Pacaran Sampai Nikah. Inikah Rasanya?

Pacaran Sampai Nikah. Inikah Rasanya?
Pacar Radit? Auto Populer


__ADS_3

Keesokan harinya.


Terlihat Lyesti yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dengan sangat rapi dan memakai wewangian agar dirinya tercium wangi oleh Radit saat di dekatnya. Lalu setelah itu, iapun langsung pergi ke dapur untuk mengambil sarapan paginya.


"Titi, sekarang kakak akan pergi ke luar kota." Ucap kakaknya, Harry.


"Kenapa?"


"Kakak di pindah tugaskan. Jadi mungkin kakak akan pulang kemari sebulan sekali." Jawab Kakaknya.


"Kok gitu? Terus aku sendirian dong di rumah." Umpat Lyesti sedih.


"Kamu mau ikut pindah? Terus sekolah kamu gimana? Baru aja masuk masa mau pindah sekolah? Inget ya! Masuk ke sekolah sana tuh mahal." Kata Kakaknya.


"Iya. Aku tahu. Titi juga nyesel masuk ke sekolah elite itu kalau tahu kakak bakalan di pindah tugaskan." Eluh Lyesti.


"Sudahlah. Kakak juga insyaallah akan sering-sering pulang kok. Kamu jangan khawatir." Kata Harry.


"Tapi kan......"


"Udah, ada Aurel ini dan si tetangga baru itu. Siapa namanya? David kan ya? Yang sering kamu intip lewat teropong kan? Mereka bisa menemani kamu selagi kakak bertugas."


"Darimana kakak tahu dia David?"


"Diakan pacarmu."


"Bukan pacarku, hanya berteman."


Tak lama setelah itu, tiba-tiba terdengar  suara klakson dari halaman rumahnya.


"Tuh, ada yang jemput. Kamu memang sudah mulai pacaran kan ya?" Tanya Harry.


"Gak apa-apa dong, kak. Ada bagusnya kan? Jadi bisa di temani pacar selagi kakak gak ada." Jawab Lyesti.


"Jangan macam-macam di rumah. Awas lho kalau macam-macam. Masih sekolah juga, udah mikirin kek gituan."


"Apaan sih! Udah ah. Mau berangkat." Kata Lyesti lalu iapun pergi.


Setelah sampai di halamannya, ia melihat David yang sedang berada disana. Menunggunya untuk menaiki motor miliknya.


"David. Ada apa?" Tanya Lyesti.


"Mau berangkat sekolah bareng?"


"Kayaknya nggak deh. Kan sekarang aku akan di antar jemput sama Radit." Kata Lyesti.


"Oh, gitu." Kecewa.


Tak lama setelah itu, Raditpun datang dengan mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya.


"Eh, itu kayaknya Radit. Aku duluan ya! Sampai ketemu di sekolah, Dav." Kata Lyesti. David hanya tersenyum, Lalu ia ngegas motornya untuk pergi meninggalkan dan Lyesti masuk ke dalam mobil Radit.


"Hai, sayang." Sapa Radit.


"Hai." Balasnya.

__ADS_1


"David kenapa ada di halaman rumahmu?"


"Oh, dia ajak aku berangkat ke sekolah bareng. Tapi aku menolak, soalnya kan ada kamu yang jemput sekarang."


"Memangnya kamu sering berangkat bareng?"


"Nggak juga. Cuma 2x kok."


"Berarti kamu berangkat bareng dia pas aku udah jadi pacarmu dong?"


"Iya. Emang kayak gitu."


"Selingkuh yang tak di sadari." Umpat Radit.


"Hey, aku gak selingkuh. Kan aku belum memastikan kita beneran pacaran atau hanya drama."


"Lain kali jangan di ulangi."


"Kau juga sama. Jangan ulangi hal begitu ke Mela lagi."


"Pinternya kamu membalikan fakta."


"Itukan kenyataan."


"Iya. Iya."


-----@-----


Di sekolah.


"Gila! Itu bukannya si perayu kan?" Bisik mereka.


"Bener-bener. Dia si perayu. Ternyata emang beneran, Radit mutusin Mela buat si perayu itu." Mereka mulai bergosip tentang Lyesti.


Saat Lyesti berjalan di samping Radit dan melewati mereka, Lyesti merasa risih karena mereka menatapnya sambil berbisik-bisik yang entah Lyesti tahu mereka membicarakan apa.


"Dit, kayaknya aku risih kalo jalan bareng kamu." Kata Lyesti berbisik.


"Udahlah! Biarin aja." Sahutnya.


Ia menhabaikan semua orang yang membicarakannya, walalupun terlihat aneh bagi Lyesti, tetapi ia sangat canggung dengan gosip mereka. Tak terasa, Sampailah Lyesti di antarkan oleh Radit ke kelasnya.


"Kalau kamu pulang terlebih dahulu, tunggu aja di belakang sekolah ya! Kalau aku yang pulang terlebih dulu, pasti aku akan datang ke kelasmu." Kata Radit.


