OPPA SARANGHAE

OPPA SARANGHAE
Bali


__ADS_3

Gyuri’s POV


Setelah bersiap, kami turun ke lobby. Pergi untuk sarapan sebentar kemudian segera  seorang tour guide wanita yang sejak kemarin membimbing kami mengeksplorasi keindahan Bali. Hari ini jadwal kami adalah a day fun ship cruise. Itu beararti seharian aku akan bermain air. Tapi aku memintanya agar mengantarkan kami terlebih dahulu ke tempat spa.


Perjalanan dari Korea ke Bali memakan waktu yang cukup lama, ditambah lagi kemarin kami seharian berada di luar dan berjalan kesana-kemari. Sangat menyenangkan memang. Tetapi aku juga merasa tubuhku sediikit lelah. Jadi aku berinisiatif untuk melakukan treatment spa terlebih dahulu sebelum kami memulai perjalanan hari ini.


Sebelumnya Donghae Oppa sempat menolak karena dia mengatakan bahwa hanya wanita yang masuk ke tempat tersebut. Tapi aku terus merengek di hadapannya hingga akhirnya dia luluh  dan mau mengikuti kemauanku. Aku tau dia juga pasti sangat lelah, dan aku ingin dia juga mendapatkan sedikit rasa nyaman dan merilekskan tubuhnya.


Kami diantarkan menuju sebuah tempat spa yang cukup nyaman.  Donhhae oppa menyuruh tour guide itu untuk meninggalkan kami disini dan memintanya kembali beberapa saat setelah kami selesai melakukan spa.  Dia tidak ingin membuat tour guide itu menunggu dengan resah tanpa melakukan apapun.


Akhirnya kami berdua masuk ke dalam tempat spa. Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk meregangkan ototku. Berendam di dalam air, dikelilingi dengan aroma teraphy dari lilin disekitar bath tub. Kali ini kami akan melakukan treatment Balinese. Pasti akan terasa sangat nyaman dan menyenangkan.


Aku dan Donghae oppa duduk bersebelahan di sebuah tempat khusus yang sudah disiapkan di dalam satu ruangangan. 2 orang wanita menghampiri kami dengan berbagai hal di tangannya.


Tunggu sebentar. Em…. 2 wanita? Itu berarti salah satu diantaranya akan melakukan treatment Donghae oppa, dan dia juga pasti akan menyentuh tubuh suamiku. Aigoo, aku benar-benar tidak rela.


Aku menatap tajam kearah Donghae oppa, ketika petugas treatment itu mulai mendekat. Mereka berdua berdiri tepat di hadapan kami, membungkukan badannya singkat dan menyapa dengan bahasa inggris yang fasih.


Aku terus saja melayangkan tatapan tajamku kearah oppa, hingga akhirnya mengerti dengan ketidakrelaanku, saat ini.


Akhirnya, dia meminta salah satu diantara wanita itu untuk bergantian dengan seorang petugas treatment pria.


Wanita itu mengangguk faham kemudian berjalan keluar. Beberapa saat kemudian masuklah seorang pria dengan seragam khas. Aku rasa dia yang akan menggantikan tugas rekan wanitanya tadi. Baguslah.


Sekarang semuanya adil. Yang melakukan treatment kepadaku adalah seorang wanita, dan Oppa, tentu saja yang melakukan treatment padanya adalah seorang pria. Dengan seperti ini, setidaknya aku tidak perlu menyaksikan tangan wanita lain menggerayangi tubuh indah suamiku. Aku sendiri bahkan belum pernah melakukannya.


Kami berdua dipersilahkan untuk mengganti baju dengan sebuah jubah panjang dengan tali yang melingkar di pinggang. Motifnya sangat unik dengan corak etnik yang sangat mencolok. Mereka mengatakan ini adalah kain tradisional Bali. Ada perasaan bangga ketika mengenakannya. Rasanya sangat menyenangkan mempelajari budaya lain.


Treatment Balinese di mulai dengan pencucian kaki dengan garam laut di foot bath selama kurang lebih 5 menit, setelah itu selama 10 menit kami berdua  dimanjakan dengan herbal body steam yang berguna untuk membuka pori – pori tubuh dan mengeluarkan racun – racun yang ada didalamnya.


Ah, rasanya benar-benar  nyaman. Kami berdua menikmatinya dengan sangat antusias. Aku memang sangat suka pergi ke spa bersama oema. Tapi disini rasanya berbeda, mungkin karena kali ini yang berada di sampingku adalah Donghae Oppa, bukan oemaku. Hum, mengingat itu aku kembali teringat pada oema di rumah. Apa yang sedang dia lakukan?

__ADS_1


Kali ini kami menikmati pemijatan khas Bali. Kedua staff ini sepertinya sudah sangat berpengalaman. Karena bisa melakukannya dengan sangat baik.


Kurang lebih 60 menit kami mendapatkan pijatan lembut di tangan kaki dan juga punggung. Aku mengarahkan pandanganku ke arah Donghae Oppa yang juga sedang tertelungkup tepat di sampingku. Yang melakukan treatment padanya adalah seorang pria, ahahaha. Mungkin terlihat sangat aneh, tapi aku benar-benar tidak rela jika yang melakukannya adalah seorang wanita.


