
Serentak semua orang mulai membereskan semua tenda di sana, lalu mereka pun beres-beres di lapangan sampai bersih. Walaupun mereka masih dalam keadaan mengantuk, tetapi demi cepat pulang ke rumah mereka menahan rasa kantuk tersebut.
"Akhirnya usai juga."
Setelah semuanya beres, upacara Apel Pulang pun di laksanakan secara cepat. Karena memang para panitiapun capek dengan kegiatan mereka yang extra setiap hari.
Dan upacara pun selesai, mereka saling bersalaman sembari pulang seperti halnya halal bihalal pada saat selesai lebaran.
Ketika Lyesti akan bersalaman dengan Radit, ia merasa malu-malu dan canggung untuk melakukannya. Lalu, setelah itu ia maju dan mulai bersalaman dengan sang Ketua Osis di sana.
"Maaf, kak." Kata yang di lontarkan oleh Lyesti kepada David.
David hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya kepada Lyesti. Ia masih merasa bersalah kepada David, walaupun David tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, seakan ia memaafkan perbuatan Lyesti, namun Lyesti masih berasa bersalah kepadanya.
Lalu tak berpikir lama Lyesti pun pergi dari sekolah.
"Tadi senyuman apa ya?" tanyanya dengan heran.
----------
"Aku pulang ...." Teriak Lyesti ketika ia sampai di rumahnya.
"Cepat sekali!" Sahut kakaknya.
"Aku lelah, kak. Mau tidur dulu. Aku tak bisa tidur semalaman." Kata Lyesti lemas, lalu ia pergi ke kamarnya.
*Di Kamar.
"Ah ... Ranjangku yang nyaman ini, aku kangen banget." Kata Lyesti sambil berbaring di atas ranjangnya dan menikmati kelembutannya.
"Eh, ngomong-ngomong nama kakak si ketua itu siapa ya? Kayaknya aku lupa nih." Gumam Lyesti seraya mengingat-ingatnya.
Kemudian ia pun berpikir sembari memejamkan mata dan tanpa sadar ia pun tertidur. Ia tertidur dengan begitu pulasnya, karena saking lelah beraktivitas di sekolah.
Tak lama kemudian, setelah ia tertidur dengan lama, ia pun terbangun kembali.
"Hooooaaammm ...." menggeliat.
Lalu ia melihat ke arah jam dinding di kamarnya yang menunjukan pukul 15:35.
"Ya ampun! Sudah sore?" Kejutnya menyadari waktu tersebut.
Lalu ia segera berlari mengambil handuk dan lekas pergi mandi.
Setelah ia selesai mandi, ia langsung berpakaian dengan rapih.
Setelah itu Ia berjalan ke balkon dan melihat pemandangan sore lewat teropong kecil miliknya.
"Mana sih? Kok gak ada ya?" Tanyanya sendiri seraya mengamati ke arah sekelilinganya.
__ADS_1
Dari teropong, terlihat seorang laki-laki yang sedang berjalan.
"Itu siapa ya yang baru pindahan ke rumah seberang? Kayaknya mereka mulai pindahan deh." Gumamnya yang masih memperhatikan.
Lalu Lyesti menyimpan teropongnya dan ia berlari ke lantai bawah menghampiri kakaknya yang sedang bermain game PS 4.
"Kak! Kamu tahu tidak?"
"Nggak!" Jawab kakaknya singkat.
"Di seberang jalan ada yang pindah lho! Siapa ya?"
"Mana kakak tahu!"
"Nanti kita sapa mereka ya?"
"Mau bawa apaan kamu? Uang aja masih minta." Sindir kakaknya pada Lyesti.
"Iya kakak beli sesuatu kek, apa kek. Kan kita tetanggaan, walalupun rumahnya di seberang jalan sih!" Kata Lyesti.
"Nanti lah kalau mereka bener-bener udah pindah. Baru kita sapa mereka." Sahut kakaknya.
"Baiklah! Aku akan lihat mereka lagi." Sahut Lyesti.
"Jangan kamu curi-curi pandang kepada mereka. Kamu sebagai wanita jangan genit!" Sindirnya lagi.
"Aku gak genit kok. Cuma penasaran aja sama orang baru pindah." Sahut Lyesti.
"Ide bagus tuh, kak. Lebih gampang juga dan lebih cepet juga tahunya. Hihihi." Ujar Lyesti.
