
Gyuri’s POV
“Sepertinya masalah Hotel di Jeju tidak bisa kita tangani dari sini. Harus memantaunya langsung ke sana, maukan kau pergi dan memeriksanya” ujar ayahku
“Algaesimida, aku akan pergi kesana, dan mencoba mencari tau masalah sebenarnya” balas Donghae oppa dengan sigap. Yah, dia memang harus benar-benar menyelesaikan semuany sebelum masalah ini semakin rumit.
“Baiklah, besok kau bergi kesana. Kau akan ditemani oleh Eunhyuk dan juga asisten pribadimu untuk membantumu mengerjakan semuanya”
Mwo? Bersama asisten pribadinya, Jung Haneul oeni, pergi bersama ke Jeju. Ini tidak bisa dibiarkan
“Aku ikut… ” ujarku lantang sambil mengangkat tanganku tinggi-tinggi.
“Aku ikut pergi ke Jeju, bersama oppa” lanjutku
Semuanya menatap ke arahku dengan tatapan bingung
“Lee Gyuri, aku tau kau tidak ingin jauh dari suamimu, tapi Donghae berangkat kesana untuk bekerja. Jika kau ikut, dia tidak bisa berkonsentrasi menyelesaikan masalah hotel kita” ujar oema menghampiriku yang masih berdiri dengan tangan kananku yang terangkat tinggi.
“Aniyeo, aku tidak akan mengganggu oppa, aku hanya ingin ikut ke Jeju. Ayolah oema, appa, biarkan aku berlibur disana, aku sudah lama sekali tidak ke pulau Jeju. Boleh yah? Jebal… ” aku mencoba meyakinkan oema dan appa, ayolah oema biarkan aku pergi ikut dengan Donghae oppa kesana, demi kelangsungan rumah tangga putri kesayangmu ini.
“Gyuri, maafkan ayah. ayah tau kalian adalah pengantin baru, bahkan kalian belum sempat honey moon setelah lebih dari dua minggu pernikahan kalian. Baiklah Donghae sebaiknya kau tidak usah mengurusi perusahaan dulu, biar Eunhyuk yang menanganinya disana, kalian butuh waktu pribadi berdua. Akhir-akhir ini Donghae selalu lembur, bahkan kadang sampai bermalam di kantor. Aku tau itu membuat kalian merasa tersiksa. Aku akan segera merencanakan bulan madu kalian, tinggal sebutkan saja Negara mana yang akan kalian tuju” ujar ayahku dengan nada bersalah, aku tau Donghae oppa bekerja terlalu keras akhir-akhir ini, kurasa ayah juga keterlaluan. Bagaimana mungkin membiarkan menantu kesayangannya itu bermalam di kantor setiap hari.
“Gwencana abouji, aku akan tetap pergi kesana. Eunhyuk akan kesulitan jika melakukannya sendiri. Masalah Gyuri, menurutku tidak masalah jika dia ikut bersama kami” Donghae oppa akhirnya membuka mulut. Bagus oppa, itulah yang sejak tadi ingin kudengar dari mulutmu.
“Donghae kesana bukan untuk berlibur tapi untuk bekerja, Lee Gyuri bagaimana dengan kuliahmu. Mereka di sana untuk menyelesaikan masalah dan tidak tahu akan menghabiskan waktu berapa lama” Ah, oema… mengapa membicarakan kuliahku. Anakmu ini sudah sangat pintar, tidak masuk beberapa hari tidak akan jadi masalah bagiku.
“Gyuri-ah, benar kata ibumu. Kalau kau ikut bagaimana dengan kuliahmu” aish, mengapa ayah malah mendukung ibu. Lalu siapa yang akan mendukungku, em… aku mengalihkan pandanganku kea rah Donghae oppa dan menatapnya dengan tatapan memohon dan menunjukan senyuman termanisku. Oppa, aku ingin ikut…
“eng…em… abouji oemonim, kurasa tidak masalah jika Gyuri ikut bersamaku. Aku akan mencoba menyelesaikan masalah itu secepatnya, jadi kami bisa kembali ke Seoul hari minggu sehingga Gyuri bisa tetap masuk kuliah di hari senin”. Bagus oppa akhirnya kau membelaku. Yah aku harus tetap kesana, jika tidak maka aku tidak tahu apa yang akan terjadi di pulau Jeju. Apalagi oppa pergi bersama asisten pribadinya itu, siapa yang tahu jika Haneul oenni menggoda oppaku. Bagaimana kalau mereka berdua bermesraan dan akhirnya….., Tapi tunggu sebentar,, Hem mengapa aku menjadi seperti ini. Mengapa aku benci jika Donghae oppa bersama wanita itu, padahal apa yang salah jika Donghae oppa menyukainya, itu hak pribadinya kan. Aish, masa bodoh. Aku akan tetap ikut dan memperhatikan setiap gerak-gerik mereka disana lihat saja kalau berani macam-macam, walau bagaimanapun Donghae oppa adalah suamiku, dan aku adalah istri SAH nya.
