OPPA SARANGHAE

OPPA SARANGHAE
I'm Jealous


__ADS_3

Gyuri’s POV


Sudah hampir 2 minggu ini oppa menghabiskan waktunya di kantor, sering sekali dia pulang kerumah ketika aku sudah tertidur,  apakah masalah kali ini sangat besar hingga ia melupakan semuanya. Ayahku bilang, masalah kali ini benar-benar serius. Hotel cabag di Jeju adalah hotel cabang yang pertama dan yang paling besar diantara hotel cabang lainnya, oleh karena itu masalah ini harus segera diselesaikan agar tidak mempengaruhi yang lainnya. Donghae oppa adalah orang yang paling diandalkan dalam masalah ini, dia memang selalu bisa melakukan apapun dengan baik. Hem tapi kalau sampai lupa waktu seperti ini apa baik-baik saja.


Saat ini Aku sedang berada di dapur membantu Bibi Jung menyiapkan makan malam, aku mengiris bawang Bombay dan memotong beberapa sayuran.


“Gyuri-ah, apa hari ini Donghae lembur lagi?” Tanya oemaku yang baru turun dari kamarnya menghampiriku dan Bibi Jung yang sedang asik menyiapkan makan malam.


“Keure, sepertinya begitu. Aku bahkan sudah jarang sekali bertemu dengannya akhir-akhir ini”


“Kasihan sekali putri oema, kalian bahkan pengantin baru. Mana bisa seperti ini terus. Aku harus memberi tahu ayahmu agar dia tidak terlalu memaksakan Donghae bekerja keras menyelesaikan masalah untuk hotel cabang di Jeju itu”


“Anyio, gwencana oema. Tidak usah dipermasalahkan, biarkan saja oppa menyelesaikan tugasnya. Lagipula dia juga dibantu oleh staf dan juga Eunhyuk oppa, semuanya akan baik-baik saja”


“Oh iya, kudengar dari ayahmu. Dia bilang Donghae menyelesaikan tugasnya dengan baik karena dia selalu dibantu oleh asisten pribadinya yang sangat cerdas itu. dan ternyata asistennya itu adalah seorang wanita. Aish.. Awas saja kalau dia berani menggoda menantuku”


Perkataan oema barusan, mengingatkanku pada seorang wanita yang kulihat di pesta pernikahanku . wanita yang sangat anggun dan cantik, dan ternyata dia juga cerdas, benar-benar sempurna. Bagaimana kalau Donghae oppa benar-benar tergoda olehnya?? Aish, apa yang yang kau fikirkan Lee Gyuri.


“Em, baguslah jika ia mempunyai asisten yang baik dan bisa membantunya menyelesaikan masalah. Aku bahkan tidak bisa membantu apapun” jawabku tanpa mengalihkan perhatianku dari irisan bawang Bombay di depanku.


Beberapa saat kemudian aku merasakah ponselku bergetar. 1 pesan dari Jinki


From : Lee Jinki


“Chagiya, bisakah kita berdua makan diluar malam ini? Aku bosan berada dirumah terus”


 


Pergi keluar? Em, Kurasa menyenangkan, lagipula aku juga sedang bosan dirumah.


“Nuguseo? “ Tanya oema mengalihkan perhatianku, dia berdiri tepat dibelakangku mencoba memandang layar ponselku untuk membaca SMS nya.


“Aniyo, bukan siapa-siapa” jawabku tanpa memandang wajah oema sambil berusah menutupi layar ponselnya dengan telapak tanganku.


“Oema, malam ini aku akan makan diluar bersama temanku, boleh kan?” lanjutku, sambil menampakan wajah memelas, dan mengedip-ngedipkan mataku, mencoba membujuknya.


“Mana bisa kau makan diluar, bagaimana jika suamimu pulang” jawab oema dengan nada kesal.tapi aku tidak menanggapinya dan segera berlalu.


“Tidak mungkin, kurasa malam ini dia akan lembur lagi” jawabku sambil berjalan ke atas menuju kamarku untuk segera bersiap.


“HYA.. Lee Gyuri” teriak oema.


***


“Oema, aku pergi dulu. Tidak akan lama, hanya makan malam” ujarku sambil mememeriksa isi tas selempangku.


“Mengapa tidak makan malam dirumah saja. Bagaimana jika Donghae pulang dan kau masih belum pulang?” jawab oema yang menghampiriku di depan pintu keluar.


“Aku akan pulang sebelum dia pulang. Baiklah aku pergi dulu, anyeongi khaseo” ujarku sambil mencium pipi kanan oema dan segera melesat pergi.