Aku tersenyum melihat matanya yang sangat mengantuk. Beberapa kali dia hampir terpejam, karena kami tidak melakukan dialog sama sekali selama pemijatan. Aku terus saja memandangi wajah nyamannya sampai akhirnya kulihat dia tertidur  lemas. Ahaha, lucu sekali. Pasti dia merasa sangat nyaman ketika mendapat pijatan lembut di tubuhnya yang sudah sangat lelah.


60 menit terlewati begitu saja. Sangat nyaman dipijat lembut seperti itu sampai-sampai ternyata sudah satu jam kami menkmatinya. Aku meliriknya yang sedang tertidur. Seorang petugas treatment pria itu mencoba membangunkannya berkali-kali tetapi tidak juga berhasil. Aku rasa suamiku ini memang sangat sulit sekali dibangunkan ketika sudah terlelap.


“You may wake up, sir!”


Aku terkekeh ketika meihat pria itu mengguncang bahu Donghae Oppa berkali-kali. Tapi yang dibangunkan tetap tidak bergerak sama sekali. Dia masih tertelungkup dan memejamkan matanya dengan damai. Kurasa dia memang sudah memasuki alam bawah sadarnya.


“It’s ok, no problem. Thank you very much”


Ujarku kepada petugas pria itu. Dia membalas dengan senyuman ringan kemudian mengangguk mengiyakan perkataanku.


“Mrs, Can we continue to another treatment?”


Petugas treatment wanita itu membuyarkan fokusku pada Donghae Oppa  yang sedang tertidur lelap sambil tertelungkup diatas tempat tidur yang kami gunakan untuk melakukan treatment.


Aku melanjutkan treatment spa-ku yang sempat tertunda. Program berikutnya yaitu membersihkan sel kulit yang mati dengan menggunakan partical scrub seperti strobery, coklat,  green tea dan lain sebagainya.


Tentu saja pilihanku langsung jatuh pada partical scrub dengan aroma strobery. Aku ini sangat suka dengan bau manisnya. Semua aroma yang aku pakai pasti selalu storbery, mulai dari shampoo, sabun,  Buble bath, dan juga parfume.


Beberapa kali Oppa juga mengatakan dia suka sekali wangi strobery yang melekat di tubuhku. Itu membuat dia ingin selalu mengirup nafas disekitarku dan membiarkan wangi strobery itu masuk ke dalam paru-parunya.


Treatment dilanjutkan dengan silky milk polish. Yaitu mengoleskan seluruh tubuh ku dengan susu agar  kulit tubuhku lebih halus dan kencang. Aku masih tertelungkup di tempat yang sama dan Oppa sedang tertidur pulas tepat di sampingku.


“Oppa… Donghae oppa…”


Aku bergumam pelan untuk sekedar mengurangi rasa bosanku karena tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Sejak tadi aku memainkan game di ponselku selama petugas wanita itu mengoleskan susu di tubuhku. Tapi karena bosan aku jadi tidak tau apa yang harus aku lakukan lagi. Kurasa aku harus membangunkannya sekarang juga.

__ADS_1


“Oppa, ironaya”


Kali ini aku menaikan suaraku dengan lebih kencang. Kuulurkan tangan kananku untuk menepuk-nepuk bahunya agar dia bisa terbangun dari alam bawah sadarnya.


“Donghae Oppa, palli irona! Aku bosan, ayo temani aku mengobrol”


Aku menyentuh ujung hidungnya dengan telunjuku. Membuat si pelayan wanita itu terkekeh pelan melihat kelakuan bosanku.


“Hem…”


Dia menggeliat pelan kemudian mengangkat wajahnya menatap ke arahku yang tepat berada di sampingnya.


“Apa sudah selesai?”


Oppa menggosok matanya dengan punggung tangan kemudian bangkit sembari membenarkan ikatan dari jubah yang ia kenakan.


“Kau tertidur tadi. Jadi aku meminta mereka menghentikan treatmennya”


“Jinjayo? Apa aku tertidur lama sekali. Kenapa kau tidak membangunkanku?”


“Aku segaja tidak melakukannya karena kau terlihat sangat nyenyak. Tapi setelah satu jam kau tidak juga bangun akhirnya aku bosan dan membangunkanmu untuk menemaniku mengobrol”


“Ah, mianhae”


Dia memijat dahinya dengan tangan kanan kemudian memutar lehernya pelan, untuk meregangkan ototnya yang mungkin terasa kaku karena 1 jam dia tidur dengan posisi tertelungkup.


“Lets do the next treatment”


Ujar petugas wanita itu setelah dia selesai dengan treatment sebelumnya.


“What’s next?”

__ADS_1


Tanyaku dengan sangat antusias, sejak tadi aku menikmati perawatan ini dengan sangat baik. Dan aku sangat penasaran dengan apa lagi yang akan dia lakukan padaku selanjutnya.


Kami berdua berjalan mengikuti langkahnya dari belakang, dan sampailah pada satu ruangan yang tertata dengan sangat rapih.


__ADS_2