“Berbicara masalah honey moon. Aku rasa kalian bisa melakukannya disana, Jeju cukup indah untuk berlibur. nanti setelah masalah perusahaan selesai kalian bisa pergi ke luar negeri” ujar oemaku memberi saran, mwo… honey moon? aku baru sadar mereka sedang membicarakan sebuah ritual yang biasa dilakukan oleh sepasang pengantin baru itu. Apakah kami berdua juga harus melakukannya, omo.. itu bahkan tidak pernah terfikirkan olehku sebelumnya.
“Aniyo, oppa kesana untuk bekerja dan aku kesana untuk berlibur. Kurasa kami baik-baik saja tanpa harus honey moon, yah tidak usah ada ritual honey moon, iya kan oppa?” jawabku sambil tersenyum pahit, aku melirik kearah Donghae oppa, dan dia juga memamerkan senyum dan tampang anehnya mendengar pernyataan oemaku barusan.
“Baiklah anggap saja ini pre-honey moon. Dan honey moon yang sesungguhnya bisa kalian lakukan ketika Gyuri sedang libur semester ini. Terserah mau pergi ke wilayah Asia, Eropa, atau Amerika” ujar appaku dengan nada bercanda. Dan mengerlingkan sebelah matanya padaku. Aish…
“Geure, itu ide yang bagus” timpal oemaku sambil tertawa
Donghae oppa meliriku sambil mengangkat alisnya, akupun menunjukan ekspresi yang sama. Apa sebenarnya yang diinginkan kedua orangtua ini. aish, jinja…
—
Donghae’s POV
Pagi ini kami segera bersiap-siap untuk berangka ke pulau Jeju. Yah pergi ke pulau Jeju bersama Lee Gyuri, aku berharap akan menyenangkan. Tapi sepertinya tidak banyak yang bisa kami lakukan di sana. Aku pasti akan sangat sibuk dengan tugas-tugasku. Pasti dia akan sangat bosan sendirian disana, yah siapa suruh kau untuk ikut.
“Oppa, apa kita ber empat akan berangkat bersama menuju ke sana?” tiba-tiba suara itu terdengar sangat nyaring di telingaku. Dia sedang mondar-mandir membereskan barang-barang keperluannya untuk dibawa kesana. Ya Tuhan, sebenarnya dia mau pergi berapa bulan disana, bawaannya banyak sekali. Dasar wanita, selalu saja membuat dirinya repot.
__ADS_1
“Aniyeo,Eunhyuk dan Haneul sudah berangkat pagi-pagi sekali. Jadi mereka akan lebih dahulu tiba disana” Jawabku sambil merapihkan beberapa data dan berkas yang akan dibawa ke sana.
“Haneul oeni , dia pasti sangat membantumu, iya kan?” Mengapa bocah ini tiba-tiba menanyakan Haneul, kukira dia tidak peduli dengan Jung Haneul. Tapi sejak kemarin aku bisa melihat tatapan matanya pada Haneul seakan-akan dia tidak menyukainya.
“Tentusaja dia sangat membantu, dia cerdas dan bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Tapi aku juga dibantu oleh Eunhyuk, jadi semuanya lebih mudah karena kami mengerjakannya bersama-sama” Aku membuka Laptopku dan memeriksa data-data yang diperlukan. Mencoba memastikan semuanya sudah siap dengan baik sebelum kami berangkat. Aku melirik kea rah Gyuri, dia sedang terdiam duduk di pinggir tempat tidur sambil menatap kosong kea rah lain, kenapa dia terdiam seperti itu setelah mendengar jawabanku.
“Oppa, apakah Haneul oenni sudah punya pacar? Apa dia pernah menceritakan padamu tentang pacarnya?” . Hahaha, jadi itu yang sedang kau fikirkan Lee Gyuri, ada apa denganmu tiba-tiba menjadi sangat ingin tau mengenai Haneul.