"Iya. Nanti aku hubungi kok kalau sudah pulang." Kata Lyesti.


"Sampai ketemu nanti." Raditpun pergi. Lalu Lyesti masuk ke dalam kelas. Lalu datanglah Sarah menghampiri Lyesti.


"Jadi beneran ya gosip yang di katakan orang-orang?" Tanya Sarah kepada Lyesti.


"Apa?"


"Radit mutusin Mela gara-gara dia jadian sama kamu."


"Masa? Tapi kata Radit putusnya udah lama kok."

__ADS_1


"Gosipnya udah mulai nyebar lho! Dalam sekejap kau jadi terkenal dan jadi bahan gosip orang-orang disini."


"Apa? Seluruh sekolah tahu aku pacaran dengan Radit?" Tanya Lyesti terkejut.


"Iya. Aku seneng punya temen yang sekejap popular dengan pacaran sama murid popular juga." Jawab Sarah bahagia. Namun Lyesti justru merasa risih memikirkan semua hal itu.


Waktupun cepat berlalu. Bel istirahatpun berbunyi, waktu menunjukkan pukul 11:23. Sarah dan Lyesti pergi menuju kantin.


Di perjalanan saat mereka akan ke kantin, banyak orang-orang yang bergosip tentangnya. Membuat Lyesti semakin merasa risih. Sampai akhirnya beberapa orang datang dengan tiba-tiba menghampirinya.


"Hey. Kamu beneran pacaran dengan Radit?" Tanya Mela, Mantan pacarnya. Orang-orang yang berada disanapun memperhatikan Mela dan Lyesti.


"Kak Mela. Selamat siang, kak." Sapa Sarah.


"Iya, kak." Jawab Lyesti.


"Kenapa? Bukannya aku sudah memberitahumu untuk menjauhi Radit. Dia milikku lho!"


"Iya. Tapi Radit dan aku sudah kenal sejak lama."


"Karena sekarang kau jadi pacarnya. Dan kau melanggar hal itu padaku, maka aku akan katakan sesuatu yang belum kau ketahui tentang dia. Bahkan hubungan kalianpun takkan berjalan lama. Aku sudah sangat yakin." Ancamnya.


"Kenapa kak? Bukannya kakak sudah putus dengannya kan?"


"Dia putus denganku gara-gara kau. Dan aku tidak terima itu. Sebaiknya kau berhati-hati." Kata Mela mengancam. Lalu ia pergi meninggalkan dengan mendorong pundak Lyesti.


"Ti. Kamu gak apa-apa?" Tanya Sarah.


"Nggak apa-apa. Ayo kita pergi." Kata Lyesti.


Kejadian itu membuat Lyesti malu, marah dan emosi karena banyak orang yang melihatnya berdebat singkat dengan Mela. Membuat dirinya tak sanggup untuk berada di sekolah atau bahkan keluar kelas.


"Ternyata pacaran dengan cowok popular itu merepotkan. Banyak gosip dan jadi pusat perhatian." Kata Sarah berbisik.


"Apa Mela akan berbuat sesuatu padaku? Aku jadi takut." Sahut Lyesti.


"Dia akan berbuat apa coba? Sudahlah. Lupakan saja. Dia itu susah move on, jadi syirik sama kamu." Kata Sarah. Lalu merekapun bergegas pergi ke kantin.


Setelah di kantinpun, banyak orang-orang yang bertanya kepada dirinya, memastikan bahwa Lyesti benar-benar pacaran dengan Radit.


"Lyesti, kamu beneran? Pacaran ma Radit?"


"Kamu Lyesti ya pacar Radit?"


"Si perayu beneran jadian ma Radit."


"Rayuannya maut! Sampe Radit aja kepincut rayuannya."


"Jadi gosip itu beneran ya?"


"Wah, hebat banget. Dengan rayuan dapet wakil ketua, aku gaet ketua osisnya aja deh."


Semua kata-kata yang di ucapkan semua orang, membuat Lyesti risih dan merasa tidak nyaman dengan ke tenarannya lewat numpang nama dari Radit.


Padahal Lyesti mengenal Radit sudah sangat lama dan iapun menyukai Radit sudah sejak lama, sampai akhirnya Lyesti mendapatkan Radit walaupun itu dengan cara dadakan yang ia tidak mengerti, kenapa tiba-tiba Radit mengajaknya pacaran tanpa pendekatan apapun. Ia berpikir bahwa Radit memang selalu melakukan hal yang sama jika ia menyukai seseorang, yaitu menyatakan walaupun tanpa pendekatan.

__ADS_1


Nah, akhirnya kita tahu deh bahwa Lyesti sekarang milik Radit. Dan semua murid di sekolah itu sudah mengetahui hubungan mereka. Terus apa yang akan di lakukan Mela nanti kepada Lyesti? Jadi curiga. 😑😑 baca lagi yuk!


__ADS_2