paman rey

paman rey
kelulusan


__ADS_3

di sekolah


"mutiaaaaaaaa......"


"saaraaahhhhhh...."


dua gadis itu berpelukan dan melompat melompat tanpa perduli tatapan orang di sekeliling mereka.


"sekarang kita sudah lulus SMA, kamu mau lanjut kuliah jurusan apa?"tanya sarah antusias


"hmm... aku masih bingung, biar aku pikir2 dulu deh. tapi aku suka desain tapi suka manajemen juga"ucap mutia


takk...


tak....


"kak selamat" sambil menyerahkan setangkai bunga mawar putih setelah sampai di hadapan kedua gadis itu


menerima bunga"terima kasih angga" sambil melihat ke kiri dan kanan.


rangga yg menyadari itu "mereka tidak akan datang, bukankah aku saja sudah cukup untuk merayakannya" sambil memberikan senyuman penyemangat untuk kakaknya sambil merangkul bahunya.


"iiissss, masa cuma mutia sih yg dikasi, buat aku mana ga. kamu pilih kasih ahh.." ucap sarah sambil melipat tangannya di dada

__ADS_1


"beli sendiri sana, aku kan datang buat selamatin kakak aku aja, bukan buat kak sarah juga" jawabnya tertawa.


"tia... liat tu adik kamu jahat banget kan sama aku, awas lo ya ntar aku balas"berlalu ke tempat orangtuanya sambil cemberut


angga dan mutia tertawa melihat tingkah menggemaskan sarah.


"kamu tidak ke sekolah" tanya mutia setelah beberapa dlsaat


"aku malas, di sekolah juga tidak ada yang menarik.. lebih baik melihat kelulusanmu saja sambil melihat cewek- cewek cantik di sekolah ini" jawab angga sambil tertawa keras,


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap horor ke arah kakak beradik yang sedang bercanda sambil berjalan ke luar sekolah.


memang kenyataannya tidak ada orang yang tau jika angga dan mutia kakak beradik kecuali sarah sahabat mutia ,yang orang lain pikir angga adalah pacar mutia karna sering menjemput dan merangkul mutia tanpa rasa canggung di depan orang lain di sekolah mutia..


mutia dan sarah belajar bersama tapi kekuatan mutia jauh lebih besar dari sarah sehingga sarah menganggap sahabatnya itu bagai guru karatenya.


"bukankah sekarang kamu harus traktir aku" penuh semangat


"mungkin lain kali ga, aku harus kerja"


"tidak bisa libur? ini kan hari kelulusanmu, kamu harus memperhatikan dirimu juga kak" gerutu angga


"maaf, tapi aku tidak bisa. kamu kan tau sendiri gimana galaknya bosku ini" bergidik ngeri

__ADS_1


menghela nafas "baiklah.. tapi kakak harus jaga kesehatan ya, jangan sampai terlalu lelah . maaf aku belum bisa membantumu, tunggu sampai aku bisa cari uang sendiri.. aku pasti akan membantu kakak " tegas angga.


"ya...ya...ya... aku pasti akan menghabiskan banyak uangmu jika kamu sudah punya uang, agar pengorbananku selama ini tidak sia2" ucap mutia sambil mengacak2 rambut angga


"heyy...!!! aku sudah besar, jangan sembarangan merusak rambutku, nanti tampanku bisa hilang" menggerutu kesal


"sekarang pulanglah, jangan sampai ibu khawatir dan malah membuat kerubutan disini jika putra kesayangannya terlambat pulang"


"dia ibumu juga"


"tapi dia hanya menganggap kamu saja anakknya "


"sudahlah, aku mau kerja dulu. terimakasih sudah mengantarku" membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju sebuah rumah besar


angga terdiam sambil menatap punggung kakak tirinya yang semakin menjauh dan menghilang di balik pagar rumah mewah itu.


"bersabarlah kak.... aku pasti akan membalas semua pengorbananmu, setiap keringat dan air mata yang kamu keluarkan selama ini tanpa bisa ku lindungi sebagai adikmu, meskipun kita tidak lahir dari rahim yang sama tapi aku menyayangimu. suatu saat ibu pasti akan sadar bahwa kamu anak yang baik"


haii semua....


ini cerita pertamaku, semoga kalian suka...


jangan lupa ya say kasi semangat otor dgn like dan komen nya 😊😊

__ADS_1


__ADS_2