paman rey

paman rey
mabuk (1)


__ADS_3

reyhan berjalan menuju mobilnya sambil menggendong mutia, dia tidak lagi memperdulikan orang-orang di sekitarnya yang menatapnya dengan heran pasalnya banyak orang yang cukup mengenal sosok reyhan, pimpinan perusahaan raksasa putra group, sebuah perusahaan terbesar di asia dan sudah memegang sebagian besar pangsa pasar luar negeri dengan berpuluh anak cabang di berbagai negara di luar negeri yang termasuk cukup besar di setiap negaranya, CEO muda yang sudah menjabat 5 tahun belakang ini yang dengan menakjubkannya bisa meningkatkan angka saham perusahaan secara drastis, semua pemegang saham merasa puas dengan kinerja anak muda ini, tapi dengan IQ tinggi tapi EQ yang rendah membuat reyhan sulit di dekati malah banyak yang merasa tertekan saat rapat dengannya dan selama 5 tahun ini reyhan tidak pernah dikabarkan dekat dengan wanita manapun.


***


reyhan meletakkan mutia di bangku penumpang, gadis itu sama sekali tidak terganggu saat rey membawanya dalam gendongannya, perlahan reyhan bangkit tapi tiba-tiba rey merasakan tangan gadis itu menarik kerah bajunya membuatnya yang tidak siap terhunyuh hampir menimpa tubuh mutia untunglah rey segera menahan tubuhnya di kiri dan kanan tubuh mutia,


sesaat mata rey menatap mata mutia yang tampak sayu dengan rambut berantakan dan wajahnya yang memerah, sungguh menggemaskan.


"kau tidak bisa memaksaku, ini sudah cukup. tidakkan kau sudah sangat keterlaluan kali ini "racau mutia


" aku reyhan"


"bohong, bagaimana bisa paman disini?


"tapi ini benar aku, tapi siapa yang memaksamu?"

__ADS_1


mutia menyerngitkan dahinya menimbang apa yang dikatakan pria itu benar, mutia melepaskan kerah rey dan kedua tangannya menangkup kedua pipi reyhan "kau memang terlihat seperti paman tua itu"


"ini memang aku" jawabnya kesal


"tunjukan KTPmu? biar aku periksa sendiri, terlalu banyak penipu akhir-akhir ini" mutia melepaskan tangannya dari pipi rey dan meletakkan kedua tangannya di depan wajah rey


"rey mengelonggarkan dasi di lehernya untuk mengurangi sesak akibat tarikan tangan mutia tadi, lalu mengambil KTP nya dan menyerahkan ke gadis itu


"REY..HAN PPUTRAA" Eja mutia sambil melebarkan kedua matanya dengan jarinya untuk memperjelas penglihatannya,


" sekarang apa sudah percaya, sekarang ayo kita pulang dulu"


cup, tanpa sadar mutia malah mencium pipi rey, membuat rey membeku menerima serangan mendadak seperti ini


"tampan" ucap gadisnya tertawa sambil kembali tangannya meraih leher rey dan melingkarkan kedua tangannya " aku benar-benar menyukai pria tampan, kau benar benar benar tampan"

__ADS_1


rey kemudian mendekat dan mengecup bibir mutia, mutia hanya diam dengan mengerjapkan kedua matanya menatap rey, rey ******* bibir kecil itu yang selalu bergerak saat gadis itu melawan atau pun berdebat dengannya semakin lama ciuman reyhan semakin menuntut tapi tiba-tiba reyhan terpekik kesakitan saat mutia malah menggigit bibir bawahnya hingga darah segar mengalir


"kau ingin membunuhku ya? aku tidak bisa bernafas" bentak mutia dengan nafas terengah-engah tapi dengan muka galak yang menurut rey sangat manis


reyhan malah tersenyum melihat tingkah menggemaskan mutia, biasanya dia sangat tidak menyukai sifat-sifat manja karena rey merasa itu merepotkan dan kekanakan, orang dewasa haruslah bersikap elegan dan berwibawa.


sesaat kemudian senyum rey menghilang dan menatap tajam mutia "apa kamu juga akan memeluk dan mencium pria lain jika bukan aku yang membawamu pulang?" rey membayangkan gadisnya saat di bawa oleh pria tadi membuatnya kembali ingin memarahi gadis itu.


"ucapkan selamat tinggal untuk dunia malam sayang, kamu tidak diizinkan mabuk lagi" peringat rey sambil mengelus wajah mulus mutia.


"tidak, aku ingin tetap kemari, disini sangat menyenangkan dan minumnya juga sangat enak"


"aku akan mengajakmu ketempat yang lebih menyenangkan dan mempunyai banyak makanan dan minuman yang lebih enak dari ini"bujuk reyhan


mutia tampak berfikir walau dirinya mabuk dia masih tampak waspada terhadap sekelilingnya

__ADS_1


"ok, aku ikut" ucapnya pasti


rey akhirnya masuk ke mobil setelah mutia melepaskan kedua tangannya dari leher reyhan dan kemudian rey makin dibuat pusing memikirkan kemana dia akan membawa gadis ini, karna sesungguhnya rey tidak tau rumah gadis itu


__ADS_2