“Aish, kau ini” gumamnya dengan kesal.


***


Donghae’s POV


Sudah hampir 2 minggu ini aku menghabiskan waktu di kantor, sering sekali ketika aku pulang kerumah Gyuri sudah tertidur, kami berdua bahkan tidak mempunyai waktu untuk sekedar mengobrol.  Masalah kali ini memang sangat berat sehingga aku harus benar-benar fokus menyelsaikannya. Ah aku sangat merindukan gadis manja itu. Aku menyandarkan punggungku di sandaran kursi yang sedang ku duduki, aku menggoyangnya ke kanan dan kiri, sambil memutar-mutar bolpint yang yang sedang ku pegang.


“Donghae-ssi, apa kau sudah makan malam?” petanyaan Haneul, membuyarkan semua fikiranku saat ini.


“Em… Haneul-ssi, Anyio, aku belum makan. Aku harus menyelesaikan ini dulu” jawabku sambil mengangkat setumpuk kertas di tanganku.


“Sudahlah, tidak usah diselesaikan malam ini. Besok aku akan datang lebih pagi dan menyelesaikan tugasmu. Sekarang lebih baik kita makan malam dulu” ujar Haneul sambil tersenyum dan mencoba meyakinkanku. Iya, Park Haneul memang kuanggap seperti teman, tidak ada pembicaan dengan bahasa formal. Aku sengaja menyuruhnya menggunakan banmal , agar kami bisa lebih mudah berkomunikasi dan berdiskusi mengenai pekerjaan. Walaupun sebenarnya dia sering merasa tidak enak dan tetap menggunakan bahasa formal.


“Baiklah, aku juga sudah sangat lelah. Hem sepertinya makan malam dulu sebelum pulang tidak apa-apa. Oh iya, mana Eunhyuk, dia ikut makan bersama kita juga kan” tanyaku sambil membereskan berkas-berkas di meja kerjaku.


“Anyio, Eunhyuk-ssi sudah pulang. Dia bilang mau menemui seseorang”


“Eh? Sudah pulang, mengapa dia tidak mengabariku” bocah ini benar-benar tidak sopan, pergi tanpa pamit. Keterlaluan kau Lee Hyukjae.


“Sepertinya tadi dia sedang terburu-buru, eng… ayo kita berangkat sekarang” ujar Haneul yang sudah bersiap. Dia berdiri di depan pintu ruang kerjaku, dan menungguku agar segera beranjak.


“Ne..” jawabku sambil mengambil jas dan mengenakannya.


***


Gyuri’s POV


Aku masuk ke sebuah café memutar pandanganku ke sekeliling, menacari keberadaan Jinki. Kulihat dia melambaikan tangan ke arahku. Dia sudah duduk disana dengan segelas air putih didepannya.

__ADS_1


“Anyeong” sapaku sambil berjalan menghampirinya, dan segera duduk dengan nyaman.


“Aku senang kau benar-benar datang”


“Iya, aku bosan berada dirumah”


“Hem, bagaimana dengan hyungnim. Apa dia tau kau bertemu denganku?”


“Tidak, akhir-akhir ini dia sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor. Hotel di Pulau Jeju sedang dalam masalah, jadi dia harus bekerja keras untuk menyelesaikannya”


“Em, Araso. Yasudah ayo kita makan sekarang, aku sudah sangat lapar” jawabnya.


Kami melirik menu dan memesan dua porsi makanan.


“Sudah lama sekali kita tidak pergi keluar bersama”


“Ya, terakir kali kita pergi nonton, kira-kira sebulan yang lalu”


“Em, aku ingat saat itu kau membeli sebuah gaun dan keesokannya kau pakai gaun itu di acara pertunanganmu” ujar Jinki dengan nada kesal.


“Sudahlah, jangan bicarakan hal itu lagi, aku selalu merasa bersalah tiap mendengarnya. Aku kan sudah pernah menanyakan padamu mengenai hubungan kita selanjutnya, tapi kau memilih untuk tetap mempertahankannya kan? Dan aku juga telah melakukan apa yang kau mau, aku masih kekasihmu sampai saat ini. walalupun di sisi lain, status ku adalah seorang istri” aku memang selalu merasa bingung dengan hidupku, bagaimana mungkin bisa seperti ini.


