
di sebuah rumah di pinggir kota di sebuah kursi menghadap ke jendela yang menunjukkan lampu lampu di bandung, letak rumah yang tidak terlihat dari luar karna di kelilingi kleh hutan yg lebat tapi dari rumah itu terlihat jelas jalan dan rumah2 yang tampak hanya sebesar semut di mata malas lelaki itu sebab rumah itu di bangun di atas perbukitan yg tinggi, rambut perak yang terlihat aneh jika di orang lain tapi tampak memukau saat ada pada pria itu, tatapan kesepian dan rapuh yang tidak pernah seorangpun dapat melihatnya hanya memandang tanpa lelah ke luar jendela, seaakan dia sedang menatap seseorang di luar sana yg membuatnya merasakan kesepian dan rapuh ini, perasaan yang paling dia benci namun tidak bisa sekali pun dia lupakan ,
sudah 1 tahun sejak dia pergi dari tempat ini dan meninggalkan semuanya
"tuan"
pria itu hanya melirik sesaat pada seorang pria kurus berkacamata yang mengganggunya "jika tidak penting kau mati"
"aku sudah menemukan nya"
udara kamar berubah menjadi sedingin es saat pria itu mendengarnya, pria berkacamata itu merasa punggungnya menegang menghadapi suasana ini, bahkan tubuhnya pun sulit terbiasa meski sudah bertahun2 melayani pria berambut perak ini.
dulu saat dia menemukannya di hutan dalam kondisi hampir mati, semua tim begitu cemas akan nyawa mereka sendiri karna kondisi saat itu pun tidak baik untuk mereka , tidak ada yg akan mengira jika pria itu malah menangis di bawah sebuah pohon yg sekarang sudah di jadikannya rumah, hanya sam yang tau bagaimana fmdia diam di tempat dimana dia menangis tersedu- sedu sambil menggenggam erat sebuah sapu tangan berlumurah darah di dadanya.
lamunan sam pun terpecah saat mendengar perkataan tuannya
" tetap awasi dia"
"baik tuan"
__ADS_1
hening...
sunyi...
tapi nyatanya di dalam hatinya ada gejolak perasaan yang dia sendiri tidak mengerti
marah,benci,kecewa perasaan itu membuat nya merasa ingin menghabisi siapa pun termasuk gadis itu
namun... mengapa terasa hampa meski binatang buas di hatinya sudah melakukan kehendaknya ....
angin yg berhembus melalui jendela kamar itu membelai rambut peraknya dan menerpa wajah dinginnya, dia menyandarkan kepalanya ke kursi sambil menghela nafas
flasback
akibat luka itu pria berambut perak itu sulit bergerak, hanya kesadaran yg di milikinya saat ini
tatapan tidak percaya menyelimuti matanya saat menatap gadis itu, .
perlahan gadis itu mendekat dan mengeluarkan sapu tangan dari kantung roknya , membersihkan darah yg hampir menutupi seluruh wajahnya saat itu
__ADS_1
"kak jo" tatapan gadis itu sangat sulit di artikan saat ini, ada kesedihan, tekat, dan kemarahan disaat bersamaan
pria itu tetap memandang gadis itu tanpa berkedip, takut yg di lihatnya saat ini tidaklah nyata,
gadis ini.....
gadis itu menghela nafas sebelum memasang sebuah senyum pahit "disini lah kita saat ini kak, terimakasih karna sudah berada di sisiku selama ini, mereka yg menyerangmu adalah teman2 ku.. bertahanlah karena aku sudah menghubungi sam, mulai saat ini aku sudah tidak berhutang apapun padamu lagi, jaga dirimu dan aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi "
jonathan hanya dapat membulatkan matanya, jantung berdebar sangat kencang hingga rasanya ingin keluar melalui mulutnya, gadis ini... dia menghianatinya... tapi mengapa? apa yang salah? dimana letak salahnya?
melihat senyum pahit di gadis itu dan setiap kata yg di ucapkannya terasa bagai belati yg menghujam berkali2 ke arah jantungnya,
dengan kekuatannya yg tersisa dia mengakat salah satu tangan nya dan membelai wajah lembut gadisnya , ya ini memang benar2 gadisnya
dengan suara berat dan serak ditambah keterkejutan yg jelas di matanya "mutia" hanya kata itu yang bisa di ucapkannya sebelum dia kehilangan kesadarannya dan rasa hangat di tangannya perlahan hilang dan semakin dingin yang di rasakannya di tengah hutan belantara
haloo teman- teman
terimakasih kalian udah setia tunggu aku lanjutin cerita ini
__ADS_1
jangan pernah bosan ya semangati aouthor
semoga kita selalu sehat 🥰🥰