paman rey

paman rey
mabuk (2)


__ADS_3

reyhan mengetuk-ketukkan jari telunjuk di kemudi mobilnya, mengamati wajah tenang gadis di sambingnya akhirnya rey memutuskan membawa mutia ke apartemennya, rey hanya tidak mau gadis itu merasa tidak nyaman jika tiba-tiba besok pagi dia berada di rumah reyhan tempat dia bekerja dan menghadapi teman-temannya yang pasti akan mempersulitnya.


rey menuju salah satu apartemen termewah di jakarta yang memiliki ruang taman hijau yang luas, membuat suasana apartemen itu sangat asri mengingat jakarta merupakan kota yang padat membuat hunian ini menjadi salah satu tempat terbaik, keunggulan lainnya karena apartement ini memiliki tingkat keamanan taraf internasional hingga tidak sembarang orang bisa masuk maupun tinggal disini dan apartemen ini merupakan salah satu bagian dari putra group.


rey menggendong mutia dengan kesulitan karena sejak sampai di dalam lift gadis itu bangun kembali dan mulai meronta-ronta dengan meracau tidak jelas, syukur hari sudah pukul 02.00 wib hingga membuat kawasan apartemen sepi.


apartemen itu memakai lift dengan dinding transparan hingga dari dalam penghuni tetap bisa menikmati keindahan diluar gedung, akhirnya kesabaran reyhan habis "bisakah kau berhenti bergerak, jika tidak aku akan melemparkanmu dari lantai atas " ancam reyhan.


mutia yang mulai mengamati sekitarnya melihat kebawah seketika wajahnya memucat dan kedua tangannya malah memeluk erat leher reyhan dan mengapit pinggang reyhan dengan kakinya tak kalah eratnya, jadilah mutia seperti bayi koala yang menggantung di rey"aku tidak akan bergerak lagi, tolong jangan jatuhkan aku"


reyhan tersenyum puas "gadis patuh sangat baik"


lift berhenti di lantai paling atas apartemen, ini merupakan wilayah pribadi dengan akses terbatas hingga tidak sembarang orang juga bisa kesana hanya terdapat 1 apartemen reyhan saja di lantai paling atas.

__ADS_1


reyhan membuka pintu dengan masih membawa mutia di gendongannya, saat merasa aman setelah keluar dari lift mutia turun dari gendongan reyhan dan memegang handle pintu apartemen reyhan,


reyhan mengerutkan kening" kenapa menahan pintu segala? ayo cepat masuk.


mutia masih bertahan di depan pintu sambil menatap tajam ke reyhan "ini bukan kontrakanku kenapa paman membawaku kemari?"


"kau tertidur sejak masih di bar dan aku tidak tau kontrakanmu, itu sebabnya aku membawamu ke sini" jelasnya


mutia mengamati kanan dan kirinya" ini seperti kontrakan mewah tapi kenapa sunyi sekali?, paman jangan macam-macam denganku!!"


reyhan akhinya mengangkat paksa gadis itu lagi karena sudah 30 menit dan tidak membuahkan hasil membujuk gadis itu,


"paman turunkan aku.. aku akan memukulmu hingga mati, cepat turunkan aku!!! " mutia memukuli punggung reyhan dengan kedua tangannya karena rey menggendong mutia seperti membawa harung beras di pundaknya.

__ADS_1


reyhan meletakkan gadis liar itu di tempat tidurnya


bukk....


reyhan dilempar secara bertubi-tubi dengan bantal oleh mutia, meski sempoyongan akibat mabuk gadis itu tetap waspada "rasakan itu, jangan kira bisa sembarangan denganku paman"


secepat kilat reyhan menindih gadis itu, mengungkung dibawahnya, menekan kedua tangan gadia itu di atas kepalanya perlahan wajah reyhan turun hingga beberapa centi lagi bibir mereka akan menempel " jika kau terus menjadi nakal aku tidak akan melepaskanmu, kita lihat apa kau bisa lepas kali ini"


ancaman rey sepertinya kali ini berhasil, mutia sama sekali tidak bergerak dengan mata yang membulat sempurna, rey terlihat puas hingga akhirnya meninggalkan tubuh gadis itu membeku di tempat tidurnya,


rey melepaskan kemejanya dan melemparkan sebarangan, ac kamarnya sudah paling dingin, entah karena kelelahan akibat tingkah liar gadis itu atau kerena jantungnya yang berdegup sangat kencang disaat berada di dekat mutia, akhirnya rey memutuskan untuk mandi, sesaat dia melirik gadis di tempat tidur dan berkata " aku akan mandi, jika kau terus membuat onar setelah selesai mandi aku akan menghukummu"


reyhan menyelesaikan aktifitas mandinya, saat keluar menggunakan piyama dia tertegun menatap gadis yang ada di tempat tidurnya akhirnya kembali tertidur .

__ADS_1


reyhan menertawakan dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya mengingat tingkahnya hari ini akibat seorang gadis kecil yang sekarang tertidur pulas dengan wajahnya yang teduh dan damai berbeda dengan gadis liar yang tadi melemparnya dengan bantal.


" jangan coba-coba mabuk apalagi tidak ada aku, oke!! " ucapnya sambil merebahkan tubuh lelahnya di samping gadis itu dan ikut tertidur setelahnya.


__ADS_2