paman rey

paman rey
let's go


__ADS_3

mutia memang gadis baik tapi tidak sepolos yang di pikir orang lain, karena keluarganya tidak memperdulikannya mutia lebih memilih bekerja keras untuk mendapatkan uang dan untuk menjaga dirinya tentu dia harus bisa menguasai bela diri, dirinya sudah mengenai sedikit dunia malam dan beberapa kelompok geng karena tekadang dirinya mengawal gadis-gadis kaya nakal seusianya atau menjadi pelayan di beberapa bar


sejenak mutia berfikir dan mengeluarkan hp di tasnya "sarah kamu dimana?" tanya mutia


"aku di club kak roy, cepat kemari aku sudah pesan wine kesukaanmu" jawab sarah di seberang sana


"kau memang terbaik sarah" ucapnya tertawa setelah menutup telfon mutia segera menuju tempat sarah berada


mutia telah sampai di club terbesar di jakarta, ada beberapa orang yang heran melihat gadis semuda itu menginjakkan kakinya sendirian di tempat itu, di tambah lagi dia malah di perbolehkan masuk oleh petugas keamanan di luar tempat itu yang sebenarnya sudah mengenali mutia, setelah masuk mutia langsung disambut oleh lampu yang kerlap kerlip dengan suasana meriah di lantai dansa penuh dan sesak oleh manusia-manusia yang asik berjoget di ikuti musik RNB yang di pandu oleh seorang DJ terkenal.


mutia menuju meja tempat sarah duduk yang ditemani roy


"widihh.. ada apa ini, kenapa bos besar bisa disini" ucap mutia sambil duduk di antara sarah dan roy yang tampak mengobrol


"ya gimana gak kesini, disini ada dua gadis kecil nakal yang ingin bersenang-senang tanpa pengawasan orangtua" balas roy sambil menghisap rokoknya santai.

__ADS_1


"hei.. kakak jangan sepele ya, kakak tau kan kita bisa jaga diri sendiri"protes sarah


"tetap saja aku khawatir, pasti ada beberapa orang yang lebih hebat dari kalian yang masih kecil dan belum terlalu paham tentang orang dewasa, jadi ingat ya kalo mau kemari harus kasi kabar dulu, ok.." jelas roy serius


"baik lah kak, kami mengerti"ucap mutia dan sarah, "kamu lebih cerewat dari ibuku" lanjut mutia tertawa


"ngomong-ngomong, apa yang diinginkan nenek sihir itu" ucap sarah sambil memakan keripik kentang favoritnya.


"dia mau menikahkanku" ucapnya santai menikmati wine kesukaannya.


sarah hampir mati karena tersedak keripik yang dimakannya "apa dia sudah gila" teriaknya marah


"yuk kita kesana.. aku benar-benar ingin joget" ucap mutia sambil melepas cardigan yang sejak tadi di pakainya, menyisakan tanktop corrie berwarna merah dan rok jeans biru diatas lutut


"let's go" teriak sarah bersemangat, mengejar mutia yang sudah lebih dulu menuju lantai dansa

__ADS_1


sarah memakai dress dengan kerah sabrina dengan rambut panjang yang di gerai bergelombang sedangkan mutia memilih mengikat rambutnya asal,


"ingat kalian hati-hati, jangan sembarangan, oke!!" teriak roy


mereka asik berjoget di kerumunan manusia, hampir semua tatapan menuju kearah mereka, mereka tampak tidak perduli namun tetap waspada, jika ada yang ingin mendekat mereka seakan tidak sengaja menampar atau menendang orang-orang yang ingin kurang ajar hingga membuat tidak ada pria yg berani mendekat, hanya bisa menatap dengan lapar gadis-gadis kecil di hadapan mereka.


tanpa mereka sadari dari ruangan vvip lantai atas yang menghadap ke lantai dansa seorang pria mengenakan jas mewah dengan tatapan membunuh serta rahang yang mengeras dan tangan yang menggenggam erat gelas berisi wine di tanganya,


reyhan sungguh tidak menyangka melihat gadis kecil itu di tempat seperti ini, di tambah dengan pakaian yg sebenarnya nya tampak biasa tapi tetap membuatnya terlihat sexy dan manis bersamaan, reyhan sungguh tidak rela gadis itu dilihat oleh pria pria berengsek di bawah sana.


"dasar gadis nakal" ucapnya dengan seringai berbahaya


"wahh, ternyata ada yang menarik dibawah sana, pantas kau terus menatap kesana, apa kau juga melihat mereka begitu menggoda?,"ucap ben teman sekaligus asisten pribadi reyhan. ben adalah sepupu reyhan dan mereka sudah tumbuh bersama sejak kecil, tapi ben masih belajar mengelola perusahaan nya dengan menjadi asisten reyhan, hal ini sudah berjalan 2 tahun, tapi tampak malah ben sekarang menikmati pekerjaannya dan tidak ingin berhenti, reyhan juga tidak memaksa ben untuk berhenti karen memang ben bisa membedakan kapan dia menjadi sepupu, teman dan asisten untuk reyhan, umur mereka pun hanya beda 2 tahun membuat mereka merasa lebih akrab.


"menarik" ucap ben melihat muka tidak biasa reyhan

__ADS_1


__ADS_2