paman rey

paman rey
meja makan


__ADS_3

ruang makan


di meja makan sudah terhidang berbagai makanan lezat dan pastinya bergizi yang di masak oleh koki koki terbaik...


semua hidangan ditata sedemikian rupa agar sang tuan muda dapat sarapan dengan nyaman..


mutia ikut membantu menghidangkan berbagai makanan dari dapur untuk mempercepat makanan tersedia sebelum tuan rumah sarapan.


mata biru mutia berbinar binar kala melihat makanan di depannya,


"ya tuhan, seumur hidup baru kali ini aku lihat makanan sebanyak dan selezat ini, hanya memandang saja sudah membuat air liurku menetes" batin mutia sambil menelan air liurnya.


rey menuruni tangga menuju ruang makan, matanya teralih melihat sosok gadis cantik di meja makan, sibuk memandang makanan tanpa sadar wajah polosnya dan matanya yang berbinar binar membuat wajahnya tampak menggemaskan untuk rey..


ntah mengapa gadis itu terasa manis di mata reyhan, meskipun hanya sekedar berdiri dihadapannya tanpa melakukan apapun.


"gila" batin ray sambil menggeleng gelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadarannya.


"tutup mulutmu agar liurmu tidak menetes ke semua makan itu" rey menarik kursi dan duduk.

__ADS_1


mutia yang tersadar akan kelakuannya pipinya mulai merona malu.


"apaan sih tuan, saya kan lagi menghidangkan makanan" elak mutia


"ya ... ya.... aku bisa lihat dari tadi, makanan itu sampai salah tingkah akibat terlalu lama kamu pandangi" ucapnya menyindir


"aisss... orang tua menyebalkan"batin mutia mencibir


"hey...aku tau kau sedang mencibirku dalam hati" ucap rey tanpa mengalihkan pandangannya dari makanannya.


"mana saya berani tuan" ucap mutia menatap bola mata hitam reyhan


"oyaa.. tapi seolah tatapanmu mengatakan sebaliknya " ucap reyhan setelah membersihkan sisa makanan di sudut bibirnya.


meski benar tidak mungkin mengaku kan??


"wahh.... apa dia peramal" batin mutia lagi sambil menatap sebentar ke rey... mutia tidak berani menjawab lagi dan hanya melanjutkan pekerjaannya mengata makanan, setelah selesai dia cepat cepat undur diri.


rey yang sedari tadi menikmati gadis yang salah tingkah di hadapannya ini tersenyum sendiri melihat pipinya yang merona itu, sama sekali tidak ada ketakutan di wajah gadis itu saat di dekatnya membuat rey sedikit penasaran.

__ADS_1


setelah selesai sarapan rey pergi dari rumah setelah di jemput jeson untuk ke kantor cabang di bandung untuk rapat dereksi.


reyhan turun dari mobil nya sudah di sambut oleh beberapa petinggi perusahaan tersebut, karena rey lama di tentara hingga membuat postur tubuhnya benar benar bagus, di padukan dengan jas berwarna hitam yang pas di tubuhnya, wajah tampan, tatapan setajam elang dan pembawaan yang terlalu tenang membuat semua orang terasa terintimidasi akan kehadiranya meskipun usia rey jauh lebih muda dari orang orang yang hadir.


"apa jadwal hari ini" sambil duduk di kursi kerjanya


"kita ada pertemuan dengan kolega dari singapura jam 11.00wib, meninjau lokasi pembangunan resort dengan investor cina jam 15.00wib, tanda tangan kontrak dengan pt sentosa jam 19.00wib" jelas jason


reyhan terdiam, entah kenapa rasanya dia ingin cepat kembali kerumah, melihat pekerjaan yang menunpuk dan pekerjaan yang padat membuatnya sedikit kesal, itu tandanya dia akan menghabiskan waktu lebih lama di kantor .


"baiklah, setelah ini jangan buat jadwal di atas jam 18.00wib, aku mau pulang sesuai jam kantor " perintah rey


"anda tidak salah tuan?" jason tampak terkejut mendengar perintah bosnya yang selama ini gila kerja


"aku tidak suka mengulang kata kataku jason"ucapnya


"bba...ikk tuan" jawab jason tapi sambil berfikir apa yang terjadi dengan pria gila kerja ini hingga ingin mengurangi jam kerjanya, toh pacar juga tidak punya, untuk apa pulang kerja terlalu cepat.


tapi tatap saja itu tidak akan keluar dari mulut jason karna takut bonus hilang..

__ADS_1


"


__ADS_2