
reyhan masih sibuk berkutat dengan semua berkas-berkas di mejanya, setelah kepergiannya 1 hari tanpa kabar banyak dokumen yabg tertunda untuk di tanda tangani nya, sudah 1 minggu ini dia disibukkan di kantor hingga tidak sempat menemui kekasihnya, reyhan sudah sangat merindukan kekasih kecilnya itu
Ben masuk ke ruangan rey setelah mengetuk pintu dahulu "selamat siang tuan, saya ingin menyerahkan undangan untuk anda"
"undangan siapa?" ucap reyhan tanpa mengalihkan tatapannya dari berkasi di tangannya
"undangan ulang tahun tuan rama, tuan"
reyhan menghentikan kegiatannya membaca berkasnya menatap tajam ben "sejak kapan kau ikut campur urusan yang bukan bagianmu?"
Ben tersenyum miris sambil menggelengkan kepalanya " aku hanya membantu putra, apa kau tau dia sudah 3 jam berdiri di depan pintumu hanya untuk menyerahkan undangan ini, dia seperti hampir menangis di sana"
"tentu saja dia tidak harus menerima undangan itu" katanya dingin
ben menghela nafas "bukankah kau sudah menemukan gadis lain, kenapa masih memiliki aura membunuh seperti itu?, akan lebih baik menghadapinya"
"tidak ada hubungannya"sergah rey
"tentu ada hubungannya, tuan rama sudah menganggapmu anak angkatnya dan dia pun sama terlukanya denganmu" kata ben
ben duduk disofa yang tersedia di ruangan reyhan dan di ikuti pula oleh reyhan yang sudah mulai bosan melihat berkas yang tidak ada habisnya di mejanya,
jason sialan, tidak bisakan dia menyelesaikan ini semua selagi aku pergi.
"apa sekarang kau sedang menceramahiku tuan benyamin?aku ini atasanmu " ucap reyhan setelah duduk di sofa
ben mengangkat bahunya malas "sekarang aku sedang jadi sahabatmu, tugasku sudah selesai sejak tadi di kantor" ucap ben sambil mengambil 2 kaleng minuman dari kulkas mini di samping sofa dan melemparka salah satunya kepada rey
"ceh, paling juga kau menyuruh gadis-gadis di kantor ini untuk membantumu" ejek reyhan sambil meminum minuman kaleng nya
Ben di kantor adalah idola no 2 setelah reyhan, banyak gadis yang mengidolakannya karena dia mudah di dekati, pribadinya hangat dan mau berbaur dengan karyawan lainnya, berbeda dengan reyhan yang terkesan dingin dan menakutkan hingga tidak ada gadis yang berani mendekatinya.
tapi sayangnya ben tercap sebagai playboy akibat sering kali menjalin kasih dengan gadis-gadis di kantornya, semua karyawan di kantor juga hormat terhadap sosok ben karena semua orang tau kalau ben adalah sepupu reyhan dan salah satu orang terkaya juga.
__ADS_1
tapi, dibalik kehangatan yang sering di tampilkannya, ben mempunyai sisi lain dari dirinya yang tidak di ketahui teman teman kantornya, ben adalah bos salah satu mafia bawah tanah yang memiliki pengaruh besar di kalangannya,
hal itu hanya di ketahui reyhan dan asisten-asisten reyhan lainnya.
itu sebabnya ben hanya mengurusi urusan di dalam kantor saja, sehingga yang mengenalnya hanya karyawan kantor reyhan, sedangkan untuk keluar menjumpai klien akan di lakukan oleh jason.
" aku hanya berkata lelah dan mereka sendiri yang menawarkan diri untuk membantu perkejaanku, kau dengar itu MENAWARKAN DIRI bukan aku yang MENYURUH , oke? " ucap ben menjelaskan
"awas saja jika perkerjaan yang di lakukan mereka tidak beres, aku tidak akan segan memecatmu dari sini"
"tentu, kau tidak perlu ragukan kinerjaku"ucapnya bangga
"aku menyelesaikan pekerjaanku secepat kilat hanya untuk mendengarkan cerita yang sudah 1 minggu ini kau tunda" lanjutnya
"cerita apa?" tanya reyhan
"tentu saja tentang gadis itu? yang kau bawa pergi dari club, aku benar-benar tercengang saat kau merampas gadis itu dari kekasihnya" ucap ben semangat.