“Iya, aku tau semuanya. Tapi aku mohon, jangan pernah memutuskan hubungan kita, aku sangat mencintaimu Gyuri-ah, aku tidak tau apa yang terjadi pada hidupku jika kau benar-benar pergi dari sisiku”  Jinki menatapku dengan lembut, ya Tuhan bagaimana aku bisa terjebak dalam situasi seperti ini. dan apa sebenarnya perasaanku pada Jinki ini disebut dengan rasa cinta?


“Aku bingung, aku bingung dengan hidupku, aku bingung dengan hatiku, perasaanku padamu, perasaanku pada oppa, semuanya membuatku benar-benar bingung”  jawabku dengan nada malas, aku sedang tidak semangat akhir-akhir ini. tidak tau kenapa, sepertinya aku mulai terbiasa dengan kehadiran Donghae oppa disampingku, tapi karena beberapa hari ini aku tidak banyak berbicara dengannya, aku jadi malas melakukan apapun.


Aku menatap ke sekeliling sebelum kulihat seseorang mengalihkan perhatianku. Orang itu masuk ke dalam cafe bersama seorang wanita. Wanita itu berjalan tepat disampingnya.


“Donghae oppa..” ujarku dengan suara pelan


“Hah? Dimana?” Tanya Jinki.


Aku tidak menjawab pertanyaanya, perhatianku masih tertuju pada mereka berdua. Jinki memperhatikan pandanganku, akhirnya dia pun melihat apa yang kulihat. Donghae oppa dan sekretarisnya itu duduk tak jauh dari posisi kami saat ini, tapi aku yakin oppa tidak mengetahui keberadaanku disini bersama Jinki. Aish mengapa dadaku terasa sangat sesak setelah melihat pemandangan itu.


“Dasar pria” aku mendengus tanpa mengalihkan pandanganku dari mereka


“Hei, sudahlah. Biarkan saja, kau datang bersamaku sekarang” ujar Jinki dengan nada kesal


Kulihat seorang waiter datang menghampiri kami, membawa makanan yang tadi kami pesan. Jinki segera melahap makanan yang ada dihadapannya. Sedangkan mood ku menjadi berubah setelah melihat pemandangan dihadapanku saat ini. kulihat mereka berdua sangat akrab, Donghae oppa tertawa dengan lepas saat bercanda dengan Haneul oenni, aish… sepertinya mereka benar-benar bahagia.


Aku hanya mengaduk-aduk makananku dengan tidak semangat. Jinki bahkan sudah menghabiskan makanannya. Aku kembali melirik kearah mereka, omo… omo… apa yang mereka lakukan sekarang. Kulihat wanita itu mengambil sebuah tissu dan menyeka sisa makanan di bibir Donghae oppa. Aaaaaaaaaaaaaaaaaah… ini tidak bisa dibiarkan.


“Lee Gyuri, apa yang kau lakukan?” ucap Jinki sedikit berteriak. Dia juga bangkit dari tempat duduknya dengan wajah yang bingung dan segera menyusulku. Dari belakang.


“Oppa” ujarku tepat didepan meja mereka, hingga keduanya mendongak dengan kaget setelah melihatku yang tiba-tiba menghampiri mereka.


Dongahe’s POV


 


Kali ini aku dan Haneul makan berdua di café. Ini baru pertama kalinya kami makan berdua karena sebelumnya Eunhyuk selalu bersama kami, biasanya setelah makan malam kami akan kembali ke kantor dan menyelesaikan tugas sampai larut. Kali ini kami bertiga memutuskan untuk pulang lebih cepat, sebenarnya aku ingin segera pulang dan bertemu dengan Gyuri. Tapi aku tidak enak jika harus menolak ajakan Haneul untuk makan malam. Baiklah, Lee Donghae kau harus sabar. Istrimu tidak akan kemana-mana. Yah tentunya Jika Lee Jinki itu tidak membawanya kabur. Hmmm.


Aku asik menikmati makan malamku ini, karena aku sudah sangat lapar. Saking sibuknya dengan berkas-berkas itu aku bahkan lupa tidak makan siang hari ini. Aku makan dengan sangat lahap, hingga aku berhenti ketika haneul menyeka bibirku dengan tisu yang dipegangnya. Aku terkejut dan menatapnya.


“Ada sisa makanan di bibirmu, makannya pelan-pelan saja” ujarnya


“Em.. Kamsahamnida” balasku sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara yang benar-benar ku hafal, suara yang bahkan hampir 2 minggu ini belum aku dengar sama sekali. Lee Gyuri Kau kah itu?


