paman rey

paman rey
sarah


__ADS_3

suasana di mobil tiba-tiba hening, roy dan sarah diam larut dalam fikirannya masing-masing, tentu roy masih memikirkan kemungkinan yang terjadi barusan, sedangkan sarah memikirkan hiduonya yang tidak jauh berantakannya dari mutia meski dengan kisah yang berbeda.


dari semalam ibunya sudah mengabari jika orangtuanya sudah di jakarta, pulang kerumah mereka, tapi sarah sama sekali tidak membalas dan mengangkat telfon darinya, itu sebabnya sarah tidak pulang kerumahnya malah memilih tinghal di hotel semalam,


sarah melirih kearah roy yang seperti juga sedang banyak fikiran, tapi kalau tidak minta bantuan dari kakaknya ini bisa kemana lagi dia hari ini,


tadinya sarah ingin menginap di kontrakan mutia, tapi malah gadis itu menghilang.


dengan menghela nafas berulang kali barulah sarah mulai bicara"kak, aku boleh menginap di apartemenmu"


"kenapa?bukankah paman dan bibi sudah pulang? " tanyanya heran


"aku tau, itu sebabnya aku tidak ingin pulang"ucap sarah sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela


"tadi pagi bibi menelfonku, bibi pesan jika bertemu denganmu sampaikan agar kau pulang, mereka sudah 2 hari disini tapi kau malah tidak pulang padahal besok mereka akan berangkat lagi ke amerika"jelas roy

__ADS_1


"biarkan saja, aku juga sudah terbiasa tanpa mereka. pulang hari ini hanya akan membuatku lebih sakit disaat mereka pergi lagi meninggalkan ku sendiri besok" ucapnya sendu


"masalah tidak akan selesai jika kau terus menghindar, mereka juga pasti menyesali semuanya, ayolah pulang.. "bujuk roy "bukankan aku juga sudah menuruti keinginanmu untuk bersenang-senang hari ini"lanjutnya


"ceh, kau seolah-olah merasa terpaksa, padahal aku tau sendiri kau yang paling semangat begitu aku sebut nama mutia, roy nanda pengusaha muda yang super sibuk bisa tiba-tiba mincul di club malam terbesar miliknya" jelas sarah sambil tertawa


"benarkah, aku tidak merasa begitu. rasanya sangat tidak bertanggung jawab saat adik kecilku ini minta di temani tapi aku tidak bisa, apalagi itu di sebuah club malam "elaknya


"siapa yang berani maca-macam padaku di club mu itu, semua sudah mengenaliku" sergahnya


"semua pegawai, bukan berarti semua orang nona, tidakkah kau lihat clubku begitu padat dengan manusia-manusia mabuk??, bahkan aku pun mungkin tidak mengenalimu disaat mabuk"


"hey, jangan merencanakan hal-hal gila. aku hafal betul seringai mu itu"


"tentu saja aku merencanakan sesuatu yang menyenangkan lainnya"

__ADS_1


"jangan membawa mutia di dalamnya"


"wahh. belum apa-apa aku sudah di nomor 2 kan olehmu, tak kusangka mutia jadi temanku berebut perhatianmu" rajuknya pura-pura


" aku malah ingin dia menerima perhatianku tapi nyatanya sulit"


"kau saja tidak pintar merayunya"


"itu sebabnya kau harus membantuku mendekati temanmu itu"


"tergantung bagaimana kau memperlakukanku dulu"ucap sarah dengan memainkan kedua alisnya


roy hanya menggeleng-geleng kepala, adik sepupunya ini benar-benar kesepian sejak dulu dan hanya roy yang selalu disisinya, setelah roy semakin sibuk kerja ada kekhawatiran di diri roy untungnya sarah bertemu dengan mutia dan menjadi sahabat sehingga adik kecilnya tida kesepian lagi.


"jadi kita pulang kemana?" tanya roy

__ADS_1


"apartemen"jawab sarah cemberut


"baiklah.. kamu memang sama sulitnya di bujuk seperti temanmu" pasrah roy sambil melajukan mobilnya menuju apartemen mewahnya di tengah kota jakarta


__ADS_2