Pacaran Sampai Nikah. Inikah Rasanya?

Pacaran Sampai Nikah. Inikah Rasanya?
Bersamamu


__ADS_3

Saat di perjalanan, David merasa heran dengan Lyesti. Di lihat dari kaca spion motornya, ia terus melamun sedari tadi. Ia mencoba untuk menghiburnya agar ia tidak bersedih dan mengingat tentang apa yanh ia tangisi.


"Kenapa kamu menangis?" tanya David.


"Tidak apa-apa," jawabnya malu.


"Baiklah! Tak apa kau jika tak ingin bicara. Aku tak memaksa," kata David canggung.


Lalu tak lama kemudian, David berhenti di sebuah kedai Restoran makanan. Lyesti melihat ke arah gedung yang berwarna cokelat itu yang di hiasi dengan lampu-lampu kecil berwarna-warni yang indah.


"Apa ini tempatnya?" tanya Lyesti takjub.


"Iya. Ayo masuk!" jawab David.


Mereka berdua pun masuk ke dalam restoran itu.


"Hey kamu, cepatlah berganti baju, mereka sedang menunggumu," kata seorang pelayan di restoran tersebut.


"Baiklah! Jangan khawatir," sahut David.


"Kamu akan kemana?" tanya Lyesti.


"Ini tempat kerja sampinganku. Tunggulah sebentar. Kamu bisa memesan apapun yang kamu mau, aku akan membayarnya!" jawab David. Lalu ia pergi ke arah toilet untuk berganti baju.


Lyesti pun mencari tempat duduk yang masih kosong. Lalu, ia melihat daftar menu makanan restoran tersebut. Kemudian ia memesan sebuah minuman kepada pelayan disana.


"Satu gelas Moccachino Ice Cream ya! Itu saja dulu, nanti kalau aku lapar akan ku pesan makanannya," kata Lyesti.


"Baik, Nona." Kata Pelayan restoran tersebut. Dan pergi.


David telah keluar dari toilet dengan memakai kaos hitam polos dan celana jeans panjang. Iapun langsung berjalan ke arah panggung mini yang ada di dalam restoran itu. Ia menoleh ke arah Lyesti, lalu tersenyum manis kepadanya. Dan Lyestipun membalas senyumannya juga.


"Gantengnya, David." Gumam Lyesti saat melihatnya.


Lalu, David mulai mengambil gitar akustik yang sudah tersedia disana. Setelah itu ia mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi untuk para pelanggan di restoran tersebut.


"Selamat siang semuanya! Kali ini saya akan membawakan lagu romantis, walaupun ini adalah pada siang hari tapi tak ada salahnya kan jika saya membawakan lagu tersebut sebagai lagu pembuka sekarang. Hehe.. Baiklah. Saya sekarang akan membawakan lagu Beautiful In White dari Matt Johnson. Khusus untukmu, kamu yang akan menikmati," kata David sambil melihat ke arah Lyesti. Ia tersenyum kepadanya.


Lalu ia mulai memainkan gitarnya dan mulai memasuki lagu pada bait pertama.


Not sure if you know this


(Tak yakin kalau kau tau tentang hal ini)


But when we first met


(Tapi saat kita pertama bertemu)


I got so nervous


(Aku merasa sangat gugup)


I couldn't speak


(Aku tidak bisa berbicara)


In that very moment I found the one and


(Tepat pada saat itu, Aku menemukan ‘itu’)


My life had found it's missing piece


(Kehidupanku menemukan bagian yang hilang darinya)


So as long as I live I love you


(Jadi sepanjang Aku hidup Aku mencintaimu)


will have and hold you


(Akan memiliki dan menjagamu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


And from now to my very last breath


(Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku)


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


Tonight

__ADS_1


(Malam ini)


What we have is timeless


(Kita punya waktu yang terbatas)


My love is endless


(Cinta kita tidak berujung)


And with this ring I say to the world


(Dan dengan cincin ini aku katakan pada dunia)


"Indah banget suaranya. Penuh cinta. Jadi makin suka deh!" Kata Lyesti dalam hati.


