
Terlihat Lyesti yang masih berdiri di pinggir jalan (trotoar) untuk menunggu angkutan umum. Sudah seperti hari biasanya ia menunggu seperti ini. Sambil menunggu angkutan umum tiba, ia pun sibuk memainkan ponselnya.
"Walaupun belum sampe ke sekolah, tapi ini kan sekolah yang akan aku duduki," gumam Lyesti sangat berantusias dengan sekolah barunya.
Setelah beberapa saat, angkutan umum pun tiba. Lalu ia lekas masuk ke dalam angkutan tersebut.
"Seperti hari biasanya, jam seginian pasti penuh dan saling berdempet-dempet tempat duduk," ucap Lyesti dalam hati sambil melihat ke sekelilingnya yang penuh dengan penumpang.
Terlintas dalam benaknya, ia merasa kesal karena harus saling berdempetan di kursi panjang yang disediakan di angkot. Kemudian setelah lama di perjalanan, akhirnya ia pun sampai di sekolah impiannya.
"Waaahh ... Ternyata seperti ini. Murid yang menampung sedikit murid, tapi gedung sekolahnya besar kayak gini? Kok bisa ya?" tanyanya sendiri bangga dengan melihat sekolahnya yang luas.
Lalu ia pun masuk ke dalam sekolah dan mulai bergabung dengan peserta MOPD lainnya. Ada banyak sekali siswa-siswi di sana. Ia kembali bersemangat untuk mengawali sekolah pertamanya.
Lyesti hanya menebar senyuman manis kepada mereka yang ia temui di sepanjang sekolah.
Entah bagaimana Lyesti harus bersikap, karena ia baru saja masuk ke daerah kawasan sekolah yang asing. Ia pun harus pintar-pintar dalam berbaur untuk mendapatkan seorang teman.
"Baiklah! Sebisa mungkin aku harus mencoba sangat ramah kepada mereka semua. Agar imageku di sini tidak begitu buruk," seru Lyesti dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian, tiba-tiba seseorang datang untuk mengajaknya mengobrol.
"Hai!" sapa Deri membuyarkan lamunannya.
"Hey," balas Lyesti sambil tersenyum.
"Kau ambil kelas apa?"
"Aku mengambil kelas IPA."
"Kalau begitu kita sama dong. Berarti kita sekelas ya!" kata Deri ramah.
"Kalau begitu perkenalkan. Aku Deri."
"Aku Lyesti. Panggil saja Titi. Karena banyak orang yang memanggilku dengan panggilan seperti itu," kata Lyesti.
"Baiklah. Namamu bagus dan cantik, seperti orangnya," goda Deri.
Lyesti tersenyum malu mendengar pujian itu. "Kamu pun sama, Deri. Tidak kalah bagusnya dengan aslinya," ujar Lyesti membalasnya.
__ADS_1
Mereka pun terus mengobrol dengan seru. Berbagi pengalaman satu sama lain dan saling senda gurau sampai mereka terus tertawa tanpa henti.
Sampai akhirnya MOPD di mulai, Deri dan Lyesti pun terpisah karena para laki-laki harus di pisahkan dari kaum wanita. Sungguh perkenalan yang menyenangkan bagi seorang Lyesti untuk mengawali sekolahnya.
"Sampai jumpa!" pamitnya.
"Sampai jumpa juga," sahut Lyesti.
Dan MOPD-pun di mulai dari sekarang..
*****
Gimana nih menurut kalian? Ini baru awal dari kisahnya, dari part selanjutnya akan ada banyak kejutan menanti kalian.
Mohon dukungannya ya! Kritik dan saran adalah sebuah pencerahan bagi Author.
Dukung juga Author dengan memencek tanda love sampai warna merah dan jempolnya juga ya..
Terima kasih.
__ADS_1