"wow.. hanya menyebutkannya saja dan aku sudah melihat asap cemburu keluar dari atas kepalamu itu" ucap ben terkekeh
"aku tidak cemburu, hanya menjawab pertanyaan bodohmu itu sesuai fakta" elak reyhan
"baiklah, sekarang katakan siapa gadis itu?"
reyhan melolot " kenapa kau begitu penarasan dengannya?"
"tenang brother, tatapanmu seolah mengatakan jangan dekati kekasihku" kata ben
"aku memang tertarik saat melihat gadis itu di club, dia benar-benar manis dan enerjik, tanpa harus menggoda siapapun sudah membuat pri-pria disana tergoda olehnya, sungguh menarik " lanjutnya
"buang fikiran kotormu itu" ucap reyhan sambil menatap tajam ben
" aku juga tidak ingin bersaing denganmu untuk gadis itu, aku hanya kagum karena dia juga bisa menarik perhatianmu hanya dengan melihatnya" ucap ben
__ADS_1
membicarakan gadis itu membuat reyhan menjadi sangat merindukan mutia, setiap hari dia bekerja keras selama 1 minggu ini agar bisa secepatnya menemui mutia, membayangkan tingkah menggemaskannya saat di dufan dan tawa bahagianya membuat reyhan sangat bahagia.
selama 1 hari bersamanya reyhan banyak tersenyum bahkan tertawa, mungkin jika orang lain melihatnya akan sangat mengejutkan.
ben yang mengamati reyhan yang melamun sambil tersenyum, dalam hatinya ikut senang melihat sepupu sekaligus sahabat dan bos nya ini bisa bahagia,
dulu dia pun ikut khawatir melihat reyhan patah hati dan melakukan hal-hal gila untuk menyalurkan sakit hatinya. tidak di sangka ada gadis yang bisa membuatnya sembuh secepat ini
"tentang proyek taman bermain itu, apa kau serius ingin menjalankan nya? " tanya ben menyadarkan reyhan dari lamunannya.
"tentu, segera jalankan proses pembangunannya dan ingat itu harus lebih besar dari arena permainan dufan di jakarta" jelas reyhan
ben mengerutkan dahi nya " tapi kau minta ini selesai dalam beberapa bulan, ini sedikit terburu-buru"
"aku tidak perduli, lakukan sesuai perintah, dan lakukan secepatnya"
"kita tidak pernah menangani proyek taman bermain selama ini , ada apa kali ini? dan siapa kliennya?" mata ben menyipit menyelidiki
reyhan menyentuh pangkal hidungnya canggung "tidak ada klien, itu hanya aku yang ingin ada taman bermain di bandung, bukan kan menyenangkan melihat orang lain senang?"
"apa ini ada hubungannya juga dengan gadis itu?" tanyanya kaget seolah tebakannya benar
"dia memang menyukai taman bermain"ucapnya sambil tersenyum membayangkan lagi bahagianya mutia saat di dufan
" astaga, kau meyibukkan ku sampai seperti ini hanya karena gadis itu menyukainya dan kau langsung membuatkan 1 taman bermain untuknya di bandung" ucap ben terkejut melihat tingkah aneh sahabatnya ini
" tidak ada yang salah, setelah ku fikir bukan hanya karena dia menyukainya tapi orang lain juga pasti menyukainya jadi kita juga akan untung saat membangunnya" ucap rey membela diri
"itu hanya alasanmu saja, inti dari semua kesibukanku ini adalah karena gadismu menyukainya"ucap ben cemberut
"itu memang alasan, sekarang kau senang?, sekarang lanjutkan pekerjaanmu dengan baik" kata reyhan sambil beranjak dari sofa menuju meja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda
" baiklah " ben hanya bisa menghela nafas, proyek ini benar-benar mendadak dan reyhan meminta di selesaikan dalam beberapa bulan, sedangkan proyek mall yang sudah di rencanakan beberapa bulan lalu juga sedang berjalan proses pembangunannya yang membuat ben pasti akan sangat sibuk mengatur 2 pembangunan sekaligus.
__ADS_1