“Kurasa dia tidak punya pacar. Dia seorang wanita yang sangat pemilih dan sedikit perfectionis. Mungkin belum menemukan seorang yang benar-benar tipenya” jawabku tanpa mengalihkan perhatianku dari layar laptopku. Aku kembali meliriknya yang sedang menggembungkan pipinya, Lee Gyuri, kau benar-benar lucu dengan ekspresi itu.
“Lalu seperti apa tipe idealnya?apa dia pernah mengatakan padamu?” Wah wah… bocah ini sepertinya sedang sangat galau. Apa dia cemburu pada Jung Haneul.
“Aku tidak tau, aku tidak pernah menanyakan tentang hal itu padanya. Tapi kurasa, pria idealnya pasti sepertiku. Yah, karena aku memang tipe ideal setiap wanita” jawabku sambil terkekeh pelan tanpa melirik wajahnya.
“MWORAGO?” jawabnya setengah berteriak sambil menatapku sinis.
—
Gyuri’s POV
Kami berangkat dengan pesawat pukul 9 pagi ini. aaaaaah senangnya bisa datang ke pulau seindah ini. kami menuju hotel dari bandara dengan menggunakan mobil, oppa menyetir dengan sangat serius dan terus memperhatikan jalan yang kami lewati.
“Whoaaaa…. areumdawou” ucapku sambil menyeluarkan sedikit kepalaku dari jendela dan merasakan wajah dan rambutku di terpa angin.
“Hei, awas kepalamu” Donghae oppa melirik ke arahku dan menyentuh kepalaku.
“Yah nikmatilah liburanmu kali ini, kurasa aku tidak bisa bersenang-senang karena harus melaksanakan tugas. Padahal omoenim mengatakan ini adalah Pre-honey moon kita, haha ” ujarnya sambil terkekeh puas. Apa yang dibicarakannya mana ada istilaah pre-honey moon. seumur hidup baru kali ini aku mendengarnya. Memangnya ada pasangan yang melakukan pre-honey moon setelah mereka menikah. Kurasa hanya kami berdua yang melakukannya, aish.. aneh sekali.
“Tch, ada-ada saja. Pre-honey moon. terdengar sangat lucu” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari pemandangan yang luar biasa indah ini.
Mobil kami melaju kencang menuju hotel, perjalanan dari airport ke hotel, tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 30 menit. Sesampainya disana, Eunhyuk Oppa dan Haneul oenni yang sudah sampai terlebih dahulu, menyambut kedatangan kami di lobby hotel.
“Ya… Donghae-ah” ujar Eunhyuk oppa sambil menjabat tangan dan memeluk donghae oppa sekilas dan menepuk pungunggunya.
“Anyeonghaseo, “ sapaku sambil tersenyum. Aku menjabat tangan Eunhyuk oppa dan Haneul oenni bergantian.
“Anyeonghaeo, Kim Gyuri-ssi. Aniyo, maksudku Lee Gyuri-ssi Senang bisa bertemu lagi” jawab Haneul oenni tersenyum ramah.
“Hya,, Gyuri-ah, rupanya kau tidak mau terpisah jauh dari suamimu ini ya, sampai-sampai kau ikut walaupun suamimu yang tampan ini pergi untuk bekerja. Aish, kalian berdua memang sangat serasi. Membuatku iri saja. Ah, rasanya ingin cepat-cepat menikah juga.” Ujar Eunhyuk oppa sambil mengedipkan matanya ke arahku. Aish, dia memang tidak pernah lelah menggoda kami berdua.
—
Donghae’s POV
Aku segera menuju ke tempat pertemuan untuk membicarakan masalah hotel cabang Jeju kali ini. sebenarnya tidak tega meninggalkan Gyuri sendirina di dalam kamar hotel, tapi apa boleh buat aku harus menyelesaikan tugas ini secepat mungkin. Aku bahkan sudah berjanji akan menyelesaikannya secepat mungkin dan kembali ke Seoul besok sehingga Gyuri tetap bisa pergi kuliah di hari senin.
“Donghae-ssi, ini beberapa berkas yang aku dapatkan dari sini. Kita akan memeriksanya dan mencari tahu kesalahan apa yang sebenarnya terjadi” ujar Haneul mengahampiriku sambil menyodorkan beberapa berkas yang sudah tertata rapih di dalam map. Kulihat Eunhyuk menyusulnya dari belakang.
__ADS_1
“Donghae-ah, aku lupa tidak membawa data-data dari Seoul, itu data pusat yang sangat penting. Mianhae” ujarnya sambil ter engah-engah mengatur nafasnya yang naik turun karena berlari menghampiriku
“Tenang saja, aku sudah menyiapkannya” jawabku sambil mengangkan tas laptop di tangaku dan mengidikan kepalaku.
