paman rey

paman rey
bertemu


__ADS_3

"mutia akhirnya kamu datang juga" ucap bu ani dengan tergesa gesa


mengerutkan dahi sambil menatap sekitar" ada apa bi?, kenapa rumah berantakan sekali. apa barusan rumah ini kerampokan atau ada angin topan"


"ini lebih parah dari itu, Tuan muda Rey kembali" ucap bu ani bergidik ngeri


"tuan rey?? pemilik rumah ini?? bukankah bu ani dulu bilang rumah ini jarang di tinggali?" tanya mutia


"ntahlah.... cuma sepertinya keadaan tuan muda tidak baik sehingga dia menghancurkan semua barang disini"


"oohh... ibu ingatkan jangan sesekali membuka kamar di lantai 2 paling ujung, itu kamar tuan muda, dia paling tidak suka ada sembarang orang baru masuk kesana, kamu ingat ya"lanjut bu ani


"hmm..." mutia mengangguk.


***


di kamar lantai 2


"sudah kau bereskan?!"


"sudah tuan muda"


"kamu boleh pergi" perintahnya


putra keluar dari kamar bosnya saat di depan pintu masih melirik ke arah bosnya yang terlihat rapuh... meski diluar tampak sekuat baja tapi hanya putra yang tau betapa rapuh bos nya saat ini.


reyhan wijaya pria dewasa berusia 28 tahun anak ke 2 dari keluarga wijaya keluarga terkaya di asia, dan mempunyai banyak perusahan besar si eropa. mempunyai seorang kakak yg saat ini meneruskan bisnis keluarganya membantu ayahnya karena reyhan lebih memilih menjadi tentara, bukan tentara biasa tetapi dia sudah menjadi jenderal dan mengabdi pada negara nya. tapi karena kondisi ayahnya yang sering sakit hingga beberapa perusahaan harus di ambil alih olehnya karena kasihan melihat kakaknya kewalahan sendirian. putra keluar sambil menghela nafas

__ADS_1


***


di dapur


"mutia tolong antarkan kopi ke kamar tuan muda" perintah putri


mengerutkan dahi tapi tanpa banyak tanya, mutia naik ke lantai 2 kamar tuan muda reyhan. masih sempat dari sudut matanya dia lihat putri tersenyum licik


"mau apa gadis itu" batin mutia


tok... tòkkk


"selamat sore tuan, saya bawakan kopi untuk tuan"


mutia masuk sambil membawa nampan dan langsung meletakkan nya di nakas dekat sofa.


tubuh mutia membeku, merasa tidak ada yang salah tapi sesaat udara di kamar terasa dingin membuat mutia merinding. tatapan pria di hadapannya terasa seperti singa yang sedang marah tapi tentu saja dia tidak takut.


"apa kau tuli??" lanjut rey menatap tajam ke gadis yang terlihat membeku di depannya tetapi sedetik kemudian malah berani menatapnya balik.


"tidak tuan,hanya sedang berfikir salah saya dimana yang membuat tuan sepertinya tidak suka" jawabnya tenang


rey terkesiap melihat seorang gadis yang sangat cantik di hadapannya, bukan terkejut dengan kecantikannya tapi lebih terhadap tatapan tenang di mata gadis itu, seolah tidak terintimidasi oleh kehadiran reyhan yang selama ini ditakuti bak dewa oleh orang lain.


"siapa gadis ini??" batinnya


"maaf tuan, saya pelayan baru disini, tadi saya diminta untuk mengantarkan kopi kesini.. maaf kalau anda merasa saya tidak sopan" ucapnya tanpa melepaskan tatapan dari reyhan

__ADS_1


"siapa namamu?" mulai bertanya tanpa mengurangi tatapan tajamnya


" saya mutiara tuan, tuan boleh panggil saya mutia" jawabnya datar


"kau boleh keluar" perintahnya


"baik"


mutia keluar dari kamar ini dengan tenang diikuti oleh tatapan reyhan yang keheranan. seumur hidupnya tidak pernah melihat orang setenang itu. apalagi gadis itu terlihat cukup muda tapi seperti membuat pertahanan diri yang kuat untuk melindungi dari sekelingnya.


reyhan menyesap kopi di nakas sambil menikmati pemandangan sore hari lewat balkon rumahnya di bandung. hamparan pepohonan hijau mampu membuat nya berfikir dengan jernih. menimbang keputusan yang akan dia ambil untuk masalah yang saat ini sedang mengganggunya.


kriing....kring.....


rey melirih ponselnya "lara"


"rey.... tolong maafkan aku, aku benar2 tidak bermaksud menyakitimu... aku... aku... hanya..." ucap seorang wanita diseberang sana dengan suara serak dan menangis segugukan.


"sudah cukup!!!, kita selesai." lalu menutup telfon tanpa menunggu jawaban lara.


**udah mulai ni rey ketemu mutia, paman rey jangan galak galak dong... baru juga kenal udh marah marah ntar malah bucin loo 🤣🤣


sayyy.....


semangat otor dong


ditunggu yah like dan komennya

__ADS_1


love youu 😘**


__ADS_2