Pacaran Sampai Nikah. Inikah Rasanya?

Pacaran Sampai Nikah. Inikah Rasanya?
Api Unggun


__ADS_3

Malam pun tiba.


Saatnya semua siswa dan siswi berkumpul di tengah lapangan dengan membawa alat makan mereka masing-masing.


"Semuanya siapkan alat makan kalian. Kami akan membagikan makanan yang telah kalian masak secara rata," teriak David kepada semua siswa siswi di lapangan.


Setelah itu, para panitia menyiapkan meja yang panjang untuk menyimpan semua masakan dari grup tenda masing-masing. Sesudah itu, para panitia menyimpan semua masakannya di atas meja dengan rapih.


"Semuanya berbaris ya! Baris dengan rapi. Bawa alat makan kalian dan berjalan kesini sesuai grup tenda untuk mengambil jatah makan kalian," teriak David.


Semua siswa dan siswipun berbaris menurut grup tenda masing-masing. Sebagian sudah kebagian jatah makanan, dan sekarang bagian grup tenda Lyesti dan kedua temannya.


Saat Lyesti memberikan alat makannya kepada salah satu panitia, ia mendapati Radit yang akan memberikan jatah makanannya kepada Lyesti.


Lyesti hanya menatap ke arah Radit tanpa berkedip. Salah satu panitia Osis melihat kejadian itu dan langsung mengejek Lyesti di hadapan semua orang.


"Sang perayu takut kehilangan keindahannya nih. Makanya gak berkedip kalo lihat Radit," ejek Toni, salah satu panitia disana.


Serentak Lyesti menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Bu ... bukan begitu," ucapnya. Lalu Lyesti menundukkan kepalanya karena malu.


"Ciiieeeeee ...," teriak para panitia.


Mela yang sedang berada disanapun merasa cemburu dan tersinggung. Namun ia menyadari keadaannya pada saat ini. Iapun menahannya sebisa mungkin.


Segera Lyesti pergi darisana menjauhi para panitia dan orang-orang.


"Bikin malu saja," gumam Lyesti pada dirinya sendiri.


Iapun duduk di tempat yang sudah di duduki sebelumnya.


"Kau kenapa?" tanya Dea pada Lyesti.


"Kayaknya sekolah disini aku tambah kacau deh," jawabnya.

__ADS_1


"Udah, biarin aja. Panitia tuh emang suka ngejek bisanya," kata Sarah.


"Tapi apa kau beneran gak kenal sama Radit? Atau emang udah kenal lama?" tanya Dea penasaran.


"Gimana ya? Udah kenal lama sih. Cuma gak deket," jawab Lyesti.


"Oh, pantesan dia kayak yang gak canggung gitu sama kamu. Ternyata kamu udah kenal lama juga toh," sahut Sarah.


"Emang kenal dari mana?"


"Sempet satu sekolah saat di SD. Lalu beda SMP, dan akhirnya sekarang satu sekolah lagi."


"Terus rayuan itu juga aku pikir agak aneh sih. Soalnya kan kalau emang beneran gak kenal, nggak mungkin selancar itu bilangnya. Tapi saat kamu merayunya, kayaknya lancar-lancar aja. Gak ragu buat mengungkapkannya. Ternyata saling kenal," jelas Dea.


"Bener banget tuh. Kalau aku yabg di suruh kek gitu, kayaknya udah pingsan duluan deh," kata Sarah.


"Udah ah, jangan bahas-bahas dia lagi," umpat Lyesti.


"Jangan-jangan kau suka ya sama si Radit itu? Bener kan?" goda Sarah sengaja.


"Apaan sih kalian ini. Udah ah jangan bahas dia lagi, aku males deh dengernya," kata Lyesti.


"Kayaknya Titi kebawa baper nih," kata Sarah.


Dea dan Sarah pun tertawa pelan-pelan.


Acara makan malam bersama telah usai, dan para panitia mulai melanjutkan untuk penyalaan api unggun.


Upacara penyalaan api unggunpun telah di laksanakan, semua murid menyanyikan lagu api unggun beberapa kali selama upacara tersebut sedang berlangsung.