“Wah, bagus sekali Lee Donghae” balasnya sambil mengangkat kedua jempolnya.
Kami ber-empat menuju ke tempat pertemuan di restoran lantai dasar. Sebuah meja besar diatur sedemikian rupa sehingga kami bisa berdiskusi dengan nyaman dan membicarakan masalah ini hingga tuntas. Aku harus segera menyelesaikannya dan menemui Gyuri. Bagaimana mungkin aku membiarkan dia sendirian sepanjang hari. tapi kurasa gadis itu akan berkeliling sendirian disini.
—
Gyuri’s POV
Aku berada sendirian didalam kamar, seperti yang telah direncanakan. Donghae Oppa memang datang kesini untuk menyelesaikan masalah perusahaan. dan sekarang dia bersama Eunhyuk oppa dan juga Haneul oenni sedang pergi ke pertemuan pengurus untuk mebahas hal tersebut. Aish apa yang harus kulakukan sendirian di dalam sini. Aku merapihkan barang bawaanku, tidak banyak baju yang aku bawa, karena kami hanya menginap satu malam disini. Dan tiba-tiba kurasakan ponselku bergetar. 1 pesan diterima.
From : Lee Jinki
“Kau sedang apa? Weekend, biasanya kita akan pergi keluar sekedar berjalan-jalan. Maukah kau pergi bersamaku? Aku tau baru kemarin malam kita bertemu tapi entah mengapa setiap saat aku selalu merindukanmu Gyuri-ah”
Omo.. apa yang harus kukatakan padanya. Apa aku harus bilang sedang berada di jeju bersama Donghae oppa. Apa dia akan baik-baik saja setelah mendengar jawabanku. Tapi Jinki sudah mengetahui semuanya kan, dia tau bagaimana hubungan kami. Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya, kurasa tidak apa-apa.
To : Lee Jinki
“Mianhae, aku tidak bisa pergi. Sekarang aku sedang berada di pulau Jeju. Aku datang kesini untuk liburan, lelah sekali rasanya setiap hari kuliah dan menyelesaikan banyak tugas.”
Yah kurasa ini bukan hal yang buruk. Sampai saat ini status kami masih sebagai sepasang kekasih, itu cukup untuk meyakinkannya kalau antara aku dan Donghae oppa memang tidak ada apa-apa. Ponselku bergetar, balasan dari Jinki
From : Lee Jinki
“MWORAGO…. Di pulau Jeju, Apa bersama hyungnim? Apa hanya berdua? Untuk apa kalian kesana? Apa kalian sedang honey moon sekarang? Kau baik-baik saja kan? Tidak terjadi sesuatu apapun kan? Apa yang akan kalian lakukan disana? Kim Gyuri jawab pertanyaanku, atau aku akan menyusulmu kesana sekarang juga”
Aish… Oema…, oetokhe? Bocah ini lama-lama membuatku semakin gila. Sangat sulit memang menjalin hubungan yang rumit seperti ini. haruskah aku mengakhirinya? Tapi apa yang akan terjadi pada Jinki jika aku melakukannya. Dia sudah sangat baik padaku, dia bahkan selalu melindungiku. Dia adalah seseorang yang melindungiku dari teman-teman yang selalu memperlakukanku dengan buruk, menjadi teman terbaiku di sekolah, dan pahlawan yang selalu membelaku jika aku sedang dalam masalah. Terdengar sangat buruk jika aku harus melukai hatinya. Aku tidak tega membuatnya terluka dan sedih.
To: Lee Jinki
“Andwe.. kau tidak perlu kesini. Aku sedang sendirian, Karena Oppa sedang mengurusi urusan hotel. Kami tidak datang untuk honey moon. Aku sudah pernah bilang kan kalau hotel di Jeju sedang dalam masalah. Ayah menyuruh Donghae oppa untuk mengurusnya. Dan ku fikir, menyenangkan rasanya berlibur ke pulau Jeju, sehingga aku memutuskan untuk ikut juga.”
__ADS_1
Awas saja jika dia benar-benar datang kesini. Maka lebih baik aku mati menenggelamkan diri di pantai, tidak, tidak, itu terlalu menyeramkan, aku akan menenggelamkan diri di kolam renang sampai kehabisan nafas. Tapi tapi, itu juga sangat menyeramkan. Aaaah, otaku bahkan tidak bisa berfungsi dengan baik saat ini.
To Be Continue…