“OPPA…..” ujarnya tepat didepan mejaku


“Em… Lee  Gyuri, sedang apa kau disini?” ah, apa ini? kedatangannya sangat mengagetkanku, Lee Gyuri gadis yang saat ini sedang berlari-lari di fikiranku. Apa dia tahu saat ini aku ingin segera pulang dan menemuinya dirumah. Tapi aku baru menyadari kalau dia datang bersama dengan Lee Jinki. Aish, kurasa pasangan labil ini sedang berkencan. Berani sekali kau Lee Gyuri, aku sibuk mencari nafkah sedangkan kau bersenang-senang dengan bocah ini.


“Ah, Anyeonghaseo Lee Gyuri-ssi kita sudah pernah bertemu di pesta pernikahan kalian sebelumnya” sapa Haneul sambil berdiri dan menganggukan kepalanya singkat.


“Oh, iya dia istriku, pastinya kau sudah mengenalnya kan? Dan ini adalah Lee Jinki, em… teman kampusnya” aku memperkenalkan Gyuri kepada Haneul, sebenarnya tidak usah dikenalkan pasti dia sudah tau. Aku bingung ketika harus mengenalkan Jinki padanya, masa aku harus bilang ‘ini adalah Lee Jinki, dia adalah pacar istriku’, benar-benar pernyataan yang sangat bodoh. Akhirnya aku hanya bisa  mengatakan kalau Jinki adalah teman kampus Gyuri. Tidak salah kan itu semua kenyataan. Tapi kulihat tatapan mata Jinki, sepertinya dia tidak suka dengan pertemuan yang tidak terduga ini.


“Ne.. Park Haneul imnida. Aku asisten pribadi Donghae-ssi” ujar Haneul memperkenalkan diri


“Aku Lee Gyuri, ISTRI Donghae oppa” balasnya sambil mengangkat kedua alisnya dan menjabat tangan Haneul dengan singkat. Entah kenapa aku sangat senang mendengar kata ‘istri’ yang barusan dia ucapkan. Apalagi ditambah nada penekanan, yang membuatku ingin tersenyum mendengarnya. Akhirnya kami ber empat duduk bersama. Aku dapat melihat Lee Jinki sangat tidak menyukai situasi ini, karena sejak tadi dia hanya terdiam.


***


Gyuri’s POV


 


Akhirnya kami keluar dari café itu. setelah terjebak selama beberama menit ditengah suasana yang sangat aneh. Kami ber 4 bahkan lebih banyak diam, tambah tidak enak lagi setelah melihat tampang Jinki yang sepertinya sangat kesal. Tapi aku juga tidak tau kenapa bisa bertahan dengan situasiku seperti sekarang ini. aku masih tidak bisa memutuskan hubunganku dengan Jinki, mungkin karena dia memang orang yang sangat baik. 2 tahun kami bahkan berstatus sebagai sepasang kekasih, bukan hal yang mudah untuk mengakhirinya begitu saja. Tapi yang aku bingung adalah perasaanku kepada Dongahe oppa. entah kenapa jika melihat dia bersama wanita lain, aku sangat tidak suka. Apa aku ini seorang wanita yang egois? ah sudahlah aku tidak mau memikirkannya lagi.


“Baiklah, aku pulang duluan” ujar Jinki, dia menatapku tajam dan kemudian melirik Donghae oppa

__ADS_1


“Hyungnim, aku pulang” lanjutnya. Sebelum berlalu dia juga melambaikan tangannya singkat pada Haneul Oenni.


“Aku juga pergi, terimakasih atas makan malamnya Donghae-ssi. Dan Nona Lee Gyuri, senang bisa bertemu denganmu” ujar Haneul oenni sambil membungkuk singkat.


“Em,..” gumamku dan oppa bersamaan.


Kini tinggal aku dan Donghae oppa, aku meliriknya sekilas. Aish, dia bahkan masih memeprhatikan Haneul oenni sampai tidak terlihat, benar-benar menyebalkan.  Akhirnya kami berdua berjalan menuju mobil untuk segera pulang.


Kami masih sama-sama terdiam sebelum akhirnya aku memualai pembicaraan


“Kau menyukai Haneul oennie?” sebuah pertanyaan yang benar-benar konyol akhirnya keluar dari mulutku.


***


Donghae’s POV


 


“Kau menyukai Haneul oenie?” akhirnya sebuah kalimat keluar dari mulutnya. Aku bahkan menunggu dari tadi sampai kau mau membuka mulutmu Lee Gyuri. Tapi kenapa kalimat yang kau ucapkan seperti itu, apa istriku ini sedang cemburu, hah? Oyolah, kau juga bertemu denganku saat berkencan dengan kekasihmu kan?