Lalu ia berjalan kembali ke kamarnya dan segera mengambil tas kecil berisi ponsel dan dompetnya (padahal cuma ke seberang jalan). Kemudian, ia pergi pamit kepada kakaknya untuk pergi ke rumah Aurel.
"Kak, aku pergi ke rumah Aurel ya?"
"Ya. Sana!"
Lyestipun bergegas pergi keluar dari rumah.
---------
Sesampainya di depan rumah Aurel, sesekali ia melihat-lihat ke arah rumah yang baru pindahan itu. Namun ia tidak melihat siapa-siapa, ia tidak melihat adanya seseorang di rumah tersebut. Yang ia lihat hanya beberapa kotak dus yang besar yang berada di luar rumahnya. Lalu iapun memencet Bel rumah Aurel.
Sambil menunggu pintu rumah Aurel terbuka, karena rasa penasaran yang cukup besar, iapun kembali mencuri-curi pendang ke arah rumah tersebut.
"Masih gak ada siapa-siapa." Gumamnya. Lalu tanpa sengaja ia melihat motor gede yang pernah ia lihat sebelumnya iapun teringat sesuatu.
"Eh, itukan kayak motornya ...." Kata Lyesti sambil mikir-mikir mengingatnya.
Tak lama kemudian, Aurelpun membukakan pintu. Lalu ia melihat Lyesti yang sedang clingak-clinguk mencari seseorang ke arah rumah sampingnya.
__ADS_1
"Kamu cari siapa, Ti?" Tanya Aurel sambil melihat ke arah yang Lyesti lihat.
"Eh, Rel. Nggak kok. Cuma penasaran aja sama yang baru pindahan." Jawab Lyesti.
"Oh, gitu. Ayo masuk!" Kata Aurel. Lalu Lyestipun masuk ke dalam rumahnya Aurel.
"Sorry ya ngedadak gini main ke rumah kamu."
"Gak apa-apa santai saja. Tapi kenapa gak chatt dulu?"
"Habisnya penasaran banget sih. Sampe lupa!" Kata Lyesti.
"Kebiasaan banget deh kamu kalau kayak gitu."
"Tapi kamu tahu gak yang pindahan itu siapa?" Tanya Lyesti kembali mencari-cari.
"Nggak tahu juga sih. Emang kenapa? Kayaknya kamu penasaran banget." Jawab Aurel.
"Soalnya aku kayaknya pernah lihat kendaraan motor itu."
"Ya ampun! Kendaraan tuh banyak yang pakai kali! Jadi bukan tetangga kita aja. Ada banyak yang pake juga." Sahut Aurel.
"Bener juga sih. Gak masuk akal banget kan gue?"
"Tumben panggilnya 'gue'!" Kata Aurel.
"Udah jadi kebiasaan sopan kayaknya." Sahut Lyesti.
"Mm.... Bisa jadi sih!" Aurel terkekeh.
Mereka masuk ke dalam rumah Aurel, mereka tengah duduk dan Lyestipun mulai menceritakan pengalamannya saat berada di sekolah. Ia menceritakan semua kisah saat ia berkemah disana kepada Aurel. Aurelpun terus tertawa mendengar cerita yang di lontarkan oleh Lyesti.
"Cukup! Cukup! Kayaknya kalau gue jadi loe, gue gak akan masuk sekolah besok." Kata Aurel ketika mengetahui semua yang terjadi pada diri Lyesti di sekolah.
"Tapi kan gak bisa gitu juga." Sahut Lyesti.
"Iya. Tapi cerita loe itu beneran lucu. Sumpah deh! Haha..." Kata Aurel yang terus menertawakannya.
"Udah ah. Aku mau pulang dulu. Udah mau malem juga nih. Sampai besok lagi deh!" Kata Lyesti. Kemudian Lyesti pergi dan keluar dari rumah Aurel.
"Bye!!!" Kata Aurel sambil terkekeh.
Saat di luar rumah Aurel, Lyesti kembali menengok ke arah samping rumah Aurel. Ia masih saja penasaran dengan pemilik dari motor itu.
"Siapa ya?" Masih bertanya-tanya.
"Udah ah! Besok juga mau sapa ini." Lanjutnya. Lalu ia pun pergi pulang.
Hmm.. Siapa ya orang baru yang akan jadi tetangga Lyesti? Kayaknya kalian bisa menebaknya deh. 😁
__ADS_1
Tulis di kolom komentar ya! 😊