"Eh, Radit kan sekarang? Bodo amat lah! Kalau David sudah mulai menyukaiku, akan ku terima dia tanpa pikir panjang." Lanjutnya bicara dalam hati. Iapun kembali menikmati lagu yang di nyanyikan oleh David.


*Bait selanjutnya...


You're my every reason


(Kau adalah semua alasanku)


You're all that I believe in


(Kau adalah hal yang paling kupercaya)


with all my heart I mean every word


(Dengan segenap hatiku, Aku serius dengan tiap kataku)


So as long as I live I love you


(Jadi sepanjang Aku hidup Aku mencintaimu)


will have and hold you


(Akan memiliki dan menjagamu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


And from now to my very last breath


(Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku)


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


Tonight


(Malam ini)


Oooooh oh


Na na na na na


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


Tonight


(Malam ini)


And if our daughter's what our future holds


(Dan jika seorang putri yang kita miliki nanti)


I hope she has your eyes


(Aku harap matanya mirip denganmu)


finds love like you and I did


(Menemukan cinta seperti kau dan aku)


Yeah, I wish she falls in love


(Yah aku harap dia jatuh cinta)


and I will let her go

__ADS_1


(dan aku akan merelakannya pergi)


I'll walk her down the aisle


(Akan ku dampingi dia berjalan di lorong (menuju altar))


She'll look so beautiful in white.....


(Dia akan nampak cantik dengan gaun putih)


You look so beautiful


(Kau nampak sangat cantik)


In white


(Dengan gaun putih)


So as long as I live I love you


(Jadi sepanjang Aku hidup Aku mencintaimu)


will have and hold you


(Akan memiliki dan menjagamu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


And from now to my very last breath


(Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku)


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


Tonight


(Malam ini)


"You look so beautiful in a white tonight"


(Kau terlihat sangat cantik dengan gaun putih)


Lagu yang di bawakan David pun telah selesai. Lyesti tersenyum senang mendengar suaranya. Ia sangat terpukau dengan penampilan David di sana.


"Rasanya dia bernyanyi dengan penuh perasaan," gumam Lyesti.


Tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Eh, kok minumanku belum ada ya? Pelayannya kemana nih?" kata Lyesti mencari-cari. Lalu tak lama setelah itu, minuman yang di pesanannya pun tiba.


"Maaf menunggu lama, ini pesanan anda," kata pelayan disana yang baru tiba.


"Oh, iya tidak apa-apa. Tadinya mau menyusul. Tapi pesanannya sudah tiba. Terimakasih, mbak." Sahut Lyesti. Lalu pelayan tersebut tersenyum dan pergi kembali mengerjakan tugasnya yang lain.


Lalu Lyesti kembali menikmati lantunan lagu yang di nyanyikan oleh David.


Sampai akhirnya, pekerjaan Davidpun selesai.


Prok... Prok... Prok...


Semua orang bertepuk tangan. Dan David langsung menghampiri ke meja Lyesti dengan senyuman. Lyestipun mulai memuji.


"Kau sangat indah! Eh, mm... Maksudku suaramu sangat indah. Aku suka mendengarkannya," kata Lyesti.


"Terimakasih. Tapi kau jangan memujiku seperti itu, karena suara kau juga tak kalah indahnya," sahut David malu.


"Lain kali apa aku boleh meminta kau untuk menyanyikan lagu untukku? Mm ... Maksudku request lagu gitu."


"Tentu saja. Dengan senang hati."


"Kalau begitu, sekarang kita akan pulang atau kau masih ada rencana lain?" tanya Lyesti masih ingin bersamanya.


"Sebenarnya ada rencana lain sih. Karena aku menganggurkanmu disini, aku akan membawamu jalan-jalan ke tempat lain."


"Ah, kau tidak menganggurkanku kok. Justru aku senang melihat penampilanmu saat ini. Lagian aku jadi lupa tentang kejadian di sekolah," kata Lyesti.


"Kejadian apa?"


"Ah, tidak. Sebaiknya kita pergi sekarang aja yuk!" ajak Lyesti.


"Baiklah. Ayo!"

__ADS_1


Mereka berdua pun pergi dari restoran tersebut.


__ADS_2