Akhirnya api unggun telah menyala dengan api yang cukup besar dan menerangi seluruh lapangan. Semua murid bersorak, berantusias menghangatkan diri mereka masing-masing di dekat api.


Juga di depan api unggun pula, para panitia mengadakan hiburan untuk para peserta MOPD.


"Nah, hari ini kita semua akan hiburan. Dari kami para panitia yang akan melakukan sebuah drama kecil dan ada hiburan musik juga untuk menemani malam kalian. Ini adalah bentuk hiburan untuk melepaskan rasa lelah kalian selama beraktivitas pada siang tadi," jelas David.

__ADS_1


Orang-orang mulai bisik-bisik berantusias.


Para panitia bersiap-siap untuk melaksanakan drama pendek yang akan ia tampilkan kepada semua siswa siswi dekat api unggun. Begitu antusiasnya mereka melihat drama yang di sampaikan oleh para anggota OSIS. Sampai membuat para siswa dan siswi terpukau melihatnya, betapa hebatnya mereka bermain peran di hadapan semua orang.


Akhirnya, drama itu pun berlalu. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak atas penampilan mereka.


Kemudian, para Osis mulai melanjutkan acara hiburan selanjutnya. Yaitu acara hiburan karaoke dan bernyanyi bagi yang ingin menyumbang. Di wajibkan setiap kelas perwakilan harus menyumbangkan kreativitasnya masing-masing. Entah itu sebuah drama, pidato, puisi ataupun bernyanyi dan ataupun lainnya.


"Ok! Sekarang seperti yang sudah di sampaikan, tiap masing-masing kelas harus menyumbangkan kreativitasnya masing-masing," kata Radit kepada semua peserta didiknya.


"Ok! Ayo siapa yang akan menyumbang?" tanya Siska, salah satu anggota Osis disana.


Beberapa orang mengacungkan tangan untuk berbagi keahlian mereka, dan merekapun maju ke depan untuk memulai memperlihatkan ke ahlian mereka. Mereka akan bernyanyi dengan menggunakan musik dari mulut (acapella).


Mereka bernyanyi lagu gabungan dari lagu Evanescence - Bring Me To Life, lalu mereka lanjut dengan lagu Linkin Park - Numb dan terakhir di gabung dengan lagu Ellie Goulding yang berjudul Love Me Like You Do.


Sungguh, Acapella yang luar biasa mereka menyanyikannya dengan menggabungkan 3 judul lagu sekaligus.


Keseruan itu pun harus berakhir, semua kembali bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah. Karena sebagian kelas tak ingin kalah dengan keahlian yang di tampilkan oleh kelas IPS, jadi setiap kelaspun mulai berani memperlihatkan keahlian mereka masing-masing kepad semua orang.


Waktu terus berjalan, sudah hampir semua kelas memerlihatkan keahlian mereka sebagai perwakilan kelas. Kini bagian kelas IPA 1 yang belum memerlihatkannya. Dan Lyesti adalah murid kelas IPA 1 di SMA NEGERI 2 itu.


Semua orang menunjuk kepada si perayu Lyesti yang harus menunjukan keahlian rayuannya.


Awalnya Lyesti enggan untuk ke depan mewakili kelasnya, karena murid kelas IPA 1 bukan hanya Lyesti seorang. Ada 29 murid yang duduk di sana selain dirinya.


Tetapi karena para Osis pun ikut-ikutan meneriaki dirinya, akhirnya Lyestipun mau untuk berjalan ke depan dan memperlihatkan salah satu kelebihan yang menjadi hobby nya sedari dulu.


"Wuuuuuu ...." teriak semua orang, bersorak ketika Lyesti berjalan ke depan.


"Ini mic nya, silakan untuk merayu kepada pria yang ada di sini. Siapa tahu ada yang kau suka," kata Mela terkekeh.


Lyesti tersenyum sambil mengambil microfon tersebut. Lalu ia pun berpikir sejenak untuk memulai memperlihatkan kelebihannya.


"Apa yang mesti aku lakukan?" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2