“Bwosun suriya? kami hanya makan malam” aku mencoba menjawab dengan santai, tanpa mengalihkan perhatianku dari jalan raya.


“Dia Bahkan memanggilmu dengan sebutan ‘Donghae-ssi’ tidakah itu terlihat sangat aneh. Bagaimana mungkin seorang asisten memanggil bossnya seperti itu, mengapa dia tidak memanggilmu ‘sajangnim’. Itu terdengar lebih masuk akal digunakan untuk seorang asistennya pada bossnya”


“Aku yang menyuruhnya memanggilku seperti itu, aku menaggapnya bukan pekerjaku tapi seperti teman yang membantuku melaksanakan tugas. Aku ingin dia bersikap biasa padaku, yah seperti teman, lagipula umurku dan dia tidak jauh berbeda”


“Yah, aku tau sekarang. Setiap hari seperti inilah yang suamiku lakukan”


“Mwo? Sepertinya kau sedang cemburu? Kau tidak suka melihatku dekat dengan Haneul? Bukankah kau juga datang bersama Jinki”


“Aku tidak cemburu. Aku memang datang bersama Jinki, dan kami hanya makan malam, karena aku beanr-benar merasa bosan dirumah” jawabnya lantang


“lalu kenapa kau menanyakan tentang Haneul? Kau Cemburu kan?” ujarku menggodanya yang sudah menampakan wajah kesal.


“Aku tidak cemburu” balasnya


“Iya, kau cemburu. Sudahlah akui saja, kau cemburu dan takut suamimu yang tampan ini akan tergoda dengan asisten pribadinya” ujarku sambil tersenyum. Ekspresinya saat ini sangat lucu, kenapa aku menyukainnya dengan ekspresi bagaimanapun. Kau benar-benar sangat cantik jika sedang menampakan wajah kesalmu Gyuri-ah.


“Aku sudah katakan, aku tidak cemburu sama sekali. Lagipula walaupun kau berkencan dengan Haneul oenni, aku tidak peduli”. Benarkah kau tidak peduli dengan semuanya, keterlaluan kau Lee Gyuri.


“lalu kenapa kau menanyakan hal itu padaku, apa namanya kalau bukan cemburu?”


“TIDAAAAAAAk…..” teriaknya tepat di telingaku, aku mengusap kupingku yang terasa pengang karena ulahnya, aish bocah ini benar-benar.


“HYA, LEE GYURI, Kau ingin kita mati di jalan raya? Aku sedang menyetir” teriaku tak kalah keras hingga membuatnya memundurkan kepalanya.


***


Gyuri’s POV


 


Akhirnya kami sampai dirumah.


“Aku pulang” ujarku sambil membuka sepatu dan menggantinya dengan sandal rumah. Oppa menyusulku dari belakang.


“Gyuri-ah, kau sudah pulang? Eh, bagaimana bisa kalian pulang bersama?” Tanya oemaku, yang sedang duduk santai di ruang tengah.


“Tadi Aku bertemu dengannya Gyuri” jawab Donghae oppa.


“Donghae-ah, ada yang ingin ayah bicarakan” ujar ayahku yang sedang duduk disamping oema.


“Ne.. abouji ada apa?” Tanya Donghae oppa menghampiri ayahku dan duduk di hadapannya.


“Sepertinya masalah Hotel di Jeju tidak bisa kita tangani dari sini. Kita harus memantaunya langsung ke sana, maukan kau pergi dan memeriksanya” lanjut ayahku


“Algaesimida, aku akan pergi kesana, dan mencoba mencari tau masalah sebenarnya” jawab oppa


“Baiklah, lusa kau pergi kesana. Kau akan ditemani oleh Eunhyuk dan juga asisten pribadimu untuk membantumu mengerjakan semuanya”


Mwo? Bersama asisten pribadinya, pergi bersama ke Jeju. Aish… Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin mereka pergi bersama ke pulau Jeju, bagaimana kalau Haneul oeni benar-benar menggoda Donghae oppa. dan bagaimana kalau Donghae oppa tergoda olehnya. Aaaaaaaaaah…..


“Aku ikut… ” ujarku lantang sambil mengangkat tanganku tinggi-tinggi.


“Aku ikut pergi ke Jeju, bersama oppa” lanjutku


Semuanya langsung menatap ke arahku dengan bingung.


To Be Continue…

__ADS_1


__ADS_2