
reyhan masih memperhatikan gadis nakal di bawah sana menggerakkan tubuhnya kesana kemari dengan indah di tambah mungkin gadis itu sudah sedikit mabuk membuat perasaannya semakin tidak nyaman,
sesaat kemudian rey membulatkan matanya melihat gadisnya dihampiri seorang pria yang tiba-tiba merangkul pinggangnya tapi gadis itu malah membiarkan hal itu membuat kesabaran reyhan yang memang hanya sedikit lenyap seketika
"gadis ini memang harus aku beri pelajaran agar tidak akan pernah berani melakukan hal ini lagi"ucap reyhan dengan wajah memerah, reyhan berjalan meninggalkan ruangan vvipnya membuat ben sangat bersemangat untuk menonton yang akan dilakukan bos sekaligus temannya yang teramat dingin terhadap wanita selama ini, tapi malah terlihat sangat posesif terhadap gadis kecil itu.
***
"sudah cukup, kalian sudah terlalu lama menarik perhatian disini dan kamu mutia sepertinya sudah sedikit mabuk" ucap roy sambil merangkul pinggang mutia saat gadis itu hampir terjatuh akibat sedikit mabuk dan bersemangat.
"ayolah kak, kami masih mau disini.. ini benar - benar menyenangkan" ucap mutia dengan wajah yang memerah
"biarkan sebentar kak, ini tidak mudah baginya, mungkin dengan begini dia bisa sedikit melepas beban di hatinya, tidakkah kamu melihat dia sangat menyedihkan" ucap sarah sambil menatap prihatin sahabatnya.
"aku hanya khawatir kalian dalam masalah, dan temanmu ini terlalu keras kepada dirinya sendiri hingga menutup diri dari orang yang menyayanginya" ucapnya menatap lembut gadis di pelukannya
__ADS_1
"aku tau kau menyukainya kak, jadi ingat baik-baik kepadaku agar aku merestui kalian nanti" ucap sarah tertawa
"tentu saja.. kalau tidak, tidak mungkin aku sampai menemani kalian disini, ayo sepertinya dia sudah tidak bisa berdiri dengan baik lagi, biar kuantar kalian pulang" kata roy
"baiklah kak, tapi kalian duluan keluar aku mau ke toilet dulu, dan ingat jangan macam-macam pada temanku yang sedang mabuk ini"peringat sarah
"hmm.. idemu boleh juga, tapi aku tidak selera melakukan nya jika temanmu tidak mengingat saat menikmatinya" balasnya dengan tertawa lebar
sarah melolot mendengar ucapan roy dan segera berlalu sambil menggerutu menuju toilet.
"lepaskan tanganmu" tiba-tiba ada seorang pria yang menatap marah kearah rey
"kau bicara padaku?, apa ada masalah tuan?" ucap roy yang terkejut melihat reyhan di hadapannya,
"tentu, memang ada orang lain,mutia biar pulang bersamaku? ucap reyhan sambil menatap mutia yang ternyata sudah tertidur di pelukan roy,
__ADS_1
rey langsung maju dan mengambil paksa mutia dari pelukan roy, roy tertegun sesaat sebelum akhirnya dia sadar reyhan sudah pergi membawa mutia,
roy juga cukup mengenal siapa reyhan tapi merasa bingung dengan yang baru terjadi barusan, dari tatapan tidak suka reyhan dapat dilihat jika rey cemburu dengannya, lalu bagaimana bisa gadis itu dikenal oleh seorang reyhan putra?? batin roy
"kak dimana mutia?" sarah melihat kesekitar roy tapi tidak melihat mutia
"ayo aku antar kau pulang, ada yang ingin ku tanyakan padamu" ajak roy
"tapi mutia dimana, dia sedang mabuk sekarang?"ucapnya panik
"dia sudah pulang, tadi ada temannya yang menawarkan diri untuk mengantarnya pulang"ucapnya sedikit berbohong
"benarkan? tapi seharusnya biar kita yang mengantarnya, gimana kalau ada apa-apa dengannya?, kau benar-benar tidak bisa di andalkan"gerutu sarah berjalan dengan hentakan kaki yang kuat menuju mobil roy
roy hanya pasrah mengikuti sepupunya yang marah menuju mobil, dia pun masi mencerna kejadian hari ini sambil menenangkan hatinya yang terasa tidak nyaman saat ini
__ADS_1