aku mengenakan semua pemberiannya.


***


Donghae’s POV


Aku membasuh tubuhku di bawah shower. Bibirku tak bisa berhenti tersenyum jika mengingat kejadian semalam dan juga morning kiss yang baru saja kami lakukan. Jujur aku memang sangat menikmati ciuman tadi. Rasanya seperti ada magnet yang menariku agar terus tenggelam dan menikmatinya sampai puas. Aku akan sangat senang jika dia memberikan respon positif dengan cara membalas ciumanku atau sekedar mengeluarkan suara pelan yang sangat indah mengalun ke telingaku. Entahlah, aku memang sangat suka dengan ciumannya. Mungkin karena kami berdua memang jarang sekali melakukannya, bisa dibilang ciuman tadi pagi adalah ciuman ke-3 yang kami lakukan selama kurang lebih 3 bulan usia pernikahan kami. Bahkan masih dapat dihitung dengan jari.


___


“Ehm…”


Deheman kerasku mebuat dia terlonjak kaget dan segera menghentikan aktifitasnya. Gyuri kembali membetukan topinya yang sedikit miring. Topi itu terasa sangat serasi dengan dress biru muda yang dikenakannya. Tapi aku sedikit tidak suka karena topinya itu menutupi dahi indah favoritku.


“Kau sudah selesai? Cepatlah pakai bajumu! Setelah itu kita sarapan dibawah, dan memulai  perjalanan kita hari ini”


“Baik Nyonya Lee. Em, aku akan mengenakan bajuku disini saja “


Ujarku sembari tersenyum lebar dan bersiap untuk menarik  ikatan tali jubah mandiku. Dia terlihat sangat kaget kemudian segera mengangkat kedua tangannya dan berteriak keras.


“STOP…. STOP…. Jangan disini bodoh. Kau seharusnya memakai baju di kamar mandi”


Teriaknya dengan suara yang cukup keras. Aku hanya terkekeh melihat ekspresi panic-nya. Aku selalu senang menggodanya dengan cara seperti ini. Dia akan menjadi sangat gugup,wajahnya berubah jadi merah dan matanya tidak bisa fokus. Dan itu terlihat sangat lucu, wajah polosnya benar-benar membuat aku gemas. Aigoo.


“Kenapa? Bukankah kau menyukai six pack di perutuku, huh? Bukankah kau juga suka sekali membenamkan wajahmu di dada bidangku? Kau bahkan tidur dengan sangat nyenyak jika memeluk tubuhku, iya kan?”


Aku masih terkekeh geli sembari memainkan tali jubah mandi yang aku kenakan. Membuat dia menutup matanya dengan sebelah tangan, karena tangan kanannya masih menggenggam sebuah kamera digital.

__ADS_1


Aku berjalan menghampirinya, menarik  tangan kiri yang menutupi wajahnya.  Kemudian berbisik pelan tepat di telinganya.


“ini masih pagi sayang. Mungkin nanti malam akan lebih menyenangkan”


Aku dapat mendengarnya menelan ludah dengan gugup. Wajahnya kembali berubah menjadi merah. Ahaha, Lee Gyuri, kau benar-benar lucu.


“YAK! Apa yang kau katakan, cepat pakai bajumu sana. Kita sudah terlambat”


Bentaknya tepat di depan wajahku membuatku memundurkan wajahku untuk menghindarinya.


“Araseo”


Aku melangkahkan kakiku untuk mengambil baju yang akan aku kenakan. Sebuah kaos tipis berwarna putih, hooddie dan celana jeans berwarna biru. Kemudian melangkah masuk ke kamar mandi. Hari ini kami akan pergi ke pantai.


Aku kembali keluar dari kamar mandi, setelah mengenakan baju. Kulihat dia masih asik memotret bayangannya sendiri di depan cermin.


“Kau sudah selesai? Aigoo, kau tampan sekali Tuan Lee”


Gyuri menghampiriku yang masih berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.


“Kau benar-benar cocok dengan hoodie ini sayang”


Dia mengulurkan tangannya untuk memakaikan hoodie itu ke kepalaku


“Omoo, tampan sekali”


Ujarnya kemudian tersenyum sembari merapihkan hoddieku dengan sebelah tangan, karena tangan kanannya masih menggengam kamera digital yang sejak tadi tidak lepas dari genggamannya.


“Jinjayo? Apa kau tidak pernah menyadari ketampananku sebelumnya, huh?”


“Em…. Kau hanya terlihat tampan di waktu-waktu tertentu saja. Jadi maafkan aku jika aku tidak bisa mengakui ketampananmu sejak dulu”


“Aish… Kau ini. Seharusnya bangga menjadi istri dari pria tampan sepertiku ”


“Ne… aku bangga menjadi Nyonya Lee”


“Baguslah jika seperti itu”


“Hem… chakaman. Aku akan memotretmu”


Gyuri berjalan mundur sembari menyiapkan kamera digital dengan kedua tangannya. Aku hanya bisa menuruti permintaan istriku ini tanpa berkomentar sedikitpun. Biarkan dia mengabadikan ketampananku di kamera kesayangannya itu.

__ADS_1


“Tersenyumlah. Hana… dul… set…”


__ADS_2